Sekejap Berubah Gender

Sekejap Berubah Gender
The Mercenary


__ADS_3

Di sebuah ruangan bergaya industrial dengan warna-warna monokrom pada interior ruang tamu.


"Ada apa mencari gue, Leo?" tanya Galen yang sedang memakan kripik kentang. Pemuda itu masih memakai seragam SMP-nya. Indentitas dari si perentas kelas kakap yang dicari-cari FBI itu adalah seorang anak SMP.


Chandika menatap Galen intens, apa iya dia harus meminta tolong dari bocah SMP ini? Tapi Cherika menyuruhnya meminta tolong pada Galen.


"Aku butuh bantuan kamu," kata Chandika yang sudah memutuskan untuk mengikuti saran yang diberikan gadisnya.


"No. Sibuk," tanpa basa-basi Galen masih mengunyah kripik kentangnya.


"Leo bisa memberikan lo banyak duit," celetuk Alvis dengan santai.


"Wahh, berapa?" tanya Galen yang mulai semangat.


"Ratusan juta," kata Chandika dengan cepat.


"Serius?"


"Ya."


'Oh, ternyata dia mata duitan,' batin Chandika sweatdrop.


"Ok, apa yang bisa gue bantu?" tanya Galen yang sudah menunjukan ekspresi tertarik.


'Apakah aku bisa percaya padanya?' batin Chandika masih tidak percaya.


Dia tidak tahu jika bocah SMP itulah yang sudah merentas keamanan keluarga Adhideva saat misi penyelamatan Alvis dulu. Galen pun tidak segan-segan untuk membunuh orang. Dialah otak dari geng Bruiser, bocah genius didikan Alvis.


"Carilah orang untukku," perintah Chandika yang membuat Galen dan Alvis mengeryit heran.


"Orang?" tanya Galen masih tidak maksud.


"Carilah orang yang sudah menghamili perempuan ini," tukas Chandika sambil menyodorkan foto Jane pada Galen.


"Jane hamil?" tanya Alvis tercekat melihat siapa perempuan di foto itu.


"Ya, aku tidak tahu dia hamil dengan siapa. Tapi, dia meminta pertanggungjawaban padaku," jelas Chandika.


Alvis menggelengkan kepalanya, dia memang tidak pernah suka dengan gadis blaster yang dulu digilai sepupunya itu. Tapi, dia tidak menyangka gadis itu begitu licik.


"Ah! Jadi begitu ya," kata Galen manggut-manggut. "Akan gue telusuri semua CCTV tempat cewek itu pergi dan gue juga bisa merentas handphonenya."


'Siapa bocah ini sebenarnya?'


"Ini sangat mudah bagi gue," ujar Galen penuh percaya diri. "Habis itu lo kirim ratusan juta itu ke gue."


'Benar-benar bocah genius yang mata duitan.'


**

__ADS_1


"Bos ini kan motor gue yang diambil Leo," kata Ignancio saat melihat motor merah Ducati miliknya dulu.


"Bukan diambil, tapi lo yang kalah balapan," koreksi Cherika.


"Tapi kok ada di lo?" tanya Ignancio masih menatap motornya rindu. Oh ayolah, dia baru memakai satu kali motor itu. Salahkan sendiri dirinya yang sok jago balapan.


"Dapat dikasih," jawab Cherika apa adanya.


"Leo yang ngasih, bos?" tanya Adam yang nimbrung.


"Ya."


"Lo sama Leo benaran lagi pacaran, ya?" tanya Brian ingin tahu.


"Ya," jawab Cherika jujur dan terlihat semburat tipis di kedua pipinya.


"Anjir, bos kita sudah punya pacar!" pekik Ignancio heboh. Dia kira Cherika tidak tertarik dengan laki-laki.


Ke dua pemuda yang lainnya juga tidak kalah terkejut.


"Apa? Cherika pacaran dengan siapa?" tanya Icha si gadis bermakeup tebal entah datang dari mana.


"Serius Cherika sudah punya pacar?" tanya Clara.


"Ini cabe dua ngapain sih ikut-ikutan saja," ketus Ignancio sengit menatap Icha dan Clara. Dia belum tahu jika ke dua gadis itu sudah berteman dengan Cherika.


