Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 23


__ADS_3

setelah melewati perdebatan kecil dengan Arsya, akhirnya sang bos mau mengalah dan ikut Reno ke jakarta, tentu saja dengan Syarat Sila harus ikut pindah ke jakarta. Sila tidak keberatan jika ia harus ikut, justru Sila merasa bahagia, karena akan mudah baginya untuk bertemu dengan buah hatinya.


tepat jam 9 malam Oma Cintya tiba di mansion yang ditinggali oleh cucunya dan Reno, mansion yang megah dan luas, sudah bertahun - tahun Oma cintya tidak mengunjungi mansion ini, karena selalu teringat dengan kedua orang tua Arsya, putri satu - satunya yang harus pergi karena kecelakaan yang menimpanya, kenangan bersama putri dan menantunya membuat ia bersedih ketika tinggal di mansion itu, sehingga ia memilih tinggal di perancis dan mengurus perusahaan peninggalan menantu dan suaminya.


", aku lelah sekali, mungkin karena faktor usia sehingga mudah sekali lelah", ucapnya dan langsung menuju kamarnya.


Dion segera memerintahkan asisten rumah tangga menyiapkan keperluan Oma Cintya dan makan malam mereka.


", Dion... perintahkan anak - anak nakal untuk menemui ku besok, aku lelah ingin istirahat", ucapnya dan meninggalkan meja makan.


setelah menikmati makan malamnya, Oma Cintya bergegas ke kamarnya kembali untuk beristirahat, perjalanan selama 16 jam di pesawat benar - benar melelahkan baginya.


Dion pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat, baru saja ia akan membaringkan tubuhnya, pintu kamarnya diketuk oleh seseorang, dengan malas ia beranjak dari ranjangnya dan membukakan pintu.

__ADS_1


", kau sungguh tak sopan, ayahmu butuh istirahat apa kau tak paham itu", ucapnya kesal kepada putranya.


", ini semua juga gara - gara Ayah, kenapa melaporkan semuanya kepada Oma Cintya", ucapnya ketus kepada Ayahnya.


", itu sudah menjadi pekerjaanku, kau ini seperti tidak tahu saja, tanpa aku beritahu oma Cintya akan tetap mengetahuinya, seharusnya kau sadar itu!, jelas Dion yang merasa dirinya disalahkan oleh Reno.


", kau ini, bukannya memelukku atau menyambut ku malah kau datang hanya untuk menyalahkan ku, apa kau tidak rindu pada Ayah", erangnya sebal kepada putra kesayangannya.


", maafkan aku Ayah, aku hanya takut kepada Oma Cintya", jelasnya memeluk sang Ayah.


", aku takut jika mengecewakan Oma, ayah... ", ucapnya sendu.


****

__ADS_1


setelah sarapan pagi, Oma Cintya, Arsya, Reno, Dion berkumpul di ruang kerja milik Arsya.


", Reno... apa kau ingin menjelaskan sesuatu", tanya oma Cintya dengan tegas dan lantang.


", jangan kalian pikir saya di Perancis tidak mengetahui apa yang terjadi disini ", lanjutnya lagi yang membuat dua pemuda itu tertunduk.


", Arsya, kau keturunanku, kenapa sifat mu tak mewarisi sifat Opa atau Oma, kau terlalu mudah kasihan seperti mamamu!, dalam dunia bisnis jika kau lemah dan mudah kasihan maka kau yang akan dihancurkan, dunia ini tak seperti apa yang kamu pikirkan, mereka akan memanfaatkan kelemahan mu dan mudah bagi mereka untuk menghancurkan mu, kau dengar itu Arsya", ucap Oma Cintya pada cucu semata wayangnya.


", kau jangan mewarisi sifat mamamu, karena sifat mamamu yang lembut, mudah kasihan akhirnya dia meninggalkan kita ", Lanjut oma Cintya.


Arsya yang tak paham atas ucapan Omanya, mencoba mencernanya.


", maksud Oma, mama dan papa tidak meninggal karena kecelakaan?, tanya Arsya pada Omanya.

__ADS_1


Oma Cintya menganggukkan kepala dan menerawang mengingat masa lalu dan menceritakan kejadian yang sebenarnya.


__ADS_2