Sekejap Berubah Gender

Sekejap Berubah Gender
Season 2 : Siska's Plan


__ADS_3

Di dalam mobil saat perjalanan ke sekolah.


"Kenapa papi dan mami menatap kita dengan tatapan aneh, ya?" tanya Chandika yang terduduk di samping jok pengemudi.


"Entahlah," jawab Cherika yang senang menyetir.


Mereka tidak tahu saja jika perbuatan mesum mereka sudah terekam CCTV.


Chandika menatap Cherika yang sedang fokus menyetir. "Aku keren juga kalo sedang menyetir mobil," celetuknya bangga pada dirinya yang asli.


"Tentu saja, karena aku yang sedang menempati tubuh kamu," ucap Cherika menatap Chandika dengan ekor matanya sekilas.


"Suamiku memang yang paling keren sedunia!" seru Chandika memberikan jempol pada Cherika.


Cherika tertawa renyah. "Terima kasih pujiannya."


Setelahnya mereka sampai di sekolah. Seperti kemarin mereka menjadi pusat perhatian saat turun dari mobil.


"Mereka sadar tidak ya kalo tubuh kita tertukar?" bisik Cherika yang mengapit lengan Chandika pada pelukannya.


"Mana mungkin mereka sadar, kejadian ini di luar nalar pemikiran manusia," jawab Chandika. "Hais, kamu jangan memelukku di depan umum seperti ini," lanjutnya karena Cherika semakin erat memeluk lengannya.


Chandika tidak tahu jika Cherika tengah menatap tajam Siska yang curi-curi pandang dengan dirinya.


"Apa-apaan dia menatap genit seperti itu," gumam Cherika kesal.


"Apa? Siapa yang yang menatap genit dengan siapa?" tanya Chandika yang tidak menyadari jika Siska menatap genit padanya.


"Bukan siapa-siapa," jawab Cherika.


Chandika mengeryit. Dia mengikuti arah pandang Cherika. Dia melihat jika siswi baru yang dibicarakan oleh Icha dan Clara menatapnya. Bahkan mengedipkan sebelah matanya saat tatapan mereka bertemu.


"Apa dia sakit mata?"


"Kamu jangan menatapnya," kata Cherika menutup mata Chandika dengan kedua tangannya, dia sampai berjinjit untuk melakukan itu.


Chandika melepas tangan Cherika dan menggenggamnya, mereka lanjut berjalan dengan tangan saling bertautan. Memang dunia berasa milik berdua, mana perduli mereka dengan warga sekolah yang berbisik-bisik karena kepo dengan hubungan mereka berdua.


"Apa kamu cemburu?" tanya Chandika saat mereka sudah berada di depan kelas Cherika.


Cherika menggeleng. Ya, dia memang tidak cemburu tapi dia takut akan bayangkan masa lalu yang mengakibatkan kematian Felix dan Ellisha. Dia yakin jika Siska adalah reinkarnasi dari Putri Vransiska.


"Bagus," kata Chandika mengelus surai hitam Cherika. "Aku ini perempuan tulen tidak mungkin tergoda dengan sesama perempuan."


"Ya."


"Yasudah kamu masuk ke kelas, aku akan ke kelasku," ucap Chandika dan berbalik pergi.


Cherika langsung masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


"Pagi-pagi sudah tebar kemesraan saja," celetuk Ignancio yang melihat interaksi Cherika dan Chandika di depan pintu kelas.


"Iri bilang," kata Cherika yang mendudukkan bokongnya di kursi sebelah Ignancio.


"Ya jelas iri," tukas Ignancio mencebikkan bibir kesal.


**


Vransiska Patricia. Dia adalah perempuan cantik dengan rambut honey blonde panjang. Bola mata berwarna abu-abu, berkulit kuning langsat, dan memiliki lesung pipi jika tersenyum. Si selebgram yang sangat terkenal karena beberapa postingan foto miliknya yang cantik luar biasa.


Siska adalah anak piatu dari sebuah panti asuhan, sejak SMA dia memutuskan untuk keluar dari panti dan hidup mandiri. Dia beruntung karena berkat wajah cantiknya dia banyak mendapatkan tawaran endorse dan menghasilkan banyak uang.


Namun.


Pikiran jahat muncul dibenaknya saat seorang laki-laki menghubungi akun media sosial miliknya. Laki-laki itu memintanya untuk menemani ke sebuah acara pernikahan seorang putra tunggal dari pengusaha terkaya di dunia. Karena mendapatkan bayaran yang cukup banyak akhirnya Siska setuju untuk menemani laki-laki itu.


