Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 96 malas


__ADS_3

Perlahan kelopak mata Sila terbuka di pagi hari. hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan suaminya. Ia sangat bersyukur memiliki suami yang begitu mencintai dan menyayanginya. Bukan hanya dirinya tapi rela menerima keberadaan buah hatinya seperti anak kandungnya sendiri.


Perlahan Sila membelai wajah suaminya dengan sangat hati hati agar yang punya tidak terbangun karena ulahnya. Wajah tampan itu yang membuatnya merasa bahagia setelah nestapa karena dikhianati oleh mantan suaminya. Wajah tampan itulah yang kini menghiasi hari harinya yang indah dan bahagia.


" I love you, sayang. Aku sangat bahagia memilikimu. Ucap Sila dengan nada suara yang sangat pelan agar suaminya tak terbangun dan mendengar apa yang ia ucapkan. Sila tersenyum memandangi wajah tampan Arsya.


" I love you too, Anya. Aku juga sangat beruntung memilikimu dalam hidupku. Aku akan melakukan apa saja untuk membahagiakanmu dan anak - anak kita. Arsya membalas ungkapan hati Sila dengan mata yang masih terpejam dan posisi yang sama. Hal itu tentu saja membuat Sila merasa sangat malu apa yang diucapkannya ternyata di dengar oleh suaminya.


Arsya membuka matanya dan menatap wajah Sila yang merona karena malu. Arsya memeluk tubuh yang hanya tertutupi oleh selimut lalu menarik lebih dekat dalam pelukannya.


" tolong ulangi kata katamu yang tadi. Aku ingin mendengarnya sekali lagi. Pinta Arsya pada Sila. Namun Sila justru pura pura memejamkan mata dan lebih merapatkan tubuhnya ke dalam pelukan suaminya. Tentu saja Sila tak bisa mengulangi kata kata itu karena malu.


Arsya yang tidak mendapatkan respon dari Sila tentu saja tidak ingin diam saja. Dilihat wajah istrinya yang berpura pura tidur. Muncul ide dalam hatinya untuk membuat istrinya itu mau menuruti keinginannya.


" baiklah jika kau ingin bermain main denganku, aku akan membuatmu mau mengakui isi hatimu tanpa malu malu. Batin Arsya dengan senyum devilnya.


Arsya menyibak selimut yang membungkus tubuh mereka berdua. Tentu saja hal itu membuat Sila kaget dan membulatkan bola matanya. Bagaimana tidak tubuhnya hanya terbungkus dibagian inti dan dadanya setelah pertempuran mereka semalam dan itu membuatnya malu karena mata liar suaminya yang menatapnya tanpa berkedip. Tanpa menunggu lama Arsya mengendong tubuh Sila ala bridal.


" apa yang kau lakukan, turunkan aku... Turunkan. Sila terus meronta agar Arsya melepas tubuhnya. Arsya diam tak bergeming dan semakin menguatkan pelukannya agar istrinya tak terjatuh dan terlepas darinya.


" aku hanya ingin menghukum mu karena mengabaikan ku. Arsya berjalan menuju kamar mandi. Sedangkan Sila hanya pasrah saja karena percuma saja ia memberontak tetap saja tidak akan bisa melepaskan diri dari suaminya.

__ADS_1


Arsya mengunci pintu kamar mandi lalu meletakkan tubuh istrinya di bathtup. Arsya mengisi air dan memberikan aroma therapy lavender kesukaan sang istri.


" apa yang ingin kau lakukan. Aku bisa mandi sendiri. Sila berusaha melepaskan diri dari suaminya. Namun Arsya justru semakin merapatkan tubuhnya pada tubuh istrinya.


" aku hanya ingin membantumu menggosok punggungmu. Arsya melancarkan aksinya perlahan mulai menggosok punggung Sila namun nyatanya tangganya sudah mulai menjalar ke segala arah dan mulai bermain di bagian sensitif milik istrinya.


" tolong hentikan, kau sudah meremukkan tulangku semalam dan sudah melakukannya dua kali. Sila berusaha mengingatkan suaminya atas perbuatannya semalam. Namun laki laki yang kini berstatus suaminya sama sekali tak berniat untuk melepaskannya.


" itu kan semalam, pagi ini aku ingin mengulanginnya lagi dan di bathtup ini sepertinya akan lebih menyenangkan. Bisik halus Arsya membuat bulu Sila meremang. Sila benar benar tak habis pikir dengan kejantanan Arsya yang tak lelah lelah memangsa dirinya.


Sebenarnya Arsya tak tega memangsa istrinya untuk yang ke tiga kalinya. Namun ia merasa kesal karena diabaikan olehnya. Arsya memang sangat pandai untuk membuat Sila melayang dan terbuai. baru saja bibir manisnya meminta Arsya untuk menghentikan kegiatannya namun nyatanya tubuhnya justru sangat menikmati permainan suaminya.


Arsya hanya tersenyum geli melihat istrinya yang sangat menikmati aktivitasnya. Bibir boleh berkata tidak tapi tubuhnya berkata sebaliknya. Sila dibuat tak karuan olehnya dan akhirnya Sila pun ikut mengimbangi permainan panas di pagi hari itu.


