Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 68


__ADS_3

Sila sudah kembali menjalani rutinitasnya sehari - hari, bekerja di kantor Arsya sebagai sekretaris dari kekasihnya. Dania dan Adit juga sudah sekolah seperti anak lain pada umumnya, tidak ada kendala yang berarti dari kedua anaknya, bahkan mereka mendapat fasilitas yang cukup dari Arsya, meski Sila berusaha untuk menolak itu semua, karena tak ingin dianggap sebagai wanita matre.


Sila meletakkan teh di meja Arsya, lalu kembali menuju meja kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.


" apa jadwalku hari ini, anya?, tanya Arsya kepada Sila.


Arsya memanggil Sila dengan panggilan Anya, itu adalah panggilan sayang untuk Sila, seperti oma Laura dan ibu Sila dulu memanggil Sila.


" jam 10 ini ada pertemuan dengan perwakilan PT. sony, Tuan ", jawab Sila.


" kita hanya berdua Anya, gunakan panggilan yang benar ", titah Arsya pada Sila, yang tak ingin Sila memanggilnya Tuan ketika mereka hanya berdua.


" tapi ini di kantor, takut nanti ada yang mendengarnya, bisa - bisa seluruh wanita di kantor ini memusuhi ku karena aku mengambil idola mereka ", jawab Sila berkata yang sejujurnya.


siapa yang tidak mengidolakan Arsya, laki - laki tampan dengan sejuta pesonanya yang mampu membuat wanita manapun terhipnotis ketika melihatnya, namun tak satu pun dari mereka yang bisa menyentuhnya.


" kau mulai pandai membantah sekarang, jika tidak karena pekerjaan yang menumpuk ini, habis kau ", gerutu Arsya yang tidak bisa bermain - main dengan Sila karena pekerjaan yang di kejar deadline.


Sila tertawa kecil melihat dan mendengar ocehan Arsya, ia meras bersyukur karena laki - laki di hadapannya itu tidak bisa mengerjai dirinya seperti sebelumnya.


" Anya, berikan aku vitamin agar aku bisa berkonsentrasi dan semangat untuk menuntaskan pekerjaanku ", pinta Arsya pada Sila yang duduk tak jauh dari mejanya.


" baiklah sayang, aku akan menyuruh Tuan Reno untuk membelikan mu vitamin ", jawab Sila yang masih belum paham ucapan Arsya.


Arsya meletakkan penanya , lalu berjalan mendekati meja Sila.


" apa yang kau lakukan", tanya Arsya lalu meletakkan gagang telpon ke tempatnya.


" mau menghubungi Reno sayang, tadi kan katanya minta Vitamin", jawab Sila dengan wajah polosnya.

__ADS_1


" kemarilah ", Arsya melambaikan tangannya pada Sila agar wanita itu mendekat padanya.


Sila berdiri dan mendekat pada Arsya, sesuai perintah bos sekaligus kekasihnya.


Arsya menarik tangan Sila hingga wanita pujaannya jatuh terduduk di pangkuannya, sehingga membuat mereka duduk saling berhadap - hadapan.


" kau masih belum tahu maksudku ya, aku mencintaimu Anya ", ucap Arsya Yang sedang membelai rambut hitam Sila.


" aku juga mencintaimu, sayang " jawab Sila.


Arsya lalu mendekatkan wajahnya pada wajah Sila, lalu menekan kepala kekasihnya agar Arsya bisa menyatukan bibirnya dengan bibir Wanita cantik di depannya, mereka saling menikmati indahnya jatuh cinta yang membuat mereka semakin bergelora, Arsya melepaskan bibirnya ketika menyadari Sila sudah tak bisa lagi menghirup oksigen karena perbuatannya.


perlahan Arsya mengusap bibir kekasihnya yang sedikit bengkak dengan ibu jarinya, Arsya tersenyum pada Sila dan mengusap kembali bibir mungil yang kini menjadi candu baginya.


" jika aku meminta Vitamin padamu, kau tak perlu lagi menghubungi Reno, tapi berikan aku ini, karena ini adalah vitamin terhebat yang aku miliki sekarang " ucap Arsya yang masih mengusap bibir mungil Sila.


Sila lalu turun dari pangkuan Arsya, karena tak ingin ada orang yang melihat tingkah mereka, lalu merapikan kembali rambut dan bajunya yang berantakan karena ulah Arsya.


tok.. tok.. tok... Reno mengetuk pintu ruangan CEO lalu masuk memberikan berkas ditangannya, ia tak ingin Arsya melemparnya menggunakan sepatunya seperti waktu itu, karena Reno lupa mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk keruangan Arsya.


