Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 111 romantis


__ADS_3

Mereka kembali terlelap setelah melakukan olah raga siang. Lelah yang tak terkira itulah yang rasakan oleh tubuh Sila. Arsya benar benar mengurungnya seharian di kamar dan tidak mengizinkan ia melakukan kegiatan apa pun selain hanya melayaninya di ranjang.


Arsya melihat tubuh polos istrinya yang sedang meringkuk di bawah selimut. Sungguh ingin rasanya ia ingin memakan istrinya kembali tapi tak tega melihat istrinya yang masih sangat lelah. ntah mengapa Arsya tak mampu menahan hasratnya ketika melihat tubuh istrinya. seperti saat ini belutnya sudah mulai beraksi ketika ia melihat tubuh polos istrinya.


Arsya segera bangkit dari ranjangnya dengan pelan agar tidak membangunkan Sila. Arsya merendam tubuhnya di bath up untuk menidurkan kembali belutnya yang kini sudah mulai berulah yang membuat Arsya merasa kuwalahan.


Sila menggeliat dan meraba raba tempat disampingnya namun tidak menemukan Arsya di sana. Perlahan Sila membuka mata dan menatap seluruh isi kamar namun tak menemukan suaminya di sana. Terdengat samar samar gemericik air di kamar mandi.


" Kau sudah bangun". Arsya keluar dari kamar mandi dan melihat Sila yang duduk dipinggir ranjang dengan selimut yang membungkus tubuhnya.


Sila hanya mengangguk. Lalu berdiri dan berjalan untuk menuju kamar mandi. Namun baru dua kali melangkah Sila merasa sangat perih dan sakit di pangkal pahanya yang membuat ia menghentikan langkah dan berpegang pada ujung ranjangnya.


" ada apa? Arsya sedikit khawatir melihat Sila yang meringis.


" rasanya sakit dan pedih". Ucap Sila menunjuk pangkal pahanya.


" Maafkan aku yang membuatmu seperti ini". Arsya merasa sangat bersalah karena seharian memakan istrinya.


" Aku akan mengendongmu ke kamar mandi".Sila menatap tajam suaminya.


" aku janji hanya mengantarmu saja. Aku sudah mandi. Jangan mencurigaiku seperti itu". Jawab Arsya yang paham maksud Sila.


Arsya mengendong tubuh polos istrinya lalu meletakkannya di bath up dan mengisinya dengan air hangat agar tubuh Sila bisa lebih rileks.


" Mandilah. Setelah selesai panggil aku. Jangan di paksa jalan sendiri". Pesan Arsya lalu meninggalkan Sila di kamar mandi.


Setelah setengah jam berlalu Arsya membuka kamar mandi setelah mendengar Sila memanggilnya. Dengan telaten Arsya menyeka tubuh istrinya dengan handuk lalu menggendongnya menuju ranjang.


" Berbaringlah aku akan mengobati milikmu agar tidak terlalu sakit"


Sila sedikit ragu dengan permintaan suaminya. Namun ia tetap mengikuti petintah suaminya.


Perlahan Arsya membuka kimono yang menutupi tubuh istrinya lalu membuka kedua paha Sila agar memudahkannya untuk mengoles krim dibagian inti istrinya. Arsyanampak gusar karena belut nakalnya sudah mulai bereaksi melihat sarangnya. Namun dengan sekuat tenaga Arsya menahannya karena tidak ingin menyakiti istrinya.


" ternyata milikmu bengkak dan sedikit lecet. Apa ini sangat sakit?. Sila hanya tersenyum mendengar pertanyaan suaminya. Ia tak ingin suaminya merasa semakin bersalah padanya.

__ADS_1


" apa aku sebrutal itu sekarang".


" tidak sayang. Kamu hanya sangat perkasa sekarang. Tak perlu khawatir dia akan segera sembuh". Sila berusaha menghibur suaminya.


Arsya membetulkan kimono Sila. lalu ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya.


" bolehkah aku memelukmu".


" lakukanlah. Kenapa meminta izin. Biasanya kau selalu main serobot". Sindir Sila


Arsya memeluk erat tubuh Sila untuk menetralkan hasratnya yang sudah mulai naik. Sila menyadari jika suaminya sedang berusaha untuk menahan diri. Sesuatu yang mengeras di bawah sana yang menusuk nusuk perutnya ditambah lagi hembusan napas Arsya yang mulai tak beraturan.


" gantilah pakainmu. Aku akan mengajakmu jalan jalan malam ini". Arsya melepaskan pelukannya setelah dirasa cukup.


