Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 102 kembali ke paris


__ADS_3

Setelah dengan berbagai bujukan dan pertimbangan Arsya kembali mau menjalani terapy dan pengobatan hingga ke luar negeri tepatnya di negara perancis tempat Oma Cintya dan Adit tinggal. Sila sangat membantu dan mendukung suaminya dalam mewujudkan keinginannya untuk dapat memiliki garis keturunan.


Seperti sore ini mereka sudah bersiap untuk terbang ke paris menggunakan jet pribadi yang berlogokan Mhs Group. Arsya ditemani oleh Joe dan Sila. Mereka akan tinggal selama dua hari disana dan akan secepatnya terbang kembali ke indonesia karena Arsya akan menghadiri meeting penting bersama Reno.Setelah 16 jam mengudara akhirnya mereka sampai ditujuan.


" Selamat pagi Tuan dan Nona. Senang bisa berjumpa kembali". Pak Dion menyambut mereka dengan sangat hangat. Sila dan Arsya sangat menghormati Pak Dion atas jasa jasanya dalam menjaga keluarga dan perusahaan Mhs Group dan kesetiaannya pada keluarga Arsya tak dapat diragukan lagi hingga kini.


" Pagi juga pak Dion. Kami juga sangat senang bisa bertemu kembali denganmu. Bagaimana kabar Oma dan Adit. Apa mereka baik baik saja". Sila balas menyapa Pak Dion. laki laki yang sudah berumur lebih dari setengah abad itu melajukan mobilnya dan membawa mereka menuju kediaman Oma Cintya.

__ADS_1


" Oma.. Bagaimana kabarmu". Sila mencium punggung tangan dan memeluk Oma Cintya yang dibalas dengan pelukan hangat.


" aku sangat baik cucu menantuku. Kau lihatlah aku sangat sangat sehat bukan". Jawab Oma Cintya yang disertai dengan senyum dan tawa.


" Apa Oma tidak merindukanku. Aku yang cucumu Oma kenapa hanya Sila yang kau sambut dan peluk. Apa Oma tidak melihat keberadaanku'. Arsya memasang wajah cemberut karena merasa diabaikan oleh dua wanita berbeda generasi dihadapannya. Oma Cintya dan Sila memutar bola mata malas mendengar ocehannya.


Sila mengulas senyum melihat interaksi antara cucu dan sang Oma. Mereka tampak saling mengasihi dan menyanyangi. Arsya dan Sila menuju kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya dan membersihkan diri.

__ADS_1


" sayang apakah kita akan lama disana. Aku sangat merindukan putraku. Bisakah kita menjemputnya nanti disekolah". Sila mengutarakan keinginannya pada suaminya. Ketika mereka sampai Adit sudah berangkat ke sekolah dan itu membuatnya tak bisa langsung bertemu dentan Putra kesayangannya.


" sepertinya tidak Anya. Hari ini jadwalnya hanya cek up saja. Besok baru dilakukan tindakan yang sesuai dengan kondisiku. Baiklah nanti kita jemput putra kita. Aku juga merindukannya meski dia sangat cuek dan dingin. Tapi dia mengingatkanku ketika aku masih muda dulu. Apakah kau sudah siap. Ayo kita berangkat sebelum Joe menelpon dan menteror kita nanti. Kau tau mulut judesnya Joe jika dia lama menunggu. Ajak Arsya pada istrinya.


Akhirnya mereka sampai di Rumah sakit tempat Arsya akan menjalani berbagai cek up. Dan di sanalah Joe dan Sila selalu berada didekatnya. Untuk memberi dukungan dan semangat agar Arsya tak merasa sendiri. Dila dengan sabar mendampingi Arsya melakukan berbagai pemeriksaan.


' Mama Daddy. kapan kalian sampai. Aku sangat merindukan kalian". Adit sangat gembira saat pulang sekolah ada mama dan Daddy sudah menunggunya di depan gerbang. Adit langsung mencium punggung tangan kedua orang tuannya dan berpelukan secara bergantian.

__ADS_1


Arsya membawa istri dan anaknya pulang. Mereka ingin beristirahat sambil melepas rindu. Karena waktu yang mereka miliki sangat terbatas dan singkat. Mereka ingin mempergunakan waktu yang tersisa dengan sebaik baiknya. Untuk saling melepas rindu dan berkumpul bersama.


__ADS_2