Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 110 memberi hukuman


__ADS_3

Sila benar benar dibuat kesal oleh ulah Arsya. Tubuhnya benar benar terasa remuk dan tak bertulang dibuat olehnya ditambah perut yang melilit karena rasa lapar.


" maafkan aku. Aku tak bisa menahannya". Ucap Arsya yang menunjuk pangkal pahanya. Sila masih saja cemberut dan kesal mendengar pembelaan suaminya.


Arsya menyiapkan dan memakaikan baju pada istrinya. Sedangkan Sila hanya pasrah dan diam saja mengikuti instruksi dari suaminya. Tubuhnya terasa sangat lunglai tak bertenaga saat ini. Yang ia harapkan adalah segera mendapatkan asupan makanan untuk memulihkan kondisinya. Lalu Sila membaringkan tubuhnya di ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya.


" Anya.. Bangun. Aku sudah membawakan makanan untuk kita". Arsya menepuk lengan istrinya dengan pelan untuk membangunkan istrinya yang tertidur.


Perlahan Sila mulai membuka matanya dan melihat suaminya yang tersenyum manis padanya. Sila mendudukan tubuhnya dan melihat nampan yang berisi banyak makanan atas meja.


" kau sangat lapar ya, sampai air liur mu menetes melihat makanan itu". Olok Arsya pada istrinya yang disertai dengan tawa kecilnya.


" ish... Kau ini sungguh tak pengertian sekali. Aku sudah kelaparan sejak 2 jam yang lalu tapi kau malah menghajarku terus. Dasar suami egois" gerutunya sambil mengerucutkan bibirnya.


" buka mulutmu". Perintah Arsya lalu menyuapi Sila yang sedang kelaparan. Sila makan dengan lahapnya. Arsya menyuapi Sila dan dirinya sendiri. Ia juga sangat kelaparan karena belum makan sejak malam.

__ADS_1


" eh ini sapa yang masak. Kok kayaknya ini dari Resto milikku?.


" Sandra yang mengantarnya kesini bersama Reno. Aku menyuruh Reno untuk mengirim dan memesan makanan untuk kita". Jawab Arsya tanpa merasa berdosa.


Mereka menikmati makan siang dengan lahap hingga tidak ada lagi yang tersisa. Setelah perut mereka terasa kenyang mereka kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Hingga tak terasa mereka sama sama terlelap.


" Aaaa.... ". Sila berteriak setelah melihat penampakan dirinya di cermin. Ia baru menyadari jika Arsya memakaikan dirinya baju kurang bahan yang menampakan seluruh lekuk tubuhnya. Hanya bagian inti saja yang tertutup.


" Anya. Ada apa". Arsya tersentak mendengar teriakan Sila dan langsung mendekati tubuh istrinya.


" baju apa ini. Aku tidak memiliki baju seperti ini di rumah ini. Kau sekarang sungguh mesum sekali". Cecar Sila.


Arsya sama sekali tidak menanggapi ocehan istrinya. Ia lebih memilih memandangi keindahan tubuh istrinya lewat cermin.


" Arsya.... Kenapa sih kamu benar benar mesum ".

__ADS_1


" aku hanya ingin memandang milikku dengan puas tanpa terlindungi oleh apa pun. Bukankah tidak apa apa jika aku mesum dengan istriku sendiri. Aku hanya ingin membalas waktu 2 minggu yang sudah kita lewati begitu saja. Lagi pula kamu tidak protes saat aku memakaikan baju ini. Lalu kenapa sekarang kau berisik sekali".


Arsya mendekati tubuh istrinya lalu memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Sila. Melihat gelagat suaminya yang sudah mulai on lagi. Sila segera mengambil ancang ancang untuk melarikan diri.


Baru dua langkah. Arsya sudah menarik baju kurang bahan milik Sila yang membuat baju itu robek.


" A.. Apa yang ingin kamu lakukan". Sila menutup bagian intinya dengan kefua tangannya.


" aku ingin mengajakmu melakukan olah raga lagi".


" apa kau benar benar tidak capek kita sudah melakukannya sebanyak dua kali. Tidak bisakah kita melakukannya besok lagi?.


Arsya tak mengindahkan ucapan Sila. Lalu mengendong dan membawa tubuh Sila ke atas ranjang. Arsya kembali menyerang tubuh istrinya dan kembali menyatukan tubuh mereka. Arsya tak membiarkan istrinya untuk beristirahat lebih lama.


Lama mereka melakukan pergulatan yang sangat menguras tenaga. Arsya benar benar memberi hukuman pada istrinya yang sudah berani meninggalkan Mansion tanpa seizinnya.

__ADS_1


__ADS_2