Mendengar kata jalan jalan Sila nampak gembira dan bersemangat. Tak dihiraukannya lagi rasa sakit dan pedih yang tadi dirasanya. Ia benar benar ingin menghirup udara bebas di luar sana setelah seharian dikurung di dalam kamar oleh suaminya.


Setelah keduanya rapi mereka segera berangkat dengan menggunakan mobil milik Arsya yang sudah terparkir rapi di depan rumah Sila.


" kita mau kemana sayang".


Mereka terus menyusuri jalan sekedar untuk mencuci mata. Malam minggu jalanan cukup padat karena kaum muda mudi yang ingin menghabiskan malam bersama pasangan.


" sayang aku ingin makan mie ayam di kedai itu". Sila menunjuk kedai mie ayam yang cukup ramai pengunjung.


" kita makan di Restoran saja ya. Aku tidak ingin kamu sakit makan di tempat seperti itu". Sila cemberut mendengar ocehan suaminya.


" apa kau lupa janjimu. Kau akan menuruti semua keinginan ku. Aku hanya minta mie ayam itu saja kau sudah melarangku. aku mogok makan saja". Ancam Sila lalu membuang pandangan keluar jendela.


Arsya terpaksa menuruti keinginan istrinya. Ia tidak ingin gara gara masalah sepele seperti ini membuat mereka bertengkar dan mengakibatkan malam ini ia tak mendapatkan jatah.


Sila sangat bahagia akhirnya seorang CEO MHS group mau makan di kedai mie ayam untuk kalangan menengah ke bawah. Sebenarnya kedai itu tempat langanan Sila ketika masih kulyah. Selain rasanya yang enak harganya juga ramah dikantong.


Sila memesan satu mangkok mie ayam komplit dan satu es jeruk. setelah menghabiskan pesanannya seorang diri Sila segera mengajak Arsya pergi dari sana. Karena melihat Arsya yang sejak tadi merasa tidak nyaman berada di keramaian.


" sekarang kita mau kemana". Sila memecah keheningan.

__ADS_1


" terserah kamu. Apa masih ada yang kamu inginkan". Jawab Arsya datar.


" tidak ada". Jawab Sila singkat.


Arsya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak ada pembicaraan diantara mereka berdua. Keduanya sama sama larut dalam angan masing masing. Hingga tak terasa Arsya menghentikan mobilnya di lobby Hotel miliknya. Yang membuat Sila sedikit mengerutkan keningnya.


Arsya turun dari mobil lalu berlari menuju pintu sebelah untuk membukakan pintu Sila. Arsya mengulurkan tangannya yang disambut oleh Sila.


" kenapa dia mendadak romantis begini". Batin Sila.


Arsya menggenggam tangan istrinya lalu menuju lift khusus untuknya lalu menekan tombol lantai paling atas tempat kamar pribadinya berada.


" kenapa gelap sekali. Apa lampunya mati". Ucap Sila Ketika memasuki kamar hotel


" tenanglah ada aku di sini. Mungkin lampunya konslet". Jawab Arsya asal.


Arsya menuntun tubuh Sila hingga sampai di balkon kamar hotel. Setelah mendudukan tubuh istrinya di kursi. Arsya segera menuju saklar untuk menghidupkan lampu.


sila sangat takjub melihat apa yang ada di depannya. Ternyata Arsya menyiapkan makan malam romantis untuk mereka berdua.


" apa kau menyukainya?.


" tentu aku sangat menyukainya. Ternyata suamiku bisa romantis juga".


Sila sungguh sangat sangat bahagia. Baru kali ini Arsya bersikap romantis padanya. Mereka menikmati makan malam romantis dengan hati yang berbunga bunga. Setelah selesai mereka menikmati indahnya bintang di langit sambil memandang gedung bertingkat yang berjajar dihadapan mereka.


" sudah malam ayo masuk". Sila hanya mengangguk menerima ajakan suaminya.


Sampai dikamar Sila dibuat tercengang melihat taburan mawar di atas ranjang big size milik Arsya.


" kau suka. Maaf baru bisa membuatkan mu seperti ini. Bisik Arsya yang memeluk tubuh istrinya dari belakang.


" aku sangat menyukainya. Terima kasih untuk malam ini" Sila berbalik dan memeluk tubuh kekar suaminya. Ia merasa seperti pengatin baru.


Arsya mengajak Sila berdansa mesti tanpa musik. Lalu perlahan mereka saling meyatukan bibir mereka. suasana yang romantis ikut mendukung kegiatan panas mereka. Arsya kembali mencumbu istrinya dan kembali pula menggaulinya. Mereka sama sama menikmati permainan dan saling memuaskan pasangannya.

__ADS_1


__ADS_2