
Vania melajukan mobilnya menuju kantor Arsya untuk menengahi permasalahan kedua abg tua itu. Selama perjalanan Vania terus merutuki dan mengungkapkan kekesalan pada sahabatnya.
" Kalian ini memang abg tua yang menyebalkan. Sudah sama sama tua tapi masalah cinta masih seperti abg. Yang satu menghindar yang satu pergi dari rumah. Apa kalian mau mengulang kegagalan lagi. Apa tidak bisa bicara baik baik. Jika tidak karena sahabat rasa saudara aku tidak akan perduli dengan kalian. Tapi yang ku punya cuma Sila bagaimana mungkin aku bisa tidak perduli. Punya suami cuma taunya kerja dan kerja mana tau dia aku butuh tempat curhat, tempat berkasih sayang, untung seluruh aset atas namaku jika tidak aku sudah mencari brondong untuk memuaskan ku". Ungkapan kekesalan Vania. selama perjalanan ia hanya merutuki suami dan sahabatnya hingga tak terasa ia sudah berada di kantor Arsya.
Vania segera turun dan menuju resepsionis.
" apa Tuan Arsya ada ditempat". Tanya Vania pada resepsionis.
" ada Nona. Apa anda sudah membuat janji?. ucap resepsionis.
" belum. Tolong sampaikan padanya Ny. Alex ingin bertemu". Resepsionis itu segera menghubungi Asisten Reno untuk menyampaikan permintaan Vania.
Tak berapa lama Reno turun untuk menemui Vania. Baru kali ini Vania datang seorang diri untuk menemui Arsya yang membuat Reno merasa penasaran dengan maksud dan tujuannya.
". Ny. Alex apa kabar?. Sapa Reno pada Vania saat ia sudah berada dihadapan Vania.
" kabar baik Tuan. Apa Tuan Arsya hari ini sangat sibuk".
" Tidak Nyonya. Tuan sedang berada di ruangannya. Apa ada masalah Nyonya". Reno menatap Vania penuh selidik.
" ada yang ingin saya sampaikan Tuan. Tapi bisakah kita membahasnya tidak disini. Ini masalah yang sangat privasi dan serius".
__ADS_1
Reno membawa Vania menuju ruangan CEO. Seperti biasa Reno masuk tanpa mengetuk pintu dan permisi yang membuat Arsya ingin memakinya. Namun melihat siapa yang bersama Asistennya ia urungkan niat itu.
" Tuan ada Nyoya Alex yang ingin bertemu dengan anda".
" Silahkan Nyonya ". Arsya mempersilakan Vania untuk duduk. Arsya lalu duduk dihadapannya.
" kelihatannya ada hal yang sangat penting sehingga anda menemui saya Nyonya. katakan saja Nyonya jangan sungkan dan jangan membuat saya penasaran". Kepo Arsya karena baru kali ini Vania menemuinya seorang diri.
" ini bukan masalah saya Tuan. Tapi masalah anda dengan Sila". Arsya dan Reno saling pandang mendengar ucapan Vania.
" maksud anda Nyonya?.
" anda pura pura tidak tahu atau tidak mau tahu Tuan". Vania sedikit kesal dengan Arsya.
" maaf Nyonya sebaiknya anda utarakan saja maksud anda agar tidak ada kesalahpahaman". Reno berusaha memberi saran.
Vania menghela napas kasar melihat dua laki laki dihadapannya.
" apakah semua laki laki didunia ini sama. Tidak peka". Gerutu Vania dalam hati.
" Apa anda tahu sekarang Sila dimana?. Saya yakin anda belum tahu keberadaan istri anda. Sila tidak berada di Masion anda dan mungkin tidak pulang ke sana. Sila memutuskan untuk kembali ke rumahnya. menurutnya percuma berada di Mansion anda jika anda sendiri selalu menghindari dan tidak menganggap dia ada. Saya sudah menasehatinya namun anda sendiri tahu sikap keras kepalanya. Secara tidak langsung anda mengulang kenangan pahit rumah tangganya bersama Aldi dulu dan itu membuatnya sedih. Sejak anda menikahinya, anda selalu melimpahinya kasih sayang, materi, dan juga perhatian. Itu sebabnya ketika anda mencoba menjauhinya Sila sangat terluka. Andai anda sejak awal bersikap dingin dan cuek mungkin bagi Sila itu hal yang biasa dan tidak merasa sedih. Apa anda tidak bisa bersikap biasa saja. Paling tidak anda bisa mengajaknya berkomunikasi untuk menyelesaikan masalah ini. Apa anda ingin mengulang kegagalan hanya karena masalah sepele seperti ini, Tuan". Cerocos Vania pada Arsya. Sedangkan Arsya hanya mendengarkan tanpa mau membantah apa yang dikatakan oleh Vania.
__ADS_1
" Maafkan saya Nyonya. Saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya ingin fokus pada pengobatan dan perusahaan yang memang sedang ada masalah. Saya menghindarinya karena saya tidak akan kuat menahan hasrat saya jika disentuh olehnya'.
" maafkan saya Tuan karena sudah bicara tidak sopan pada anda. Saya hanya tidak ingin hubungan kalian berakhir begitu saja. Saya sangat menyayangi Sila dan ketika anda bisa membuatnya bahagia saya berharap itu untuk selamanya. Sila wanita yang sangat gengsian. Dia tidak akan memulai suatu hubungan, dia tidak akan mengejar tapi dikejar. Saya tau dia sangat mencintai anda. tapi anda yang mulai menghindarinya dan anda pulalah yang harus memulai memperbaikinya". Jelas Vania panjang lebar dengan harapan laki laki dihadapannya bisa mengerti.
" terima kasih Nyonya atas nasehat dan niat baik anda. Tapi tolong sampaikan pada Sila saya akan menemuinya nanti. Karena saya akan keluar kota dalam dua hari ke depan".
" sekali lagi saya minta maaf Tuan atas ucapan saya. Itu saya lakukan agar anda dan Sila baik baik saja dan bahagia". Vania merasa lega karena bisa mengutarakan langsung pada Arsya. Dan semoga kedepannya mereka berdua bisa saling memahami dan bahagia.
Vania langsung undur diri setelah bisa mengutarakan maksud dan tujuannya menemui Arsya. Hanya itu yang bisa ia lakukan untuk membantu sahabatnya dan mempersatukan mereka kembali.
Arsya merasa bersalah pada istrinya. Seharusnya ia tidak egois karena keinginannya untuk memiliki keturunan hingga harus mengabaikan Sila.
" Anya. Aku akan keluar kota selama dua hari. Aku harap kamu bisa menjaga diri baik baik". Arsya mengirim pesan untuk Sila.
" ya. Hati hati". Isi balasan pesan dari Sila. Arsya mengusap wajahnya kasar . Tidak ada kata mesra atau ciuman di sana seperti biasanya.
" Tuan. Apa anda ingin membatalkan kepergian anda?.
" tidak. Siapkan saja semua berkasnya". Ucap Arsya tanpa memandang Asistennya.
" suruh anak buah mu untuk memantau istriku. Aku tidak ingin ada serangga yang mencoba mengganggu atau mendekatinya".
__ADS_1
" baik Tuan". Reno segera menghubungi anak buahnya lalu berangkat menuju luar kota.