Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 43


__ADS_3

Sila masih menatap kesal pada Arsya, namun ia hanya bisa menunggu hingga mereka keluar dari Restoran itu, Sila dengan cepat menghabis makanannya, bahkan Sila menyuruh kedua anaknya agar segera memakan makanan mereka dengan cepat.


Arsya yang menyadari jika wajah Sila berubah kesal, tahu jika Sila sedang marah padanya, namun Arsya tak mau ambil pusing dsn tetap santai.


makan siang pun telah usai, Sila segera mengandeng kedua anaknya untuk keluar Restoran, sedang Arsya menyelesaikan pembayarannya terlebih dahulu.


" Tuan, apa maksud anda mengikuti lomba itu dan menyantumkan nama saya, kita tidak terikat dalam suatu hubungan, apa kata orang jika kita tinggal di satu kamar yang sama", cerocos Sila yang sudah tidak tahan lagi menyimpan kekesalannya.


" aku hanya iseng saja, dan ternyata Tuhan memberikan kita kemenangan, jadi aku tidak berpikir sejauh ini", jawab Arsya ngeles.


" lalu bagaimana sekarang, aku tidak mau orang akan memandangku hina Tuan, karena tidur sekamar tanpa sebuah ikatan", jelas Sila bingung.


" Kita tidak hanya berdua, kita bersama Adit dan Dania, orang tidak akan berpikir apapun tentang kita, lagi pula ini di negeri orang jadi jangan kau risaukan ", jelas Arsya tanpa beban.


" sebaiknya batalkan saja hadiah itu Tuan, aku tidak mau menimbulkan masalah nantinya ", tolak Sila.


" baiklah jika itu keinginan mu tapi kau yang bayar dendanya, jika kita menolak dan membatalkan hadiahnya kita harus membayar dendanya sebesar 50 juta, karena itu keinginanmu jadi kau yang harus membayarnya", jelas Arsya


" tadi aku tidak mendengar peraturan itu, apa ini semua tipu daya Tuan?, tanya Sila dengan penuh selidik.


Arsya mengambil kupon Lomba makan romantis kemaren, dan memberikannya pada Sila agar dibaca olehnya.


Sila kesal karena Arsya tidak menipunya, denda itu tertulis di kupon pendaftaran dengan jelas.


" semua ini gara - gara Tuan yang tidak meminta ijin dahulu kepadaku", jelasnya sewot


" jika kau ingin membatalkannya silahkan saja, aku tidak akan melarangnya", jawab Arsya sinis.


" terus bagaimana caranya aku bisa membayar dendanya, aku tidak memiliki banyak uang Tuan", jawab Sila kesal dan menghentak - hentakkan kakinya.


Arsya mengangkat kedua bahunya tanda tak mengerti, sedangkan Sila menatap Arsya dengan marah.


" apa kita akan tetap disini, kasihan anak - anak mereka tampak lelah", tanya Arsya memecah keheningan.


" bukankah hotel mu juga hari ini terakhir, terima saja hadiah itu mumpung gratis, aku akan tetap ke sana, aku capek ingin istirahat", lanjut Arsya dan berdiri ingin meninggalkan Sila.


Sila berpikir sejenak, hotel tempatnya menginap hari ini terakhir dan ia tak punya cukup uang untuk booking lagi, karena seharusnya hari ini ia sudah kembali bersama Vania.

__ADS_1


" baiklah aku ikut, tapi dengan syarat tak ada kontak fisik di antara kita", ucap Sila dan mengandeng kedua buah hatinya mengikuti Arsya.


" aku tidak janji", jawab Arsya singkat.


" anda sungguh menyebalkan Tuan", ucap Dila dengan sedikit berteriak.


Arsya tak memperdulikan Sila yang kesal padanya, ia hanya ingin cepat sampai di hotel dan membaringkan tubuhnya.


hotel yang mereka tuju adalah hotel yang sama tempat mereka menginap hanya saja kamar mereka pindah ke lantai paling atas yang hanya terdapat 4 kamar hotel saja.



mereka sampai di kamar hotel tempat mereka akan menghabiskan malam bersama, kamar yang luas dan terdapat pemandangan yang indah. Sila tertegun dengan apa yang dilihatnya, sungguh jauh berbeda dengan kamar yang ia tempati beberapa hari ini.


kedua anak Sila sudah berada diatas ranjang dan membaringkan tubuh mereka, kedua anak itu tak mau ambil pusing atas perdebatan kedua orang dewasa di depannya.


