Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 78


__ADS_3

Arsya pulang ke Mansion dengan hati yang berbunga - bunga, lamaran yang selalu ditolak oleh wanita pujaannya kini akhirnya bisa diterima dengan baik. rasa tak sabar ingin memberitahukan hal ini pada Oma Cintya, namun Arsya memilih untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum menemui Oma Cintya di kamarnya.


" Oma ", panggil Arsya dan masuk setelah mengetuk pintu kamar milik Oma Cintya.


Oma yang sedang membaca buku, segera menutup buku itu lalu menatap cucu tunggalnya.


" sudah lama sekali Oma tidak melihat senyum mu itu, apa kau sangat bahagia hari ini?, tanya Oma Cintya pada Arsya yang sudah duduk disampingnya.


" aku sangat bahagia Oma, karena itu aku mencari Oma ke sini" ucap Arsya sambil memijit pelan kaki renta Oma Cintya.


" aku sangat tidak sabar mendengar kabar yang membuat cucuku bisa tersenyum kembali" ungkap Oma Cintya penasaran.


" ini soal aku dan Sila Oma, Sila bersedia menikah denganku, tapi Sila tidak ingin pernikahan kami di publikasikan terlebih dahulu, ia ingin menikah secara sederhana dan tertutup saja", jelas Arsya pada Oma.


" apa kau menyanggupi persyaratannya?, tanya Oma Cintya pada cucunya.


Arsya hanya mengangguk tanda ia menyetujui syarat yang di ajukan oleh Sila, baginya yang terpenting adalah bisa meresmikan kisah cintanya dengan Sila itu yang utama.


" jika kau sudah setuju, maka Oma pun tak bisa memaksamu untuk merubahnya, jika pernikahan sederhana tak perlu menunggu lama dan persiapan, bukankah baju pengantin kalian juga sudah siap tinggal menentukan harinya" jawab Oma Cintya pada Arsya.


" kami akan menikah sesuai rencana Oma, dua hari lagi di Mansion ini", ucap Arsya singkat.


Oma bahagia melihat cucu satu - satunya bisa kembali tersenyum dan merasakan kebahagiaan.


" semoga ini pernikahan terakhir kalian, jangan ada kata perceraian, jadilah suami yang baik untuk istrimu, dan jadi papa yang baik buat anak - anakmu, meski mereka bukan darah daging mu sendiri", nasehat Oma Cintya pada Arsya.


****

__ADS_1


" bagaimana Saksi, SAH..... ", tanya penghulu kepada saksi Ijab Qabul antara Arsya dan Sila.


" SAH ", jawab para saksi.


Arsya mencium kening sang istri lalu memasangkan cincin berlian di jari manis Sila yang diberikannya sebagai mas kawinnya.


Sila kemudian mencium punggung tangan kanan Arsya sebagai tanda hormat dan baktinya pada sang suami.


Dania dan Adit ikut bahagia melihat sang mama bahagia bersama laki - laki yang sudah mereka kenal dan anggap sebagai pengganti papa mereka.


Arsya dan Sila menjalani prosesi sungkeman pada Oma Cintya, karena hanya tinggal Oma Cintya lah yang mereka punya saat ini. prosesi itu berjalan dengan penuh haru dan air mata bahagia, akhirnya Oma Cintya bisa melihat cucu kesayangannya menikah untuk yang kedua kali, dan memeluk Arsya dan Sila saling bergantian.


lalu kedua pengantin itu mendekati kedua anak mereka, dan saling berpelukan. Adit menangis di pelukan sang mama, ntah apa yang dipikirkan oleh anak laki - laki itu, lalu berpindah pada Arsya dan memeluk papa barunya.


" tolong jaga mamaku Om, jika kau menyakitinya maka aku berjanji akan membuat perhitungan denganmu", ucap Adit lirih ditelinga Arsya namun mampu membuat Arsya tertegun mendengar ucapan anak tirinya.


Vania memeluk erat sahabatnya, akhirnya sahabatnya itu memiliki seseorang yang akan menjaga dan menyayanginya.


