
Sudah beberapa hari ini Arsya terlihat lebih pendiam dan tidak seperti biasanya. Hal itu pula yang membuat Sila merasa bingung dengan sikap suaminya. Meski Arsya tak marah padanya namun melihat suaminya yang nampak murung membuatnya merasa gelisah.
" Reno, sebaiknya aku bertanya padanya nanti. Ada apa sebenarnya kenapa dia terlihat sedih beberapa hari ini". Batin Sila yang memperhatikan sikap suaminya.
Setelah Arsya berangkat. Sila segera bersiap - siap untuk menuju Restonya. Hari ini ia akan berkunjung dan mengecek Resto karena sudah lama tidak berkunjung. Sekaligus untuk bertemu dengan Reno Asisten suaminya untuk bertanya tentang suaminya.
Ditempat berbeda Arsya sudah sampai di ruangan CEO dan langsung menghempaskan tubuhnya di kursi kebesarannya.
" apa anda membutuhkan sesuatu Tuan!, Reno berusaha memecahkan kesunyian diantara mereka.
" apa jadwalku hari ini, batalkan pertemuan yang bisa ditunda". Ucap Arsya singkat dan membuka berkas yang menumpuk di mejanya.
Reno segera keruangannya untuk mengecek kembali jadwal Arsya. Sesuai permintaan sang Bos. Reno menjadwal ulang agenda Arsya hari ini. Reno kembali keruangan Arsya dan menyampaikan jadwal hari kegiatannya. Hanya ada satu pertemuan dengan cliennya yang tidak bisa dibatalkan karena sudah dijadwalkan iauh jauh hari.
" jika tidak ada hal yang dibutuhkan saya ingin keluar, Nona Sila meminta saya menemuinya di Restonya Tuan". Arsya yang mendengar ucapan Reno segera menghentikan kegiatannya dan menatap Reno dengan penuh selidik.
" untuk apa istriku memintamu menemuinya?. Tanya Arsya ketus. Meski Reno adalah Asistennya dan sudah sering bertemu dan pergi bersama mereka. tapi tetap saja ia akan merasa cemburu jika ada laki laki lain yang ingin menemui istrinya tanpa adanya dirinya.
__ADS_1
Reno dibuat bingung oleh pertanyaan Arsya. bagaimana ia akan menjawab pertanyaan laki laki yang pencemburu dan posesif seperti bosnya itu. Sedangkan Sila tidak memberitahu tujuannya meminta bertemu dengan dirinya.
" saya tidak tahu Tuan. Untuk apa Nona Sila mengajak saya bertemu. Nona hanya bilang meminta saya menemuinya di Resto jika ada waktu". Jawab polos Reno karena memang ia tidak tahu alasannya dan tujuan Sila.
Arsya semakin kesal mendengar jawaban dari Asistennya. Tak biasanya Sila ingin bertemu dengan laki laki selain dirinya. Pikiran negatif mulai membayangi pikirannya. Namun ia masih tak percaya jika Sila akan menghianati dirinya. Dan berusaha berpikir positif pada istri dan juga Asistennya.
" jika Tuan tidak mengizinkan saya akan memberi kabar pada Nona Sila. Agar Nona tidak menunggu saya". Reno berusaha memecah lamunan Arsya. Jujur saja Reno merasa serba salah di posisinya saat ini. karena berada ditengah tengah suami istri yang sedang galau.
" istss... Pergilah. Ingat jaga jarak dengan istriku. Dan kabarkan padaku apa yang disampaikan istriku padamu". Dengan perasaan kesal Arsya memberikan izin kepada Reno untuk bertemu dengan istrinya.
Setelah kepergian Reno. Arsya kembali melanjutkan pekerjaannya. Ia tak ingin larut dalam pikiran negatifnya tentang istri dan Asistennya.