Arsya ingin menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya namun tiba - tiba Sila menghentikannya.


" stop...!, anda mau apa Tuan?, tanya Sila


" anda jangan macam - macam Tuan, jika ingin mandi bawa serta baju ganti anda jangan menodai mata kedua anak saya dengan kecerobohan anda Tuan", jelas Sila kesal.


" bisa - bisanya dia bicara begitu, apa dia tidak tahu jika ada anak - anak disini", gerutu Sila.


Sila ikut membaringkan tubuhnya di samping anak - anak, tanpa menunggu lama Sila pun ikut terlelap bersama kedua buah hatinya.


Arsya keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap, dilihatnya ibu dan anak itu sedang tertidur dengan pulas.


" pindahkan semua barang - barang Sila dan kedua anaknya dikamar paling atas no. 02, aku menunggumu disini", perintah Arsya kepada orang suruhannya.


tak berapa lama seseorang mengetuk pintunya, Arsya segera bangkit menuju pintu dan membukanya.


" permisi Tuan, saya hanya ingin mengantarkan ini", ucap sang cleaning service mengantarkan handuk dan selimut.


" letakkan saja di situ", ucap Arsya lalu duduk di ranjang di samping Sila.


l

__ADS_1


setelah cleaning service itu keluar Arsya kembali menutup pintunya. tak berapa lama pintu diketuk kembali, Arsya kembali membukanya dan ternyata orang suruhannya yang datang mengantarkan barang - barang milik mereka.


***


" ini Nona, sesuai permintaan anda", ucap sang cleaning service pada seorang wanita


" terima kasih ini tip untukmu", ucap wanita itu dan memberikan amplop kepada cleaning service.


wanita itu tersenyum bahagia mendapatkan apa yang diinginkannya dan pergi meninggalkan cleaning service.


sampai di hotel tempat ia menginap, wanita itu segera membuka beberapa foto yang didapat dari cleaning service.


" hahahaha.... aku akan membalas mu Arsya, dan menghancurkan karirmu ", wanita itu tertawa dengan puas setelah mendapat sesuatu yang sangat diinginkannya.


" besok akan menjadi berita paling viral, untuk malam ini nikmatilah kebersamaan kalian, sedang besok akan menangis, hahahaha.... ", lanjut wanita itu dengan senyum devil nya.


***


" wanita ini jika sudah tidur seperti orang mati saja, apa dia tidak ingin mandi, ini sudah sore", batin Arsya melihat ibu dan anak yang masih terlelap.


Arsya meninggalkan kamar dan menuju ruang yang mirip dengan ruang keluarga , ia membuka email mengecek laporan yang dikirimkan oleh Reno untuknya.


tak berapa lama terdengar suara kamar mandi terbuka, dan terdengar suara gemericik air yang menandakan seseorang sedang mandi.


", di mana dia?, batin Sila mencari keberadaan Arsya.


" apa semua ini dia yang memindahkannya", batin Sila yang melihat semua barang - barangnya sudah berpindah ke kamarnya saat ini.


Sila segera mengambil baju yang ingin dipakainya dan kembali ke kamar mandi untuk menggantinya. kedua anak Sila juga sudah Terbangun dari tidurnya, mereka segera membersihkan diri, karena hari sudah sangat sore dan tak ingin anaknya nanti sakit.


Arsya masih sibuk dengan pekerjaannya, beberapa hari meninggalkan perusahaan membuat ia harus sering mengecek keadaan perusahaan lewat asistennya Reno.


" wah kalian sudah rapi dan wangi, apakah kalian ingin jalan - jalan lagi" sapa Arsya kepada kedua anak Sila.


" tidak om, Dania masih capek dan ingin di kamar saja sambil menonton film kesukaan kami", jelas Dania.


" om juga masih banyak pekerjaan jadi malam ini kita istirahat saja, karena besok kita akan pulang ke indonesia", jelas Arsya pada dua bocah di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2