Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 29


__ADS_3

Sila bangun lebih awal dan langsung membersihkan diri, kemudian ia membangunkan kedua anaknya. untuk mandi dan sarapan bersama. kedua anaknya memang hanya home schooling namun Sila tetap mengajarkan kepada mereka untuk mandi dan sarapan pagi.


Sila segera menyiapkan sarapan untuk mereka, setelah usai ia memanggil kedua anaknya untuk makan bersama. saat mereka sedang menikmati hidangan yang ada, tiba - tiba pintu rumah mereka diketuk seseorang.


", siapa ma pagi - pagi udah bertamu?, tanya Dania kepada mamanya.


Sila hanya mengangkat kedua bahunya, ia pun tak mengerti siapa yang sepagi ini datang kerumahnya.


", mas Reno!, ada apa sepagi ini datang ke rumahku?, "tanya Sila kaget saat membuka pintu rumahnya, asisten bosnya sudah ada didepan pintu rumahnya.


", aku disuruh menjemputmu", jawab Reno seadanya.


", memang ada masalah apa, sampai harus dijemput segala? , aku bisa pergi bekerja sendiri", Sila masih bingung dengan kedatangan Reno.


", kau bersiaplah, dan aku akan mengantarmu, dan kau akan tau apa yang terjadi jika sudah sampai tempatnya", jawab Reno ambigu, ia malas menjawab lebih jelas karena memang tidak ada yang perlu dikuatirkan.


", kalian ini suka sekali membuatku penasaran, apa tidak bisa memberiku jawaban yang sebenarnya", ucap Sila sebal dan berlalu pergi untuk berpamitan pada kedua anaknya.


", kenapa mengantar saya kesini mas, bukan kekantor", tanya Sila ketika mereka sudah sampai di mansion Arsya.


", bos mu tidak kekantor hari ini, dan aku disuruh mengantarkan mu kesini, jadi turun dan temui lah dia", jelas Reno dan membuka kan pintu mobil untuk Sila.


", kalian berdua sama - sama menyebalkan, membuatku pusing saja", umpat Sila dan berjalan untuk menemui Arsya.

__ADS_1


", pagi Oma", sapa Sila pada Oma Cintya yang sedang menikmati sarapan paginya.


", pagi Sila, ayo sarapan bersamaku", ajak Oma Cintya pada Sila.


", maaf Oma, bukan aku menolak, tapi sudah sarapan bersama anak - anak tadi", jawabnya sopan.


", baiklah jika begitu, apa kau mencari Arsya?, aku belum melihatnya keluar dari kamarnya, kau bisa langsung ke kamarnya melihat keadaannya", jelas Oma Cintya pada Sila


Sila bergegas menuju kamar Arsya, beberapa kali mengetuk pintu tak jua ada jawaban, akhirnya ia memutuskan untuk masuk. didalam kamar masih belum ada tanda - tanda kehidupan, ruangan masih gelap karena belum ada sinar matahari yang masuk.


", dia menyuruhku pagi - pagi datang kesini, tapi lihat tingkahnya yang masih asyik dengan mimpinya", gerutu Sila pada Arsya.


Sila perlahan membuka korden dan jendela agar udara dan cahaya matahari bisa leluasa masuk ke dalam kamar. karena pantulan cahaya, membuat sang penghuni kamar menggeliat dan perlahan membuka mata.


", hai Tuan, aku yang seharusnya bertanya padamu, untuk apa anda menyuruh Reno menjemput ku dan mengantarkan ku kesini, sedangkan anda masih asyik dengan mimpi anda", geram Sila yang justru pagi - pagi sudah diganggu oleh mereka.


", jadi dia melakukannya sungguhan, dia memang bisa diandalkan", ucap Arsya pelan namun masih bisa didengar oleh Sila.


", apa maksud anda Tuan, apa kalian sedang mengerjai ku? ", selidik Sila pada Arsya.


", untuk apa aku mengerjai mu, kau kan tahu jika aku kemaren sedang tak enak badan, jadi hari ini aku memutuskan untuk kerja dari rumah, jadi aku ingin sekretaris ku juga membantuku disini", ucap Arsya agar sekretarisnya yang galak itu tidak marah padanya.


", terserah kau saja Tuan, kau adalah bosnya, aku hanya pesuruh mu yang harus patuh pada perintah mu ", sindir Dila dengan kesal.

__ADS_1


Arsya sangat senang membuat Sila marah, ia segera bangkit dari tempat tidurnya dan bergegas membersihkan diri.


", tolong siapkan bajuku juga ya, sekretaris ku yang bawel", teriak Arsya dari kamar mandi.


", apa dia pikir , aku istrinya yang harus menyiapkan keperluan pribadinya", erangnya kesal, baru kali ini ia memiliki bos yang sangat menyebalkan.


Sila mencari walk in closet milik Arsya, setelah beberapa lama mencari ia mendapati sebuah ruangan yang penuh dengan pakaian, sepatu, dasi, jam dan pernak perniknya.


", laki - laki ini seperti artis- artis saja, semua lengkap dan tersedia dengan rapi, aku saja yang wanita tidak memiliki peralatan selengkap ini", batin Sila takjub dengan apa yang dilihatnya.


dengan cepat Sila mengambil satu set baju kantor milik Arsya dan meletakkannya di atas tempat tidur, segera Sila menuju dapur untuk membuatkan teh seperti kebiasaan Arsya di kantor.


**


Arsya keluar dari kamar mandi, sudah mendapati satu set baju kantor di atas ranjangnya, ia tersenyum ternyata sekretarisnya itu menuruti perintahnya.


", apa aku disuruh pakai baju tanpa memakai dalaman, kenapa hanya ini yang dia siapkan", gumannya dalam hati, lalu menuju walk in closet untuk mengambil **********.


Sila datang dengan membawa teh hangat, sebenarnya ia canggung harus keluar masuk kamar milik bosnya.


", Tuan dimana ruang kerjamu, biar aku letakkan teh milikmu, aku rasa tidak mungkin kita akan bekerja di kamar mu Tuan", tanya Sila yang merasa tidak enak jika mereka akan bekerja dikamar Arsya.


Arsya hanya menunjuk sebuah pintu, dan Sila segera menuju tempat yang ditunjuk oleh Arsya.

__ADS_1


", ruang kerjanya hampir sama seperti di kantor, sungguh enak hidupnya, apapun tersedia", batin Sila dan meletakkan teh dimeja kerja Arsya.


__ADS_2