Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 109


__ADS_3

Arsya membaringkan kembali tubuhnya. Ia masih sangat mengantuk dan lelah. Baru saja memejamkan mata selama 30 menit namu ternyata dikagetkan oleh drama bangun tidur yang membuatnya ingin tertawa terbahak bahak jika tidak takut dengan kemarahan Sila. Ia tersenyum senyum sendiri mengingat kejadian yang baru saja berlalu.


Sila mendengus kesal karena keinginannya untuk keluar dari kamar ternyata tidak berhasil. Ia menghentak hentakan kakinya menuju ranjang di mana Arsya membaringkan tubuhnya.


" Mana kuncinya". Sila menengadahkan tangannya pada Arsya.


Namun Arsya sama sekali tak bergeming dan pura pura tertidur.


Perlahan Sila membalikkan tubuh suaminya untuk mencari kunci pintu yang tiba tiba tidak berada di tempatnya. Namun pencariannya tidak membuahkan hasil. Sila benar benar dibuat bingung dimana suaminya menyembunyikan kunci pintu tersebut.


" Dia benar benar membuatku kesal hari ini. ingin rasanya aku memukulnya lagi jika tidak karena kasihan dia sedang tertidur". Gerutu Sila pelan.


Sila beranjak ingin mencari kunci cadangan di lemari dan meja rias yang ada di kamarnya. Namun belum sempat ia melangkah kaki tangannya sudah digenggam erat oleh Arsya dan di hentakkan di ranjang yang membuat Sila terjatuh. Arsya dengan cepat mengungkung tubuh istrinya dengan tubuhnya.


" Kau sudah membuat tidurku terganggu dan membangunkan ku. Dan sekarang kau ingin pergi begitu saja hah".


" Kau harus dihukum karena sudah berani padaku dan menganggu ku". Ucap Arsya dengan serigai liciknya.


" A... Apa maksudmu. Aku tidak melakukan apapun. Aku membangunkanmu karena kau mengambil kunci pintunya". Jelas Sila dengan susah payah.


" Kau berani membantahku sekarang. sepertinya aku harus benar benar menghukum mu. Agar kau jadi penurut lagi".

__ADS_1


Arsya semakin menekankan tubuhnya pada tubuh Sila. Yang membuat Sila sedikit susah untuk bernapas. Namun Arsya sama sekali tidak peduli akan hal itu.


" A... Aku tidak bisa bernapas". Arsya melonggarkan kungkungannya agar Sila bernapas dengan baik.


" Ingin sekali aku memakan mu saat ini juga. Tapi bermain main terlebih dahulu itu seperti sangat menyenangkan". Batin Arsya


" Aku hanya ingin mencari kunci pintu. Aku ingin keluar melihat Dania dan membuatkan sarapan untukmu".:Sila berusaha menjelaskannya pada suaminya.


" aku sudah menyuruh semua penghuni rumah ini untuk berlibur dalam 2 hari kedepan. Kau tak perlu kawatir dengan Dania aku sudah menyuruh Vania untuk membawanya berlibur dan Bik nani aku berikan cuti selama 2 hari. Jadi tidak ada alasan apapun untukmu menghindariku". Jelas Arsya.


Sila yang mendengar hal itu hanya bisa pasrah. Entah akan jadi seperti apa dirinya dalam 2 hari ke depan bersama srigala yang sedang kelaparan.


***


Dan pada Reno. Arsya menyuruhnya untuk memberikan Bik Nani cuti selama 2 hari. Agar ia bisa leluasa untuk menghukum Sila.


***


" Sekarang bersiaplah untuk menerima hukuman dariku". Ucap Arsya dengan serigai liciknya.


Sila hanya bisa pasrah dengan semua perlakuan suaminya terhadap dirinya. Ia tak mungkin menolak karena Sila juga sangat merindukannya. Tak disentuh Arsya hampir dua minggu membuatnya kecewa dan sensitif.

__ADS_1


Arsya menguasai tubuh istrinya. Ia ingin membuat Sila bertekuk lutut padanya. Agar tak pernah terbesit dalam benaknya untuk melirik laki laki lain atau bahkan meninggalkannya.


Arsya merobek dan membuang piyama Sila dan membuangnya dengan sembarang. Lalu mencumbu tubuh istrinya inci demi inci yang membuat tubuh Sila menggelinjang dan bergetar hebat. Melihat wajah Sila yang sudah sangat menginginkan penyatuan dengannya. Arsya dengan cepat melepas seluruh kain yang melekat ditubuhnya. Arsya menyatukan miliknya dengan milik istrinya tentu saja itu adalah surga dunia yang tak bisa digambarkan drngan kata kata. Hanya kenikmatan yang ada dan mampu mengikis semua ego dan emosi yang ada pada mereka berdua. Makin lama ritme hentakkan Arsya semakin cepat menandakan mereka sudah hampir sampai pada puncaknya. Tubuh mereka sama sama menegang pertanda mereka sudah sampai pada puncak kenikmatan yang srlama hampir dua minggu mereka lupakan.


Arsya menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya. mereka sama sama mengatur napas yang sejak tadi memburu agar lebih berirama. Arsya memeluk tubuh istrinya yang masih dipenuhi oleh peluh lalu mengecup pipi dan kening Sila lebih lama.


" I love you sayang. Aku sangat merindukanmu" bisik Arsya manja.


" I love you to sayang. Aku juga sangat merindukanmu". Balas Sila pada suaminya lalu merapatkan tubuhnya pada tubuh suaminya hingga mereka kembali terlelap ke alam mimpi karena pergulatan pagi yang sangat melelahkan itu.


Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sila terbangun dari tidurnya karena perutnya yang merasa lapar. Sila menggeliat meregangkan otot otot tubuhnya yang kaku.


" hah... Aku tertidur selama 3 jam". Batinnya. Sila mengangkat lengan kekar yang memeluk tubuhnya dengan sangat pelan pelan agar suaminya tidak terbagun olehnya. Perlahan Sila mendudukkan tubuhnya yang terasa sangat lelah dan remuk karena ulah Arsya tadi pagi. Lalu beranjak ingin menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun belum sempat ia berdiri lengan kekar tiba tiba memeluk tubuhnya dari belakang.


" Kau mau kemana". Bisik Arsya ditelinga Sila yang membuat sekujur tubuhnya meremang.


" A... Aku hanya ingin ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Aku sangat lapar sayang". Balas Sila manja sambil mengelus perut ratanya yang masih tanpa busana.


Arsya lalu mengangkat tubuh Sila. Mengendongnya ala bridal style.


" tu... Turunkan aku. Aku bisa melakukannya sendiri". Namun Arsya tak memperdulikan permintaan istrinya.

__ADS_1


" Diamlah... Apa kau ingin kita jatuh bersama. Aku hanya ingin membantumu. Kau pasti sangat lelah dan biarkan aku mengantarmu". Ucap Arsya agar Sila tidak memberontak.


Arsya menurunkan tubuh Sila di dalam bath up. Lalu mengisi air hangat dan menambahkan aroma teraphy lavender kesukaan Sila agar lebih rileks. Arsya ikut masuk ke dalam bath up dan duduk dibelakang tubuh istrinya. Lalu perlahan mulai menggosok punggug istrinya yang putih bersih. Namun semua itu berubah tegang tak kala tangan nakal Arsya mulai menggosok bagian bagian inti istrinya. Tentu saja hal itu membuat Sila kembali merem melek karena ulah suaminya. Dan di dalam bath up itu mereka mengulang percintaan mereka tadi pagi. Mandi yang seharusnya memakan waktu 15 menit bertambah menjadi 1 jam lamanya.


__ADS_2