Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 32


__ADS_3

", mama bolehkah aku berenang, sudah lama aku tidak berenang ma", tanya Dania kepada Sila dengan merengek agar Sila mengabulkan permintaannya.


", ini sudah malam sayang, takut nanti adek kedinginan dan masuk angin", jelas Sila agar Dania mengerti situasinya.


Dania hanya diam dengan wajah sedih, matanya mulai berkaca - kaca menahan tangisnya. Arsya yang melihat hal itu merasa sangat sedih dan tidak tega, tapi apa yang dikatakan Sila ada benarnya, dan ia merasa tidak mempunyai hak untuk memberikan izin kepada Dania.


", om ganteng, tolong bujuk mama, Dania sangat ingin berenang om", bujuk Dania kepada Arsya.


Sila yang melihat tingkah Dania merasa iba, tidak dipungkiri semenjak kejadian tentang Adit , kehidupan kedua anaknya sungguh jauh dari keramaian tidak seperti sebelumnya, wajar jika Dania sangat ingin berenang saat ini.


Arsya memberikan isyarat kepada Sila, agar memberikan izin kepada Dania, dengan berat hati Sila menganggukkan kepalanya, tanda setuju pada Arsya.


", ayo ikut dengan Om, kita ganti baju dulu baru berenang", ucap Arsya kepada Dania, mendengar hal itu wajah yang tadinya sedih menjadi kembali ceria. Arsya mengandeng tangan mungil itu bersamanya.


Oma Cintya, Dion, Reno yang melihat sikap Arsya kepada Dania, merasa sangat bahagia, bocah kecil itu mampu membuat Arsya kembali merasakan kehangatan dan keceriaan tidak seperti biasanya yang kaku dan dingin.


setelah menikmati dinner bersama, mereka memutus untuk bersantai dan bercerita bersama. Oma Cintya yang melihat tingkah Adit mengingatkannya akan keadaan Arsya dahulu.

__ADS_1


", kau pasti sangat berat menjalani hari - harimu, dan pasti sangat kuatir dengan keadaannya", Ucap Oma Cintya sambil memandang Adit dengan perasaan iba.


Sila merasa tersanjung atas perhatian Oma Cintya kepadanya, ia merasa mempunyai seorang ibu yang mengerti keadaannya.


", aku sangat kuatir akan keadaannya Oma, bahkan aku tak tahu bagaimana kedepannya", jelas Sila dengan Sendu menatap putranya.


", biarkan Oma membantumu dalam masalah putramu, aku juga ingin membalas semua kebaikan yang dilakukan oleh Oma Laura dan kedua orang tuamu dahulu kepada keluarga Oma, anggaplah aku Oma Laura yang juga ingin melihat cucunya bahagia", jelas Oma Cintya dengan menggenggam tangan Sila Erat yang mengisyaratkan bahwa ia tulus dan sungguh - sungguh.


setitik air bening menetes tanpa bisa Sila tahan, ia terharu akan perhatian Oma Cintya, selama ini ia merasa sendiri menghadapi segala kepahitan hidupnya, hanya Vania yang ia punya, namun Oma Cintya seakan mengembalikan kasih sayang seorang Oma yang telah lama hilang dari hidupnya.


", sudahlah jangan menangis, kau tak perlu merasa sungkan pada Oma, anggap aku Oma mu", ucap Oma Cintya dengan mengusap pundak Sila yang masih dalam pelukannya.


", aku akan bicarakan dengan Adit, jika dia tak keberatan mulai besok aku akan mengantarnya kesini", lanjut Sila yang di setujui oleh Oma Cintya.


interaksi antara Sila dan Oma Cintya tak luput dari perhatian Adit, yang sejak tadi hanya duduk terdiam, ntah apa yang dipikirkan olehnya, namun ada sedikit senyuman yang terlewatkan dari perhatian mereka semua.


Arsya dan Dania sangat menikmati olah raga renang malam mereka, Sila berusaha untuk tak melihat mereka, karena malu melihat dada sixpack milik Arsya. Arsya dan Dania tertawa berdua, ntah apa yang mereka tertawakan, melihat keakraban mereka mungkin banyak orang yang akan menduga jika mereka adalah anak dan ayahnya.

__ADS_1


", Dania sayang sudah satu jam kalian berenang, sudah dulu ya, mama takut kamu kedinginan", rayu Sila kepada putrinya.


Dania hanya mengangguk menuruti permintaan mamanya, dan segera naik keatas.


", biarkan aku saja yang mengendong Dania, di kamarku saja agat Dania bisa bilas dengan air hangat, aku akan menggunakan kamar mandi Reno", ucap Arsya dan mengendong tubuh kecil Dania yang diikuti oleh Sila.


Sila merasakan ada debaran yang tak terkontrol dari jantungnya melihat tubuh Arsya yang sangat proporsional, sebagai wanita normal Sila sangat terbuai oleh pemandangan dihadapannya.


waktu sudah menunjukkan jam sepuluh malam, Dania dan Adit juga sudah sangat mengantuk, Sila meminta ijin kepada Oma cintya untuk pulang dan tak lupa pula ia berterima kasih atas makan malam bersama.


Arsya bersama supirnya mengantarkan keluarga kecil Sila untuk menuju rumahnya, sebenarnya Arsya tak perlu ikut dengannya, namun bos satu ini tak membiarkannya pulang tanpa dirinya ikut serta.


", biarkan aku yang mengendong Dania, kau masuklah dulu dan tunjukkan dimana kamarnya", ucap Arsya memberikan perintah pada Sila setelah sampai dirumahnya, dan Dania sedang tertidur lelap.


Sila berjalan terlebih dahulu dan membawa Adit bersamanya, Arsya mengikutinya dari belakang, dengan hati - hati Arsya meletakkan tubuh Dania di ranjangnya agar gadis manis itu tidak terbangun. Sila juga sudah mengantarkan Adit dari kamarnya dan mereka sama - sama keluar dari kamar kedua buah hati Sila yang kamarnya saling berhadapan.


pandangan mata mereka saling beradu, yang membuat Sila merasa salah tingkah, sedangkan Arsya bergaya cool untuk menghilangkan rasa nervous.

__ADS_1


", aku pulang dulu, segeralah tidur dan beristirahat, besok kau harus kekantor bukan", ucap Arsya dengan lembut pada Sila.


", terima kasih atas hari ini, hati - hati di jalan", jawab Sila dengan perasaan malu.


__ADS_2