
Arsya bangun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Arsya merendam tubuhnya di bath up yang berisi air hangat. Setelah menghabiskan waktu 30 menit Arsya menyudahi aktivitasnya.
Arsya sudah berpakaian rapi dengan setelan jas abu abu yang membuatnya semakin memancarkan aura ketampanannya.
" Dimana". Arsya menghubungi Asistennya.
" Saya di kantor Tuan". Setelah mengetahui posisi Asistennya Arsya langsung memutuskan sambungan telponnya secara sepihak.
Arsya berjalan keluar kamar dan menuju garasi mobilnya. Beberapa Asisten rumah tangganya melihatnya dengan penuh tanda tanya sekaligus bahagia. Karena sang Tuan sudah mau keluar dari kamarnya.
Pak Dion dan Oma Cintya menyaksikan pergerakan Arsya dari cctv yang ada dikamar Oma Cintya. Hatinya merasa senang sekarang cucunya sudah mau keluar dari kamarnya. tidak seperti beberapa hari yang lalu yang hanya mengurung diri di kamar.
" Sepertinya Tuan Muda sudah mulai mau beraktivitas Nyonya". Ucap pak Dion.
" Aku harap begitu Dion. Aku sudah terlalu Tua jika harus terus mengurusnya. Dia harus bisa menyelesaikan masalahnya sendiri dan tetap kuat. Jika nanti aku sudah tiada kamu dan putramu harus menjaganya untukku". Pesan Oma Cintya.
Pak Dion hanya mengangguk dan diam mendengar ucapan Oma Cintya. Ia tahu kekhawatiran sang bos pada cucunya. Dan ia juga sudah berjanji akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk keluarga Mahesa.
****
Arsya memasuki kantor dengan langkah tegak dan tatapan mata yang dingin. Karyawan kantor yang berpapasan dengannya membungkuk badannya sebagai tanda hormat. Namun Arsya tak sedikit pun melihat atau menanggapinya.
braaakk
Arsya membuka pintu ruangannya dengan kasar sehingga menimbulkan suara. Reno yang ada di ruangan itu dibuat terkejut karena sedang fokus pada laptop miliknya sedang memeriksa beberapa berkas.
" Tuan". Reno menyapa Arsya.
" Hem ". Lalu duduk di kursinya.
Reno menyodorkan beberapa berkas yang harus ditanda tangani oleh Arsya. Selama hampir satu bulan tidak masuk kantor banyak berkas yang menumpuk di meja menanti tandatangannya. Sedangkan Reno selama itu juga mengantikan tugas tugas Arsya.
" Apa kau sudah mencari siapa yang mengirimkan foto itu ". Tanya Arsya yang masih fokus pada pekerjaannya.
Reno tak langsung menjawab. Karena bingung jika yang melakukan itu ternyata istri Aldi sendiri.
__ADS_1
" Kau tak mendengar ku atau kau menutupi sesuatu dariku".
" Ti tidak Tuan". Jawab Reno gugup.
" Lalu". Arsya masih terus membubuhkan tanda tangan di berkas berkas yang menumpuk di mejanya.
Reno menarik napas dalam dalam dan berdoa semoga Arsya tidak mengamuk lagi.
" sebenarnya saya sudah menemukan pelakunya. Hanya saja saya menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu Tuan". Ucapnya hati hati.
" Siapa".
" Di.. Dia Nona Sonia". Arsya langsung menghentikan aktifitasnya mendengar naka yang tidak asing baginya. Lalu menatap tajam Asistennya seolah meyakinkan pendengarannya.
" Sonia istri Aldi".
" iya Tuan " jawab Reno pelan.
" Kenapa dia melakukan itu. Selama ini Sila tidak pernah mengusiknya". Tanya Arsya.
" Lalu dimana Sonia sekarang".
" saya sudah memasukkannya ke penjara Tuan".
" Apa Aldi mengetahuinya".
" Tuan Aldi sudah memyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak hukum. Dan Tuan Aldi sudah menceraikan Nona Sonia sejak mendekam di penjara". jawab Reno.
Arsya menghentikan pekerjaannya lalu beranjak dari kursinya.
" hubungi Aldi agar menemui ku di Resto Sila sekarang juga". Titah Arsya.
Reno menghubungi Aldi dan menyampaikan perintah sang bos. Reno mengikuti langkah Arsya menuju mobilnya dan Arsya melemparkan kunci mobilnya pada Asistennya. Arsya masuk ke dalam mobilnya di ikuti oleh Asistennya.
" Kita mau kemana Tuan". Tanya Reno untuk memastikan.
