Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 86


__ADS_3

" bagaimana caranya kita untuk menyampaikan pada Dania, aku takut membuatnya bersedih dan syok setelah ia tahu yang sebenarnya", ucap Sila pada suaminya.


Sila tidur sambil memunggungi suaminya, sambil menceritakan kegundahan hatinya. Arsya tahu jika Sila tidak dalam keadaan baik - baik saja, Arsya merengkuh tubuh istrinya lalu membalikkannya agar menghadap padanya, dan mencium kening istrinya.


" aku akan membantumu untuk bicara pada Dania, kau jangan berpikir terlalu jauh, putri kita anak yang pintar dan pengertian, dia akan menerima penjelasan kita", ucap Arsya menghibur istrinya agar tidak terlalu bersedih dan terbebani dengan masalah yang ia hadapi.


Sila menatap wajah tampan dihadapannya, wajah yang memberikannya ketenangan meski kadang sangat tegas dan posesif, lalu membelainya. Sila semakin mendekatkan tubuhnya pada suaminya, sehingga tercium aroma maskulin yang menjadi candu baginya dan membawanya menuju mimpi indahnya.


" tidurlah, lupakan masalahmu. kau harus istirahat agar tubuhmu tetap kuat dan sehat", nasehat Arsya pada istrinya yang dijawab dengan anggukan kepalanya.


Arsya membiarkan istrinya tidur di dalam pelukannya, lalu menatap wajah lelah istrinya dan membelai rambut hitamnya. perlahan Arsya pun ikut tertidur sambil tetap memeluk istrinya.


****


Sila dan Arsya berangkat ke kantor bersama, seperti biasa Asistennya yang mengemudikan mobil. Sila dan Arsya duduk di kursi belakang sambil tangan mereka bertautan. Asisten Reno yang melihat hal itu sangat tersiksa karena jiwa jomblonya yang mulai meronta.


" Tuan, sepertinya saya butuh sekretaris atau asisten, agar saya tidak selalu jadi obat nyamuk ketika bersama anda dan Nona", seloroh Asisten Reno pada Arsya.


" apa kau sudah tak mampu lagi mengerjakan pekerjaanmu, sampai butuh seorang sekretaris atau Asisten", tanya Arsya pada Asistennya.


Arsya merasa bingung pada Asistennya, dulu berkali - kali ia mengusulkan agar mencari Asisten atau Sekretaris untuk membantu pekerjaanya, namun selalu Reno tolak dengan alasan belum membutuhkannya dan masih bisa menghandle pekerjaannya.


" saya hanya ingin merasakan yang Tuan rasakan, bisa jatuh cinta dan memiliki pasangan", jawab Asisten Reno jujur dan polosnya.


Arsya yang mendengar hal itu tertawa geli, ternyata Asistennya itu laki - laki yang normal dan masih tertarik dengan yang namanya wanita. selama bekerja bersamanya tak pernah sekali pun, Asisten Reno itu membawa atau memperkenalkan wanita padanya, ia hanya menghabiskan waktunya untuk bekerja dan mengurus dirinya.


" apa kau masih tertarik dengan wanita, jika masalah wanita, istriku akan mencarikan wanita yang baik untukmu", ucap Arsya sambil tersenyum manis pada istrinya.

__ADS_1


tak terasa mereka sudah sampai di gedung Mhs Group, seperti sebelumnya sang bos turun terlebih dahulu lalu diikuti oleh Istri dan


Asistennya. mereka menuju lift khusus untuk menuju ruangan mereka.


mereka mulai berkutat dengan pekerjaan mereka masing - masing, hingga tak sadar waktu terus berlalu.


" ayo kita pulang, ini sudah sangat sore", ajak Arsya pada istrinya, yang menunggunya sejak tadi.


Sila bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah suaminya, sedangkan Asisten Reno yang melihat sang bos keluar segera menutup laptopnya dan langsung menyusul sang bos.


Sila mengajak Arsya dan Reno untuk mengunjungi Resto miliknya sekaligus untuk makan malam bersama. sampai di Resto Sila disambut oleh Sandra yang merupakan orang kepercayaannya dalam mengola Resto yang sudah dianggapnya sebagai adiknya sendiri.


" Malam Nona, sudah lama sekali anda tidak berkunjung kemari", sapa Sandra pada bosnya.


" malam San, udah di siapin ruangannya? tanya Sila pada Asistennya, karena tadi sudah memberitahukan pada Sandra untuk menyiapkan ruangan khusus untuk dirinya dan suaminya makan malam.


