Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 95 gelisah


__ADS_3

Teruntuk pembacaku yang setia, maaf baru bisa update lagi karena suatu hal dan kesibukan. sehingga baru saat ini baru bisa memulai update kembali.


********************************************************************************************


Sila nampak termenung sambil memandangi indahnya kota di malam hari, pikirannya menerawang jauh. Sejak pertemuannya dengan Aldi mantan suaminya dan sepakat memperbaiki hubungan mereka demi putrinya, hati dan pikirannya sedikit tidak tenang, ada perasaan bersalah dan khawatir yang menderu di dadanya memikirkan sikap putranya jika mengetahui akan hal itu.


" sudah malam kenapa melamun di sini!, Arsya melilitkan tangan kekarnya di perut istrinya yang rata.


Sila tidak menyadari kedatangan suaminya, karena asyik dengan lamunannya. bau tubuh Arsya yang selalu ia rindukan dan membuatnya merasa lebih tenang, setiap hatinya galau hanya pelukan laki - laki itu yang ia harapkan.


" kapan kau kembali, aku tak mendengarnya? Tanya Sila dan berbalik menghadap suaminya.


" kau terlalu larut dalam lamunanmu, bagaimana bisa kau mendengar kedatanganku', sindir Arsya menatap wajah sendu istrinya.


Sila tertunduk malu mendengar ucapan suaminya, lalu memeluk tubuh kekar Arsya.


" bolehkah aku mandi sekarang, badanku terasa sangat lengket!, ucap Arsya dan berusaha melepaskan pelukan istrinya.


Namun Sila tak bergeming sedikitpun, ia tetap pada posisi nyamannya. Melihat hal itu tentu saja Arsya mengerti keinginan istrinya, dan tak ingin berusaha melepaskan pelukan sang istri yang sangat dicintainya.


Arsya mengangkat Sila dengan gaya bridal, Sila tampak memejamkan matanya dan tidak melepaskan pelukannya terhadap Arsya. Perlahan Arsya meletakkan tubuh Sila diatas ranjang lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping sang istri. Arsya membelai lembut pipi Sila dan perlahan mengecup keningnya. Perlahan Sila membuka matanya dan menatap wajah tampan suaminya.


' kamu kenapa sayang, aku perhatiin sejak ketemu dengan Aldi, kamu selalu murung dan gelisah', ucap Arsya menatap wajah sendu istrinya.


Gelisah itulah yang dirasakan Sila, bagaimanapun kesepakatan mengakhiri permusuhannya dengan Aldi membuat batinnya tak tenang. Pasti dia akan selalu bertemu dengan Aldi untuk kedepannya dan mungkin akan berbagi dalam mengasuh Dania putrinya, Sila cukup tau siapa mantan suaminya yang bisa melakukan apa saja untuk mencapai tujuannya. Sila takut jika Aldi akan menggunakan kesempatan itu untuk merebut Dania darinya, atau berusaha merusak rumah tangganya, belum lagi jika putranya tau bahwa mereka telah berhubungan baik.

__ADS_1


Merasa tak ada jawaban dari istrinya, Arsya yakin jika Sila sedang tidak baik - baik saja.


" Anya, apa yang kau pikirkan?, apa kau tak ingin berbagi denganku?, Arsya kembali berusaha memecahkan lamunan Sila.


Sila menatap wajah Arsya dan menghempuskan napasnya perlahan. Bersyukur Sila memiliki Arsya yang melimpahkan cinta, kasih sayang padanya dan kedua buah hatinya.


" aku merasa kuatir dan takut jika Aldi perlahan akan mengambil Dania dariku, aku juga memikirkan sikap Adit, jika dia tau aku dan papanya sudah berbaikan, kau tau kan Adit sangat trauma jika bertemu dengan papanya!,. Jelas Sila dengan wajah sedih.


Arsya memeluk erat tubuh istri yang sangat dicintainya, ia cukup tau bagaimana kekhawatiran Sila dan perjuangannya untuk menyembuhkan trauma kedua buah hatinya terhadap mantan suaminya, wajar jika Sila memiliki pikiran demikian setelah apa yang mereka lalui.


" kau tak perlu khawatir akan hal itu, aku tidak akan membiarkan siapa pun mengambil Dania darimu, jika Aldi melakukan itu aku akan membuat ia hancur sehancur - hancurnya, masalah Adit bisa kita pikirkan nanti, lagipula Adit tidak akan tahu jika kau tak memberitahukan hal ini padanya". Arsya berusaha menenangkan Sila agar tak perlu khawatir berlebihan.


Sila masih saja diam dan tak tenang, membuat Arsya merasa kasihan melihatnya. Arsya tak ingin melihat Sila terus memikirkan hal itu, dan ide mesumnya muncul untuk membuat Sila melupakan kekhawatirannya sejenak.


Arsya masuk kedalam selimut yang membungkus tubuh mereka, lalu membelai lembut perut datar istrinya, dan memainkan lidahnya di sana yang membuat Sila merasa kegelian.


