
Arsya sudah memulai aktifitasnya kembali sebagai CEO MHS Group. Sejak kepulangannya semalam Arsya tak ingin mengistirahatkan dirinya. Ia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk kerja dan kerja.
Sila menggeliat dan menepuk nepuk tangannya di ranjang mencari keberadaan suaminya. Matanya menyisir seluruh ruangan kamar untuk mencari keberadaan Arsya. Namun tetap saja yang dicari tidak menunjukkan batang hidungnya.
Sila lalu bangkit dan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah rapi dan wangi ia turun untuk mengecek keadaan.
" bik.. Tuan mana kok gak kelihatan?. tanya Sila pada Artnya setelah ia menjatuhkan tubuhnya di kursi meja makan.
" Tuan sudah berangkat pagi pagi sambil mengantar Nona Dania ke sekolah, Nyonya ". Jawab sang Art dan melanjutkan pekerjaannya.
" cepat sekali dia kekantor. Apa dia sengaja untuk menghindari ku. Apa selama dua minggu dia akan seperti ini terus. Kenapa aku merasa sedih jika dia seperti ini. Aku sudah terbiasa dengan semua perhatiannya dan sekarang tiba tiba dia mencueki ku". Sila terus asyik dan berandai andai dengan lamunannya. Ia belum siap jika Arsya mengabaikan dan menghindarinya. Karena sudah terbiasa dengan sikap manis dan kasih sayang Arsya.
" sungguh berat rasanya jika itu benar terjadi. Dua minggu bukan waktu yang sebentar. batin Sila sedih dan tak bersemangat untuk sekedar menyantap sarapannya.
Sila kembali ke kamarnya dan meninggalkan sarapannya. Biasanya setiap pagi dia melayani suaminya dan sarapan bersama. Namun pagi ini ia merasa kesepian tanpa adanya mereka.
" halo van. Hari ini kamu sibuk gak?. Temani aku van". Sila meminta Vania untuk menemuinya di Resto. Hari ini ia akan mengunjungi Resto. Sila bersiap siap untuk berangkat ke Resto diantar oleh sang supir.
sesampainya di Resto masih terlihat sepi. Karyawannya masih mempersiapkan segala sesuatunya. Sila segera masuk ke dalam ruangannya setelah bertegur sapa dengan karyawannya.
" San tolong buatin aku coklat hangat ya". Sila menghubungi Asistennya. saat moodnya tidak sedang baik baik saja. Sila selalu memilih coklat hangat untuk mengembalikan moodnya. Sandra datang dengan membawa nampan yang berisi coklat hangat dan brownis kesukaan Sila.
__ADS_1
" apa ada lagi yang mbak perlukan?. Tanya Sandra setelah meletakan apa yang di minta oleh Sila.
" tidak San, makasih ya. Kalau ada Vania suruh langsung masuk ya". Ucap Sila pada Asistennya.
Sandra segera berlalu untuk menyelesaikan tugasnya dan memantau pekerjaan karyawan yang lainnya.
Tak berselang lama Vania sudah muncul di ruangannya. Seperti kebiasaannya Vania selalu nyelonong jika datang ke Resto sahabatnya.
" kebiasaan deh. Masuk gak pakai permisi atau ketuk pintu dulu. Ngagetin tau gak... ". Cerocos Sila yang ditanggapi dengan senyuman oleh Vania.
" bete amat sih Sil. Pagi pagi juga bukannya ngajak sarapan malah diomelin. Bukannya kamu baru pulang dari Paris semalam kok mukanya gak ada seneng senengnya sih". Omel balik Vania pada sahabatnya.
" aku ke Paris bukan untuk liburan atau bulan madu Van. Aku kesana buat temani Arsya menjalani pengobatannya. Justru karena itu aku sedih sekarang". Sila mengadu pada sahabatnya. Hanya kepada Vania tempat ia mencurahkan isi hatinya.