Sila dan suaminya menuju ruang yang sudah disiapkan diikuti oleh para Asistennya.


Sandra hanya menganggukkan kepala dan pergi untuk menyiapkan pesanan sang bos. tak berapa lama pesanan pun datang dan tertata rapi diatas meja.


" San, ayo gabung ma kita, udah lama juga kita gak makan sama - sama", ajak Sila pada Sandra.


sebenarnya Sandra sudah menolaknya secara halus karena malu pada suami dan Asisten Reno, namun Sila sengaja memaksa Sandra agar ikut makan malam bersama mereka, dan itu memang rencana Sila untuk mempertemukan Reno dan Sandra.


Sandra akhirnya ikut menikmati makan malam itu, meski dengan rasa malu. sedangkan Sila mengambil piring lalu menuangkan nasi beserta lauk pauknya untuk suaminya, lalu memberikannya pada Arsya.


" lalu punya saya mana Nona?, tanya Asisten Reno pada Sila.

__ADS_1


Arsya memberikan tatapan tajam pada Asistennya, yang membuat orang yang ada disekelilingnya merasa ngeri untuk melihatnya.


" saya hanya bercanda Tuan, saya hanya ingin merasakan bagaimana rasa makanan itu jika ada yang mengambilkan", seloroh Asisten Reno agar sang Macan Jantan itu tidak mengacaukan makan malam mereka.


" aku akan memotong tanganmu, jika kau berani menyuruh istriku", jawab Arsya dingin yang membuat Sandra sebagai orang yang baru bersama mereka merasa ngeri dan takut.


Sila mengambil makanan untuk dirinya sendiri dan langsung menikmatinya, sedangkan Asisten Reno masih bingung ingin makan yang mana melihat menu yang sangat banyak dan menggoda selera, sedangkan Sandra masih malu dan sungkan pada suami dan Asistennya.


" Nona bisakah kau membantuku mengambilkan Ayam bakar itu", ucap Asisten Reno mengagetkan lamunan Sandra.


Sandra segera mengambil piring yang berisi ayam bakar lalu memberikan pada Asisten Reno, dengan lahapnya Asisten Reno menikmati makan malamnya.


" Nona, kenapa anda hanya diam saja, apa makanan sebanyak ini tidak ada yang membuat anda tertarik", tanya Asisten Reno pada Sandra yang hanya diam membisu.


Sandra hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan laki - laki dihadapannya, sikap malu - malunya membuat Asisten Reno tertawa geli. Reno mengambil piring yang ada dihadapan Sandra, lalu menuangkan nasi serta menambahkan capcay seafood dan Ayam goreng , lalu memberikannya pada Sandra.


" makanlah, jangan sampai kami terkesan mendiamkan dan tidak perduli padamu, kami tidak akan memakan mu jadi jangan takut", jelas Asisten Reno pada Sandra, karena ia tau jika wanita dihadapannya itu merasa takut dan malu.


Sandra menerima piring yang diberikan oleh Asisten Reno, lalu memulai memakannya. sedangkan Arsya dan Sila hanya melirik pada mereka seolah tidak melihat kejadian itu agar Sandra tidak semakin bertambah kikuk dan malu.


Asisten Reno telah selesai dengan ronde satu, lalu berlanjut untuk ronde keduanya, ia mengambil hidangan laut yang nampak sangat mengiurkan baginya.


" apa kau tidak makan selama seminggu, lihatlah piring mu sudah tidak muat lagi", Sindir Arsya pada Asistennya.


" mumpung gratis Tuan, jarang - jarang Nona Sila mengajak saya datang ke Restonya untuk makan", jawab Asisten Reno lalu berlanjut menikmati makanannya.


Sila hanya menggelengkan kepalanya, melihat dua laki - laki dihadapannya. jika diluar kantor mereka memang seperti Tom & Jerry tapi jika sudah berada di kantor mereka adalah bos dan Asisten yang sangat kompak.

__ADS_1


" apa kau tidak bisa makan dengan benar, Nona", tanya Asisten Reno pada Sandra yang makan tanpa menikmati makanannya dan tidak bersemangat.


mendengar teguran dari Asisten Reno, tentu saja Sandra menjadi salah tingkah dan merasa tidak enak pada mereka. sedangkan Reno langsung mengambil piring yang berada dihadapan Sandra.


__ADS_2