Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 42


__ADS_3

kedua anak Sila sudah bangun lebih dulu, dan sudah rapi dengan baju baru yang dibelikan oleh Arsya, sedangkan Sila masih asyik dengan mimpi indahnya padahal waktu sudah menunjukan pukul tujuh.


" dreet... dreet.... dreet.. " hp Sila bergetar menandakan adanya panggilan yang masuk. berulang kali hp itu bergetar sehingga ketiga kalinya baru Sila tersadar adanya getaran hp di sampingnya.


" Halo Van,.. " ucap Sila yang belum seratus persen sadar dan masih berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya.


" kamu belum bangun Sil?, tanya Vania kepada sahabatnya.


" emang ini jam berapa sih Van, aku masih ngantuk banget nih!, jawab Sila santai .


" ini udah jam 7 Sil, kamu pikir masih subuh, emang kamu tidur jam berapa sih?, pokoknya aku gak mau tau setengah delapan kamu harus sudah turun untuk sarapan, kita harus siap - siap mau pulang ke indo", oceh Vania kesal dan langsung memutuskan sambungan telponnya.


Sila segera bangkit dari ranjangnya, dilihat kedua anaknya sedang menonton film karton anak - anak kesukaannya yaitu U.... dan I.... dan sudah rapi dengan baju baru mereka.


Sila segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


"terpaksa mandi kali ini harus super kilat agar Vania tak nyerocos seperti kereta", gumanya dalam hati.


pukul setengah delapan Sila sudah turun ke restoran bersama kedua anaknya, di dalam Lift ia bertemu dengan Arsya yang juga ingin sarapan pagi.


" Om ganteng", Dania memanggil Arsya.


" hai Putri cantik, wah bajunya cantik sekali!, ucap Arsya menggoda Dania.


" tentu donk, siapa dulu yang beli, om ganteng", jawab Dania sambil mengacungkan kedua jempolnya.


" terima kasih ya om atas hadiahnya", ucap Dania tulus.


Sila clingak clinguk mencari sahabatnya, dan segera menuju meja dimana Vania dan Alex suaminya sedang menikmati sarapannya. Arsya hanya mengekor pada Sila seolah mereka adalah pasangan suami istri.


" selamat pagi Tuan Alex", sapa Arsya kepada Alex yang tidak menyadari jika ada Arsya di sana.


" Pagi Tuan Arsya, silahkan duduk, kok bisa bareng sama Sila?, tanya Alex penuh selidik.

__ADS_1


" oh kebetulan Sila adalah sekretaris saya di kantor Tuan, dan kebetulan saya ada kerjaan juga disini dan tidak sengaja bertemu ", jelas Arsya.


" sengaja juga tidak apa - apa Tuan, kalian sama - sama singel, saya baru tahu kalau Sila bekerja pada anda Tuan", ucap Alex menggoda Arsya dan juga Sila.


di masa lalu Alex adalah pengacara Arsya yang mengurus perceraiannya dengan Anna, bahkan hingga sekarang jika ada masalah perusahaan yang berurusan dengan hukum ia tak segan untuk meminta bantuan pada Alex.


" oh ya Tuan berapa lama anda di sini", tanya Alex pada Arsya.


" mungkin besok atau lusa saya akan kembali Tuan, anda sendiri?, jelas Arsya dan bertanya kembali pada Alex.


" saya dan istri saya akan kembali hari ini, kebetulan urusan saya sudah selesai di sini", jelas Alex sambil menikmati kopi mix nya.


Arsya dan Alex asyik mengobrol tentang urusan mereka sedangkan Vania dan Sila hanya mendengarkan dan menikmati sarapan mereka.


" apa barang - barang mu sudah kamu packing semua, jangan sampai ada yang ketinggalan, cek dengan teliti", ucap Vania memperingati Sila.


Sila hanya mengangguk mendengar nasehat sahabatnya dan kembali menikmati sarapannya.


" apakah Nona Sila ikut pulang bersama kalian Tuan?, tanya Arsya pada Alex.


" bolehkah saya menahan Nona Sila agar tetap tinggal karena masih ada pekerjaan yang harus kami selesaikan", tanya Arsya kepada Alex.