Arsya tak menghiraukan ucapan istrinya, ia terus bergerilya layaknya pasukan Koppasus yang sedang mencari mangsa dan tak ingin kehilangan atau bahkan gagal. Dengan segala kelihaian yang ia miliki, Arsya terus melancarkan aksinya. Tentu saja hal itu membuat Sila yang tadinya tidak mood, menjadi menikmati permainan suaminya.


" tlong hentikan sayang, kemaren kau sudah membuat milikku terasa pedih dan sakit, beri aku semalam lagi untuk istirahat", pinta Sila pada suaminya, dengan suara seraknya karena sudah menikmati permainan suaminya.


Lagi - lagi Arsya tak bergeming dengan permintaan istrinya, aksinya terus berlanjut hingga Sila benar - benar terbuai dengan permainannya.


" nikmati saja permainanku Anya, aku tidak menerima penolakan malam ini, aku yang akan memimpin permainan malam ini", ucap Arsya dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang memabukkan.


Sila benar - benar terbuai dan melayang dibuatnya, tak menyangka jika suaminya kini sangat gagah dan pandai memberikan kenikmatan yang tiada tara, tidak seperti awal - awal ketika mereka baru menikah yang terasa sangat hambar. Mungkin pengobatan yang mereka jalani sudah mengalami kemajuan, tak sia - sia setiap bulan mereka harus pulang pergi ke perancis untuk menjalani terapi dan pengobatan.

__ADS_1


" aaahhhh", Sila tak lagi bisa menahan bibirnya untuk tidak mengeluarkan suara laknat itu, yang tadinya ia ingin menolak permainan suaminya, nyatanya kini ia sangat terbuai dan menginginkan yang lebih dari itu.


Arsya tersenyum mendengar ******* yang keluar dari bibir mungil istrinya. Tak sia - sia usahanya demi untuk menghibur dan membuang kegelisahan istrinya walau hanya untuk sesaat.


Perlahan Arsya menyudahi permainannya dan menarik diri dari tubuh mulus istrinya, ia sengaja melakukan hal itu dan ingin tahu bagaimana reaksi Sila jika permainan itu ia hentikan.


" sayang, kenapa berhenti. Kau sudah membuatku melayang, jangan berhenti ditengah jalan". Sila menatap Arsya yang duduk disampingnya dan menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya yang tadi hanya menutupi bagian intinya saja.


Sila dibuat kesal setengah mati karena ulah suaminya, disaat ia sangat menginginkan yang lebih justru Arsya menghentikan permainannya.


Arsya menahan tawanya melihat tingkah istrinya yang terlihat sangat kesal. Perlahan Arsya merapatkan tubuhnya pada tubuh istrinya dan menciumi leher jenjang Sila.


" apa kau masih ingin menolak ku, sudah ku katakan aku tidak terima penolakan apalagi masalah yang satu ini", Arsya kembali meraba tempat yang paling ia sukai yaitu di dada dan bagian inti istrinya.


" maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin mengecewakanmu, maaf.... Tolong lanjutkan jangan menyiksaku', Sila memohon pada suaminya dengan sorot mata penuh hasrat.


Tak ingin membuang - buang waktu, Arsya segera melanjutkan aktivitasnya kembali. Belutnya juga sudah tak sabar lagi untuk bisa masuk kesarangnya dan memuntahkan isinya.


Malam ini benar - benar menjadi malam yang panas untuk mereka berdua, ditambah Arsya yang memang belum mandi karena permintaan istrinya, yang membuat suhu dikamar itu semakin panas walau ac masih menyala.


Sila benar - benar sangat terbuai dan melayang, saat Arsya terus memompa miliknya. Suaminya kini sungguh sangat perkasa sehingga membuatnya mabuk kepayang.


" sayang aku sudah mau keluar, ucap Sila pada Arsya. Begitupun dengan Arsya yang sudah tidak bisa menahan sesuatu yang ingin keluar dari belutnya. Arsya mempercepat pompaannya dan secara bersamaan tubuh mereka menegang dan akhirnya terkulai lemas.


Arsya mencabut belutnya dari sarang istrinya, lalu membaringkan tubuhnya disamping Sila setelah terlebih dulu membersihkan belut dan sarang Sila dengan tisu.

__ADS_1


" makasih sayang, kau sungguh sangat perkasa sekarang dan membuatku hampir gila karena permainanmu', Sila menyanjung permainan suaminya, tak dapat ia pungkiri semakin kesini Arsya semakin perkasa dan mampu membuatnya melayang saat diranjang.


" akhirnya perjuanganku tidak sia - sia, aku sudah banyak mengeluarkan uang demi ingin membuatmu puas sayang, aku tidak ingin kau pergi dari ku hanya karena aku lemah diranjang", arsya tersenyum bahagia mendapat pujian dari istrinya. Rasa takut kehilangan dan dikhianati pasangan karena tidak dapat memuaskan pasangan membuatnya terus melakukan terapi dan rela meminum berbagai obat dan vitamin tanpa sepengetahuan Sila, semua itu ia lakukan hanya demi Sila, ya Sila wanita yang mampu menyembuhkan luka hatinya dan percaya kembali dengan pasangan.


__ADS_2