"Sensi banget sih lo," kata Icha yang tidak kalah ketus. "Kita sama Cherika itu sudah temanan."


"Sudahlah, jangan ribut. Gue mau pulang," kata Cherika yang memasang helm full face miliknya.


"Eits, kok pulang sih. Kita hangout dulu saja," cegah Icha.


"Hangout?" tanya Cherika membeo.


"Ya, kita ke mall," anak Clara.


"Woi, jangan ajarin bos kita jadi cabe kayak kalian yang suka cari om-om di mall," kata Ignancio mencoba mencegah.


"Sialan lo, kita mana pernah cari om-om," sengit Icha.


"Terus cari apa?" tanya Cherika.


"Gue dan Clara mau traktir lo makan, sebagai perayaan pertemanan kita," jawab Icha sungguh-sungguh.


Sebenarnya Cherika sangatlah malas untuk pergi ke mall, ingatan Jane yang dulu menariknya ke sana-sini untuk berbelanja sudah membuatnya trauma. Tapi karena melihat wajah permohonan Icha dan Clara dia jadi tidak tega.


"Ok deh," jawab Cherika.


"Kita-kita nggak diajak juga nih?" tanya Brian.

__ADS_1


"Nggak, ini khusus pertemanan kita bertiga. Kalian nggak boleh ikut," cetus Clara.


"Gitu banget," kata Brian tidak terima. Dia langsung mengalihkan tatapannya saat Clara menatapnya balik. Tidak ada yang tahu jika pemuda berlesung pipi itu mempunyai perasaan pada si gadis rambut gelombang.


Bagi Brian jarak aman mengagumi adalah mengagumi diam-diam.


"Yasudah kalian naik mobil saja, gue ikuti dari belakang," kata Cherika yang sudah menaiki kuda besinya. Rok sekolahnya memang sudah diganti dengan celana jeans belel dan seragam sekolah sudah tertutup dengan jaket kulit, terlihat swag. Cherika yang dulu benar-benar sudah kembali lagi.


**


Jane dan Emily kini sedang berjalan di pusat berbelanja. Terlihat banyak sekali tentengan barang-barang branded di kedua tangan ibu dan anak itu.


"Apa kita tidak apa-apa untuk berfoya-foya, mama?" tanya Jane pada sang ibu.


"Kamu tenang saja, papa berhasil melakukan penggelapan laporan keuangan. Jadi kita bisa berfoya-foya untuk saat ini," jawab Emily dengan tanpa dosa.


"A-apa? Papa bilang dia akan berhenti korupsi?" tanya Jane tercekat.


"Untuk saat ini biarkan saja. Kamu nikmati saja hasil jerih payah papamu itu, setelah kamu menikah dengan Chandika balas budilah," ujar Emily mewanti-wanti.


"Ya, mama," jawab Jane.


Gadis blaster itu mengelus perutnya yang masih rata itu, dia berharap jika dia benar-benar akan menikah dengan Chandika. Dengan begitu dia akan bahagia dan sang ayah tidak akan melakukan korupsi lagi.


Bug


Seseorang menabrak Jane hingga gadis itu terjatuh.


"Akh!" jaritnya karena merasakan perutnya kram seketika.


"Ah, maaf. Aku tidak sengaja," kata seorang perempuan yang menabraknya itu.


Jane mendongak melihat perempuan itu. Dia melebarkan mata jadenya, perempuan itu adalah Cherika. Gadis yang dicintai pemuda tercintanya. Dia baru tahu jika Cherika sudah sadar dari koma.


Apa Cherika sengaja menabrak dirinya?


"Sa-sakit.. ugh.." rintih Jane merasakan sakit pada perutnya.


"Jane kamu tidak apa-apa?" tanya Emily yang langsung membantu putrinya bangkit.


"Mama..."


Jane langsung tidak sadarkan diri.


Cherika yang baru menyadari orang yang ditabraknya adalah Jane tentu saja terkejut, apalagi gadis itu langsung pingsan.


Salahkan Icha yang bercanda dan tidak sengaja mendorongnya hingga menabrak Jane. Seharusnya dia memang tidak pergi ke mall bersama Icha dan Clara.


Cherika langsung membantu Emily untuk membawa Jane ke rumah sakit.

__ADS_1


_To Be Continued_


__ADS_2