" kok lama sekali, apa dia tak mendapatkan izin dari Arsya". Batin Sila khawatir jika ternyata Reno tak dapat menemuinya. Sila menyibukkan diri dengan laporan yang ada di depannya. Sambil berharap harap cemas atas kehadiran Reno. Ia ingin sekali mengorek informasi mengenai suaminya dari Asistennya.
tok tok tok... bunyi pintu diketuk oleh seseorang. Sila beranjak dari tempat duduknya dan membuka pintu ruangan. Senyum menghiasi wajahnya rupanya orang yang sedang ditunggunya sudah berada dihadapannya.
" silahkan masuk Asisten Reno. Saya kira kau tak bisa datang menemuiku". Sila mempersilakan Reno untuk masuk. Namun Reno tetap berada pada posisinya.
__ADS_1
" bisakah kita mengobrol ditempat yang terbuka Nona. Saya takut ada salah paham jika kita berada diruangan ini berdua". Reno berusaha menjelaskan ketidak nyamanannya pada Sila.
Sila yang paham maksud Reno hanya menganggukan kepala tanda setuju. Ia yakin jika suaminya itu pasti memberikan pesan yang aneh aneh pada Asistennya.
Sila segera melangkah mendahului Asisten Reno menuju meja pelanggan yang berada di outdoor dan mempersilahkan Asisten Reno untuk duduk .
" langsung saja pada tujuanku ingin bertemu denganmu, aku yakin Bos mu juga sudah mengingatkan mu untuk tidak lama lama bertemu denganku. Aku hanya ingin tahu kenapa suamiku akhir akhir ini terlihat murung dan sedih. Aku merasa ada yang ditutup tutupi dariku dan tidak ingin membaginya denganku". Sila memberondong Asisten Reno dengan pertanyaan.
" syukurlah jika Nona sudah tahu dengan Sikap Tuan. Itu meringankan beban saya karena tidak harus menjelaskan pada Nona. Tentang sikap Tuan apa Nona sudah bertanya langsung pada Tuan tentang hal itu". Reno balik bertanya pada Sila karena takut terjadi kesalahan atas tindakannya.
" aku sudah melakukan hal itu. Tapi suamiku hanya bilang jika ia merasa lelah saja. untuk itu aku ingin penjelasan darimu. Kau jangan coba coba untuk menutupi sesuatu dariku jika tidak aku akan mengadukannya pada Oma Cintya". Sila mengeluarkan jurus mautnya agar Reno mau berkata jujur padanya.
" ini suami istri sama saja. Sukanya mengintimidasiku. Semoga kalian selalu rukun dan bahagia. Agar aku bisa bekerja dengan tenang". Batin Reno mengumpat suami istri itu dalam hati.
" baiklah Nona, saya akan menyampaikan apa yang saya ketahui. Agar anda juga tidak mengadukan saya pada Oma Cintya". Reno pun mulai bercerita tentang pertemuan Arsya dengan Dokter Joe di Rumah sakit bersama dirinya. tentang keinginan Arsya yang ingin memiliki momongan dari Sila dan tentang pengobatannya yang sampai saat ini masih dijalaninya dan belum berhasil untuk membuat keinginan Arsya terpenuhi.
Sila menarik napas dalam dalam mendengar penjelasan Asisten Reno. ia cukup mengerti bagaimana perasaan suaminya saat ini. semoga saja hal ini tidak berlarut larut dan Arsya bisa kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
" itulah yang saya ketahui Nona. Dan saya harap anda bisa mengembalikan Tuan pada keadaan semula. Jika tidak maka kita berdua yang akan kerepotan menghadapinya". Reno mengakhiri penjelasannya pada Sila dan berharap wanita dihadapannya itu bisa diajak kerja sama. Jika tidak maka pekerjaannya akan bertambah menghadapi bayi tua yang sedang mode sedih dan galau.
" terima kasih atas informasinya. Saya akan berusaha untuk membujuk dan menghiburnya. Semoga saja saya berhasil". Setelah dirasa cukup dengan penjelasan itu. Asisten Reno segera undur diri untuk kembali ke kantor. Arsya pasti sudah menunggunya dan akan mencecarnya dengan pertanyaan pertanyaan gilanya. Sedangkan Sila masih duduk dikursinya dan berpikir bagaimana menghadapi Arsya dan membuat Arsya kembali seperti biasanya.