Alex yang mendengar permintaan Arsya menatap Vania istrinya dan bergantian menatap Sila dan Arsya.


" saya terserah pada Nona Sila Tuan, jika ia tidak keberatan ", jawab Alex.


" bagaiman Nona Sila ?, tanya Alex.


" tentu ia akan bersedia Tuan, di harus bekerja jika tidak perusahaan akan memberikan surat SP karena dua hari tidak masuk tanpa keterangan", jelas Arsya pada Alex.


belum sempat Sila menjawab pertanyaan Alex, Arsya sudah memberikan keterangan pada Alex. Sila benar - benar dibuat kesal oleh pernyataan Arsya.


" apa perlu saya membawa kedua anak ini Tuan,", tanya Alex pada Arsya.

__ADS_1


" oh tidak Tuan, biarkan mereka menemani kami", jawab Arsya singkat.


" baiklah kami permisi dulu, semoga kalian cocok dan bisa menjadi keluarga", ucap Alex menggoda Arsya dan Sila. sedangkan Arsya menanggapinya dengan senyuman namun berbeda dengan Sila yang pura - pura tak mendengar.


Alex dan Vania pergi meninggalkan meja makan dan menuju ke kamar hotel untuk bersiap - siap.


sedangkan Sila masih memasang muka juteknya karena harus bersama Arsya, dia tak bisa membayangkan jika berlama - lama bersama Arsya.


Arsya hanya melirik Sila, ia tahu jika wanita itu tidak menyetujui keinginannya, namu Arsya tak ambil pusing menurutnya kapan lagi punya kesempatan untuk bisa menikmati liburan bersama mereka.


setelah selesai dengan urusan mengisi perut, Arsya mengajak Sila dan anak - anaknya pergi jalan - jalan untuk menikmati suasana kota kuala lumpur sebelum mereka kembali ke indonesia.


" ya hallo, baiklah nanti kami akan ke sana", ucap Arsya dalam telpon, ntah dengan siapa ia bicara.


mendekati makan siang Arsya mengajak Sila dan kedua anaknya menuju Restoran tempat mereka kemaren menikmati santap siang mereka.


Arsya memesan makanan untuknya sedangkan Sila dan kedua anaknya masih memilih menu tang mereka inginkan, lalu memanggil pelayan untuk memesan apa yang mereka inginkan.


" dengan Tuan Arsya mahesa dan Nyonya Arsila Kanaya?, tanya manager Restoran tempat mereka saat ini.


" ya saya sendiri Tuan", jawab Arsya singkat.


" saya yang menghubungi Tuan tadi, saya hanya ingin menyampaikan jika Tuan dan Nyonya terpilih sebagai pemenang Lomba makan Romantis yang kami adakan kemaren, itu bukan kami yang memilih melainkan para pengunjung, dan kami merekam semua aktifitas makan kalian, kemudian kami menampilkan peserta Lomba di layar besar lalu pengunjung yang menilai, dan kalian yang memperoleh nilai tertinggi", jelas manager Restoran.


" benarkah!, sungguh kami tidak menyangka jika kami yang akan jadi pemenang", jawab Arsya pada manager Restoran.


" ya Tuan, sebagai hadiahnya seperti yang sudah kami janjikan, Tuan Dan Nyonya akan menginap gratis selama satu malam, kamu sudah mengurus semuanya ini kunci kamar Hotelnya", jelas sang manager.


" terima kasih Tuan, apa tidak ada syarat tertentu lainnya", tanya Arsya


" Tidak Tuan, setiap setahun sekali Restoran ini memang selalu mengadakan lomba ini, untuk menarik pengunjung, dan karena adanya lomba ini Restoran ini selalu ramai, baiklah Tuan hanya itu yang bisa saya sampaikan selamat menikmati hidangannya dan malam anda nanti ", jawab sang manager.


" baiklah Tuan , terima kasih sekali lagi", Arsya menjabat tangan sang manager dengan senyum bahagia.

__ADS_1


Sila mendengar semua percakapan antara Arsya dan manager Restoran tempat ia makan sekarang. ingin rasanya ia memaki Bosnya yang suka seenaknya itu, namun ia berusaha menahannya agar tidak terjadi pertengkaran di dalam Restoran itu.


__ADS_2