" I love you sayang, I love you". Sila mengucapkan kata cinta dan terus mengoyang miliknya diatas belut Arsya. Pagi yang sangat indah dan menyenangkan bagi dua insan yang sedang dibuai oleh kenikmatan surgawi. Meski usia tak muda lagi dan bukan pengantin baru nyatanya mereka berdua seperti pengantin baru yang ingin mengulang lagi dan lagi malam pertama mereka.


" aaahhh.... Aku mau keluar sayang. Sila nampak menegang dan mencengkram erat bahu Arsya. Tak ingin menunda lagi Arsya pun memacu miliknya agar mereka bisa merengkuh kenikmatan secara bersama sama. Sila terkulai lemas dalam dekapan suaminya. Napasnya masih memburu seolah mengikuti perlombaan lari. Senyum bahagia terukir diwajah tampan Arsya nyatanya ia bisa memberikan kepuasan untuk istrinya dan mampu membuatnya terkulai lemas.


Arsya menyandarkan tubuh istrinya di dalam bathtup. Lalu dengan telaten ia memandikan sang istri yang masih belum membuka matanya. Lelah itulah yang tersirat diwajah cantik Sila yang membuat Arsya sedikit menyesal karenanya.


Arsya segera membersihkan dirinya karena tak ingin istrinya merasa kedinginan dan sakit karena ulahnya. Setelah dikira cukup Arsya mengeringkan tubuhnya lalu membelitkan handuk untuk menutupi belut perkasanya. Lalu mengambil handuk yang lain untuk menutupi tubuh istrinya dan mengendongnya menuju ranjang.

__ADS_1


" aku bisa memakai pakaian ku sendiri, aku bukan orang lumpuh. Aku hanya merasa sangat letih dan tulang tulangku rasanya lemas. Ucap Sila pada suaminya yang sudah menyiapkan pakaian dan ingin memakaikannya padanya.


" aku tau kau pasti sangat lelah, biar aku yang mengurusmu. Aku tidak bilang kau lumpuh Anya. Aku hanya merasa bersalah membuatmu seperti ini, dan sebagai permohonan maafku nanti malam kau ku ijin untuk beristirahat. Ucap Arsya, yang membuat Sila sangat kesal. Baru saja selesai namun suaminya itu sudah memikirkan untuk nanti malam.


" ayo aku gendong turun ke bawah. Aku yakin kau pasti agak susah berjalan". Sindir Arsya yang membuat Sila ingin mengigit lengan suaminya yang kekar itu.


" aku malas ke mana - mana. Kau sendiri saja yang turun. Aku ingin tidur disini saja". Sila berganti posisi memunggungi suaminya. Hatinya sangat dongkol karena sikap suaminya yang buas itu.


" obat apa yang sebenarnya diminum olehnya. Kenapa sekarang ia berubah seperti singa yang kelaparan yang ingin selalu menerkam ku. Bahkan dia tak mau melewatkan semalam pun tanpa bertempur". Batin Sila terus bertanya tanya setelah kepergian suaminya. Nyatanya toh dia sama sekali tak dapat memejamkan matanya walau seluruh tubuh terasa remuk dan hancur.


Sila memejamkan matanya setelah mendengar pintu kamarnya terbuka. Arsya datang dengan membawa nampan yang berisi teh hangat dan makanan.


" aku tau kau pura pura tidur, ayo makan. Kau pasti sangat lapar. Jika kau tak ingin bangun itu artinya kau ingin aku memangsamu lagi. Nada ancaman Arsya seketika membuat Sila bangun dari tidur pura puranya. Sila nampak kesal dan cemberut melihat tingkah suaminya itu.


Arsya tergelak melihat wajah dan tingkah istrinya. Wanita dewasa yang sudah memiliki dua anak itu seperti remaja yang sedang merajuk padanya. Arsya dengan telaten menyuapi istri dan dirinya sendiri. Mereka sangat lahap menikmati sarapan pagi mereka yang sudah sangat terlambat.


" apa kau tak ingin kemana mana hari ini, Anya?. Jika kau ingin pergi aku bisa mengantarmu kemana pun yang kau inginkan. Arsya berusaha menghibur istrinya agar tak kesal padanya. Untung saja hari ini hari libur jadi ia bisa menemani istrinya.


" Dania mencarimu karena kau belum turun - turun. Aku bilang padanya jika kau ingin istirahat karena lelah. Bisik Arsya pada istrinya. Sontak saja Sila membuka matanya lebar mendengar ucapan suaminya.


" dimana dia sekarang, apa dia menungguku untuk sarapan?. Sila ingin turun dari ranjang namun dihentikan oleh suaminya.

__ADS_1


" putrimu itu sangat pengertian, dia sekarang sudah kembali ke kamarnya. Dia juga sudah sarapan dan mandi. putri kita bilang dia ingin main game di kamarnya. Jadi kau tenang saja, tidur lah kembali aku akan menemanimu disini". Arsya menarik kembali tubuh istrinya dan memeluknya. Tak butuh waktu lama mereka sama sama menuju alam mimpi melanjutkan tidur yang sempat tertunda.


__ADS_2