" selamat ya Sil, semoga kamu selalu bahagia bersama keluarga barumu, tak ada lagi rasa sakit yang akan kamu alami", ucap Vania pada sahabatnya dengan penuh rasa haru dan air mata bahagia.


Sila tak dapat berkata apa - apa lagi, ia bersyukur karena dikelilingi oleh orang - orang baik seperti Vania dan Arsya. sehingga bisa bertahan dan kuat menghadapi segala ujian hidupnya.


setelah usai menjalani acara pernikahan sederhananya di Mansion Arsya, lalu Arsya membawa keluarga dan juga sahabatnya untuk ikut menginap di Hotel Bintang 5 yang tentu saja Hotel milik Mhs Group.


" apa kau bahagia menjadi istriku" tanya Arsya pada Sila saat mereka sudah berada di dalam kamar Hotel.


Arsya memeluk istrinya dari belakang sambil mencium tengkuk leher Sila, yang membuat tubuh Sila terasa berbeda, sudah lama ia tak merasakan hal itu yang membuatnya menikmati sentuhan - sentuhan kecil Arsya.

__ADS_1


" tolong hentikan sayang, nanti anak - anak melihat kita", ucap Sila pada Arsya, ia tak ingin terlalu jauh terlena oleh sentuhan Arsya meski pikirannya menolak namun tubuhnya berkata lain yang ingin memintanya lebih.


meski sudah SAH menjadi suami istri secara Agama dan Negara namun Sila seolah belum siap untuk melakukan hubungan itu bersama Arsya, bukan karena tidak mencintainya, namun rasa takutnya justru mendominasi dirinya saat ini.


" aku hanya ingin mencium mu saja, tidak lebih, aku tidak akan memaksamu jika kamu belum siap melakukannya", ucap Arsya lembut sambil membelai pipi mulus istrinya.


Sila merasa beruntung memiliki Arsya saat ini, laki - laki yang kini berstatus suaminya bisa mengerti keinginannya.


Arsya mengajak Sila berbaring di ranjang Hotel, dan menjadikan lengannya sebagai bantal untuk Sila membuat mereka sangat dekat dan saling berpelukan. Sila mencium pipi suaminya dengan malu - malu, membuat Arsya tersenyum dan membalas mengecup kening istrinya, lalu saling mempererat pelukan mereka .


wangi maskulin tubuh Arsya membuat Sila merasakan ketenangan hingga mampu membuat wanita itu tertidur pulas, setelah menyadari Sila telah tidur dengan nyenyak, Arsya segera memindahkan kepala istrinya agar bisa tidur dengan nyaman, lalu Arsya bangkit dari tidurnya dan meraih handphonenya yang berada di atas nakas.


" Hallo Nyonya, dimana kedua anakku", tanya Arsya pada Vania.


Vania sengaja membawa kedua anak Sila bersamanya, untuk memberikan ruang pada pengantin baru itu untuk berdua tanpa ada gangguan dari Adit dan Dania.


setelah mengetahui posisi Adit dan Dania, Arsya segera keluar untuk menyusul mereka setelah meninggalkan pesan pada Sila terlebih dahulu, agar Sila tak mencarinya ketika sudah bangun.


" daddy,...!, Dania memanggil Arsya ketika melihatnya sedang berjalan mendekati mereka.


Arsya terkejut dengan panggilan Dania untuknya, yang sudah berubah dari Om Ganteng menjadi Daddy, begitu juga dengan Adit.


Arsya menatap Vania yang sedang menemani kedua anak tirinya berenang.


" terima kasih Nyonya, anda sudah mengajarkan kedua anakku untuk mengganti panggilannya untukku" ucap Arsya pada Vania.


" tidak perlu berterima kasih Tuan, saya hanya meminta mereka menganti panggilan untuk anda sesuai keinginan dan kenyamanan mereka berdua, dan mereka sangat pintar untuk memilih panggilan untuk anda", jelas Vania pada suami sahabatnya.

__ADS_1


Arsya pun tersenyum mendengar penjelasan dari Vania, meski kedua anak itu bukan darah dagingnya, namun Arsya tulus menyayangi mereka, karena saat ia kesepian dan terpuruk Allah mengirimkan kedua bocah itu untuk menghiburnya.


__ADS_2