Awal pertemuannya dengan Chandika dan Cherika. Entah kenapa dia tidak suka dengan kebahagiaan yang terpancar dari pasangan itu. Dia merasa jika dialah yang seharusnya ada diposisi Cherika.


Dan puncak dari kembalinya ingatan masa lalunya adalah ketika bertemu dengan Cynderyn. Si penyihir masa lalu yang mengalami perjalanan waktu.


"Apa kamu sudah bertemu dengan mereka lagi?" tanya Cynderyn si nenek bersyal merah pada Siska.


Kini mereka sedang berada di taman belakang sekolah.


"Ya," jawab Siska.


"Apa yang akan kamu lakukan setelahnya, Siska?" tanya Cynderyn dengan seringai tipis.


Cynderyn hanya memberikan sebagian ingatan Siska, tentang siapa yang telah membunuh gadis itu di masa lalu Cynderyn telah memanipulasinya.


"Kamu masih mencintainya?"


"Tentu saja," jawab Siska cepat.


"Tapi sepertinya dia sangat mencintai reinkarnasi putriku, Cherika."


"Aku tidak tahu apa bagusnya dari Cherika. Aku bahkan lebih baik berkali-kali lipat darinya," desis Siska dengan tatapan mencemooh.


Cynderyn tersenyum senang karena dia mendapatkan pion baru. Setelah Jane yang memang sudah tidak ada harapan lagi, kini dia sudah menemukan si reinkarnasi dari si antagonis sebenarnya.


Vransiska.


Dunia ini benar-benar sempit. Kenapa bisa Felix, Ellisha, Eros, dan Vransiska  hidup kembali dan bertemu di satu dunia yang sama? Meskipun pada awalnya mereka tidak mengingat ingatan masa lalu mereka, tapi Cynderyn dengan mudah membuat kembali ingatan itu. Tapi tidak dengan ingatan Cherika yang tidak bisa dia kembalikan.


Tapi mereka tidak tahu kenyataan jika tubuh Chandika dan Cherika telah tertukar kembali.


Kringgggg


Bel tanda masuknya kelas berbunyi. Siska pergi dari hadapan Cynderyn.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari pemuda bermata biru tengah menguping pembicaraan mereka dari balik tembok


"Saya tidak akan membiarkan kalian Cynderyn," lirih Ludhe dan meninggalkan tempat itu.


**


Waktunya istirahat.


Cherika dan geng Aodra keluar kelas untuk menuju kantin. Mereka mencari tempat duduk yang kosong.


"Mau pesan apa?" tanya Adam yang ingin memesankan makanan.


"Bakso dan es teh manis," jawab Brian.


"Gue juga," jawab Ignancio ikut-ikutan.


"Samain saja biar gampang," kata Cherika.


"Siap, bos," ucap Adam dan pergi untuk memesan 4 bakso dan es teh manis.


"Eh, gue kayaknya suka deh sama Siska," kata Ignancio tiba-tiba.


"Muka kentang kayak lo?" celetuk Brian menatap remeh Ignancio.


"Enak saja loh, gini-gini gue calon penerus pemimpin mafia," ucap Ignancio dengan mengguyar rambut bangga.


Cherika hanya memutar bola matanya. Mendengar nama Siska seketika membuatnya kesal.


"Menurut lo gimana, bos. Gue cocok nggak sama Siska yang aduhai itu?" tanya Ignancio pada Cherika.


"Mungkin," jawab Cherika sekenanya.


Tidak lama kemudian Adam datang dengan membawa pesanan mereka. "Bantuin bawa, cuy," kata Adam pada Brian.


Brian langsung membantu Adam.


Melihat bakso yang menggugah selera Cherika segera melupakan rasa kesalnya, dia mulai menyantap makanannya.


Tiba-tiba saja seisi kantin menjadi ribut ketika Chandika, Alvis dan Alice memasuki kantin.


"Bos, pacar lo nongol," kata Ignancio menyenggol lengan Cherika.


Cherika menatap Chandika yang baru datang dengan mulut yang masih mengunyah bakso. Alisnya bertaut ketika melihat Siska menghampiri Chandika.


Dan...


Dug


Siska dengan sengaja menjatuhkan dirinya pada Chandika.

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2