" perwakilan dari PT. Sony sudah menunggu di lobi, Tuan ", ucap Reno menyampaikan kedatangan tamunya pada Arsya.


" oh baiklah, suruh mereka masuk ", titah Arsya pada Asistennya.


Arsya segera memerintahkan Sila untuk merapikan mejanya, agar berkas - berkas di meja itu tersusun rapi, dan menyiapkan berkas pertemuannya dengan PT. Sony.


Dua orang perwakilan Pt. Sony sudah masuk keruangan Arsya, yang tak lain adalah anak dari pendiri PT. Sony dan sekretaris sang putra mahkota, lalu Arsya mempersilahkan mereka untuk duduk dan meminum minuman yang sudah di siapkan oleh Sila dan juga Reno.


setelah berbasa- basi akhirnya mereka membahas proyek yang di ajukan oleh PT. Sony, sedang Mhs Group sebagai investornya. sang sekretaris menjelaskan dengan sangat detail dan rapi, membuat Arsya mengerti dengan penjelasan wanita cantik dan seksi di hadapannya.

__ADS_1


" Tuan Arsya, saya ijin untuk menerima telpon sebentar, karena ini sudah berulang - ulang takut ada yang sangat penting", ucap sang bos dari PT. Sony.


" Silahkan, Tuan ", jawab Arsya singkat.


melihat sang bos sudah keluar dari ruangan Arsya, sang sekretaris segera pindah duduk di samping Arsya. Arsya sedikit terkejut melihat tingkah sekretaris itu, namun ia tak ingin mengambil tindakan, karena ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh sekretaris muda itu.


sambil terus menjelaskan beberapa data kepada Arsya, wanita itu membuka kancing jasnya lalu menyibakkan rambut panjangnya kebelakang, sehingga terlihat dengan jelas dua buah gundukan yang kenyal dan putih.


namun Arsya tak bergeming, ia hanya melihatnya sekilas lalu memperhatikan apa yang dijelaskan oleh wanita itu tanpa perduli dengan dua buah gundukan kenyal itu.


" Nona, bisakah anda menutup dada anda, saya sangat risih melihatnya ", tegur Arsya pada sekretaris itu, namun sang sekretaris tak mengindahkan apa yang di minta oleh Arsya padanya.


Arsya dibuat kesal oleh sekretaris itu, jika tidak mengingat sang pendiri PT. Sony Yang sudah lama menjalin kerjasama dan memiliki hubungan yang baik, ingin rasanya ia melempar mahkluk cabe - cabean dihadapannya.


sekretaris itu justru semakin mendekatkan dirinya pada Arsya, lalu membuka kancing jas yang lainnya sehingga memperlihatkan dalaman yang menerawang yang memperlihatkan bra dan juga dua gundukan di dalamnya, dan tanpa malu semakin menaikkan rok mininya sehingga memperlihatkan paha mulus dan putih.


" cepat kembali keruangan ku ", titah Arsya menelpon seseorang.


mendengar Arsya menelpon seseorang, sang sekretaris merapikan kembali pakaiannya dan berpindah duduk di kursi yang berada di depan Arsya. namun Arsya menatap sinis sekretaris muda itu.


Sila mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Arsya, lalu menuju meja Arsya.


" Tuan memanggil saya ", tanya Sila yang berada dihadapan Arsya.


Arsya tak menjawab ucapan Sila, justru Arsya menarik tangan Sila dan mendudukkan wanita itu di pangkuannya, tanpa rasa malu atau canggung, Arsya segera menyerang Sila kembali menyatukan bibir mereka dengan sangat ganas dan rakus, sedangkan Sila dibuat terkejut karena mendapat serangan yang tiba - tiba terlebih ada seorang tamu dihadapannya.


awalnya Sila tak membalas serangan Arsya, namun Arsya begitu pandai hingga membuat Sila terlena dengan permainan mereka, sedangkan sang sekretaris dibuat salah tingkah dan malu atas pemandangan dihadapannya.


setelah dikira cukup, Arsya melepaskan lumatannya pada Sila, lalu menatap tajam sekretaris PT. Sony dihadapannya.

__ADS_1


" sampaikan pada atasanmu, aku tak butuh tubuh murahan darinya, karena aku sudah memiliki tubuh yang lebih berharga, dan satu lagi aku tidak menyetujui kontrak kerja sama ini, silahkan keluar ", Arsya berkata tegas dan sinis yang membuat sang wanita cantik itu ketakutan dan segera meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2