" iya aku sedih karena Arsya cuekin aku sejak pulang dari Paris. Dia tidur gak peluk aku. Pagi pagi aku bangun dia udah ke kantor. Aku sudah terbiasa tidur dalam pelukannya Van dan terbiasa mencium aroma tubuhnya. Terbiasa sarapan bersama. Apa mungkin karena Dokter melarang kami untuk tidak berhubungan intim selama dua minggu ya. Jadi sikapnya berubah padaku?. Sila mengeluarkan semua ganjalan di hatinya pada Vania.
Vania berusaha menyembunyikan tawanya mendengar curhatan sahabatnya. Ternyata kini Sila sedang berada pada fase bucin pada suaminya. Sehingga membuat wanita itu galau karena di cuekin oleh sang suami.
" aku yakin Arsya melakukan itu karena tak ingin gagal menjalani puasanya Sil. Seharusnya kamu mendukungnya. Semua itu dia lakukan karena ia ingin menjadi laki laki yang normal seutuhnya tentunya demi kamu juga kan. Dia takut jika berdekatan denganmu tak bisa mengontrol dirinya". Vania berusaha memberikan penjelasan pada sahabatnya agar tidak galau dan sedih.
" dari pada kamu bete disini mending temani aku nyalon yuk. Aku mau perawatan. Kamu juga sepertinya butuh perawatan agar bisa rilexs". Ajak Vania dan langsung disetujui oleh Sila.
__ADS_1
Mereka pun akhirnya meninggalkan Resto untuk menuju Mall tempat salon langganannya. sesampainya di salon Vania dan Sila memilih paket lengkap untuk merawat tubuh mereka. Butuh waktu berjam jam untuk perawatan yang mereka pilih.
Waktu sudah menunjukkan sore hari saat mereka menyelesaikan treatment. Mereka segera melajukan mobilnya untuk pulang kerumah masing masing. Vania mengantarkan sahabatnya .
" makasih ya Van untuk hari ini. Paling tidak moodku sudah lebih baik sekarang. Untung ada kamu kalau tidak aku hanya akan menghabiskan waktuku mengurung diri di kamar". Sila mengungkapkan rasa terima kasihnya pada sahabatnya.
" aku selalu ada untukmu Sil. Jangan sungkan untuk menghubungi ku jika ada sesuatu hal". Vania memeluk sahabatnya. Vania kembali melajukan mobilnya setelah Sila masuk ke dalam Mansionnya.
Sila segera menuju kamarnya untuk beristirahat dan menganti pakaiannya. Lalu menuju kamar putrinya untuk melihat keadaannya.
" sayang... Boleh mama masuk?. Sila bertanya kepada putrinya karena tidak ingin Dania terganggu olehnya.
" masuk aja ma. Pintu gak di kunci". Jawab Dania dari dalam kamarnya. Sila masuk kekamar Dania dan mendapati putrinya itu sedang membaca buku. Dania meletakkan buku dan mengajak mamanya untuk duduk di ranjang. Mereka saling bercerita dan bercengkrama layaknya ibu dan anak. Begitulah Dania jika sudah bertemu dengan sang mama. Tak terasa waktu sudah menunjukkan makan malam. Mereka pun memutuskan untuk makan malam bersama.
" ma Daddy mana. Apa belum pulang?. Tanya Dania pada sang mama.
" Daddy belum pulang sayang. Mungkin banyak pekerjaan di kantor". jelas Sila pada putrinya.
" Mama dan Daddy tidak sedang bertengkar kan. Tadi pagi Niah sarapan hanya dengan Daddy. Sekarang makan malam hanya dengan Mama". ucap Dania dengan polosnya.
" tidak sayang kami baik baik saja. Tadi pagi mama terlambat bangun karena kecapekan. Niah kan tahu semalam kami baru sampai". Jelas Sila agar putrinya tidak curiga padanya. Sila menikmati makan malamnya meski tanpa kehadiran suaminya.
__ADS_1
Sedangkan dikantor Arsya menghabiskan waktunya untuk bekerja. Sebenarnya ia pun tak ingin bersikap acuh pada istrinya namun terpaksa ia lakukan agar bisa menahan hasratnya untuk tidak menyentuh Sila. Dua minggu bukan waktu yang sebentar dan mudah untuk ia lalui tanpa menjamah sang istri. Hanya dengan cara seperti ini agar Sila tidak mengodanya.