__ADS_1
" Resto". Jawab Arsya singkat.
Reno yang duduk dibelakang kemudi pangsung melajukan mobilnya menuju Resto milik Sila. Jalanan cukup padat karena bertepatan dengan jam makan siang. Tentu saja membuat perjalanan mereka sedikit terhambat.
Setelah menempuh perjalanan 1 jam akhirnya mereka sampai ditempat tujuan. Arsya langsung menuju ruangan yang biasa ia gunakan saat bersama Sila. Bayangan Sila saat ia mengambilkan makanan untuknya menari nari di depan matanya. Hatinya mulai sakit mengingat itu semua. Namun ia berusaha untuk menguasai diri agar tidak menangis dan down kembali.
" Aku akan segera menemukanmu. Tunggu aku". Batin Arsya.
Sedangkan Reno menemui wanita yang selalu mampu membuatnya salah tingkah. Sandra. gadis itu yang mencuri hati Reno. Namun Reno masih ragu karena takut tak mampu membagi waktu untuknya. hingga ia memilih memendam rasa itu hingga saat ini.
Reno mencari informasi tentang Sila melalui Asistennya. Namun info yang di dapat tidak sesuai harapannya. Tak ingin memaksa dan berdebat dengan Sandra akhirnya Reno memilih untuk mengalah dan memesan makanan untuk dirinya dan juga Arsya.
Setelah 30 menit menunggu. Akhirnya pesanan mereka datang. Arsya melihat hidangan yang tersusun rapi di meja. Hatinya kembali teringat akan istrinya yang kini entah dimana. semua yang terhidang di meja adalah makanan yang biasa di pesan oleh Sila. Arsya menarik napas dalam dalam untuk menguasai dirinya. Lalu mengambil makanan yang ada karena sudah sangat kelaparan.
" Maaf aku terlambat ". Aldi nampak tergesa gesa memasuki ruangan yang sudah ditunjukkan oleh Sandra padanya.
" Hem "
" Silahkan duduk Tuan". Ucap Reno mempersilahkan. Sedangkan Arsya masih menikmati makan siangnya.
" Aku tak akan berbasa basi padamu. Tujuanku mengajakmu bertemu di sini ingin membahas Sonia istrimu". Ucap Arsya setelah menyudahi makan siangnya.
" Dia sekarang mantan istriku Tuan. Bukan istriku lagi". Jawab Aldi mengkonfirmasi.
" Hem... Kau ternyata memang laki laki brengsek ya. Dalam keadaan seperti itu kau malah menceraikannya". Sinis Arsya.
" Sudah lama saya ingin menceraikannya tapi dia selalu menolak. Saya sudah capek dengan semua tingkah lakunya yang membuat saya pusing. Saya sudah tidak dapat mentolerir lagi karena dia sudah membuat Sila menderita". Ucap Aldi menunduk.
" Baiklah jika begitu keadaannya. Itu artinya aku bebas melakukan apa saja terhadap Sonia. Dan aku harap kau tidak akan mencampuri urusanku". Ucap Arsya tegas.
" satu lagi. Kau boleh mencintai Sila hingga kini. Tapi yang perlu kau tahu. Sila adalah istriku. Aku tidak akan membiarkan siapa pun untuk mengambilnya dariku. Jadi jangan pernah mengharapkan Sila kembali. Aku menghargai mu karena kau ayah kandung dari anak sambungku. Selebihnya kau tetap rivalku yang tetap harus aku waspadai. Jadi jangan coba coba mendekati Sila apalagi ingin mengambilnya dariku. Jika tidak ingin hidupmu menderita". Ucap Arsya mengintimidasi.
Aldi yang mendengar ucapan Arsya menelan ludahnya dengan susah payah. Baru kali ini ia melihat Arsya yang sungguh berbeda dari sebelumnya. Aura yang ditampilkan nampak dingin dan menakutkan ditambah tatapan matanya yang tajam seolah ingin membunuhnya.
" Karena kau datang terlambat. Silahkan nikmati makan siangmu seorang diri. Aku dan Reno masih ada urusan yang lain. Aku sudah membayar tagihannya". Arsya berdiri meninggalkan ruangan itu. Diikuti oleh Reno. Sedangkan Aldi hanya diam terpaku melihat kepergian Arsya.
__ADS_1
" Kenapa dia menyeramkan sekali sekarang. Apa dia punya kepribadian ganda. Ah masa bodoh. sebaiknya aku makan saja. Aku sudah sangat lapar". Batin Aldi dan segera menikmati makan siangnya.