Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 121 menemui Sonia


__ADS_3

Arsya dan Reno menuju penjara tempat dimana Sonia berada. Arsya benar benar ingin membuat perhitungan dengan wanita yang sudah membuat istrinya pergi darinya.


Reno melangkah menuju ruang tunggu untuk menanti kedatangan Sonia yang diikuti oleh Arsya. Reno sangat was was kira kira apa yang akan dilakukan Arsya pada Sonia jika bertemu.


" Tuan Arsya " Sonia kaget ketika tahu yang menjenguknya adalah Arsya dan Asistennya. Harapannya Aldi yang datang untuk menemuinya dan membatalkan perceraian mereka.


Arsya menatap sinis wanita dihadapannya. Jika saja dia laki laki ingin rasanya Arsya menghajarnya hingga tak dapat berdiri.


" Apa kau sudah betah tinggal di sini. Dan bagaimana tidurmu apakah nyenyak sekali". Tanya Arsya dengan senyum sinisnya.


Sonia tak berani menatap wajah Arsya. Kebenciannya pada Sila membawanya berada di dalam jeruji besa seperti saat ini.


" Aku akan memindahkan mu ke dalam ruangan khusus yang nyaman agar kau bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman".


Reno dan Sonia saling pandang. Apa yang sebenarnya direncanakan oleh Arsya hingga ia ingin Sonia ditempatkan berbeda dengan tahanan lainnya.


" Ti tidak perlu Tuan. biarkan saya berada di sel bersama yang lainnya. Saya mohon ampuni saya Tuan. Saya salah. Saya berjanji tidak akan mrmgulanginya lagi. Saya mohon Tuan ampuni saya". Sonia menangis merasa takut dan terancam oleh Arsya. ditambah tidak ada siapa pun di sampingnya. Aldi yang diharapkannya justru menalaknya karena sudah tak ingin berurusan dengannya lagi.


Arsya memanggil ketua Sipir dan memintanya untuk memindahkan ruangannya sesuai yang mereka sepakati.

__ADS_1


Sonia meronta agar mereka tidak memindahkannya ketempat yang ia sendiri tidak tahu akan ada apa disana.


" Tuan. Tolong lepaskan saya. Saya minta maaf Tuan. Aku mohon Tuan" ucap Sonia iba.


Arsya tetap tak bergeming mendengar permohonan Sonia. Dan menyuruh beberapa Sipir penjara untuk menyeretnya.


" jika kalian ingin mengilirnya lakukan saja. Sebelum para narapidana melakukannya". Ucap Arsya dengan wajah dingin dan datar.


Reno menelan air ludah dengan susah payah. Seakan tenggorokkannya tercekat mendengar ucapan bosnya. Ternyata apa yang direncanakan Arsya sungguh diluar dugaannya.


Arsya beranjak dari kursinya dan berjalan keluar penjara diikuti oleh Asistennya. Reno masih dibuat syok dengan kegilaan Arsya. Kenapa laki laki yang selama ini ia anggap lemah justru berubah menjadi laki laki yang kejam.


" yang mana yang kau anggap berlebihan. Dia sudah beberapa kali membuat Sila menderita. Aku kira itu belum seberapa jika melihat apa yang pernah dia lakukan kepada istriku".


" Ta tapi Tuan. Bagaimana jika Sonia bunuh diri atau meninggal karena kelelahan melayani mereka". Reno masih merasa khawatir dan tidak bisa membayangkan nasib Sonia.


" Itu bukan urusanku. Aku hanya ingin memberinya pelajaran agar berpikir seribu kali untuk menganggu keluargaku. Lagi pula kenapa kau sekarant cerewet sekali".


Reno tak berani mengeluarkan suara lagi. Arsya benar benar berubah menjadi laki laki yang dingin dan arogan. Sisi lain yang belum pernah diketahui oleh Asistennya.

__ADS_1


" kau pikir Sonia wanita baik baik. Dia bahkan menjual dirinya ketika masih berstatus istri Aldi. Aldi benar benar laki laki bodoh. Tak dapat membedakan batu dan berlian. Bahkan yang duluan mengoda bukan Aldi tapi Sonia. Entah dari mana Aldi memungut sekretaris ****** seperti Sonia itu. Aku hanya melancarkan pekerjaannya saja sebagai psk terselubung". Jelas Arsya santai.


Reno sungguh tak mengira jika Sonia wanita seperti itu. Dan yang membuatnya terkejut ternyata Arsya sudah mengetahui semua tentang Sonia. Setidaknya sekarang Reno tidak sangat khawatir dan bersalah karena ulah sang bos jika seperti itu kenyataannya.


" kita mau kemana Tuan". Tanya Reno yang masih mengemudi.


" ke kantor'. jawabnya singkat.


Reno melajukan mobilnya menuju kanyor sesuai perintah dati Arsya.


***


Di ruangan 3 x 3 meter hanya terdapat satu kasur busa double, kipas angin dan lemari kecil di sudut. Kamar itu hanya mirip dengan kamar kos kosan pada umumnya tidak lebih mewah dari sel tahanan milik para koruptor.


Disanalah Sonia sedang meronta dan meminta dilepaskan. Tatapan jijik melihat tiga sipir yang sedang berusaha untuk menjamahnya. Mereka sangat bernafsu melihat barang bagus gratis pula. Sedangkan Sonia masih berusaha cukup keras untuk bisa lepas dari mereka. meski Sonia adalah wanita panggilan namun yang menjadi kliennya adalah orang orang kaya dan berduit. Jadi tidak diragukan lagi tingkat kebersihan dan wangi tubuhnya. Tidak dengan tiga sipir ini yang berpenampilan seadanya.


Sonia nampak lemah karena terus memberontak. Tenaga yang dimilikinya tidak sebanding dengan ketiga laki laki yang kini tengah menatapnya seperti singa kelaparan. Satu persatu para Sipir melucuti pakaiannya dan berganti melucuti pakaian Sonia.


" jika seperti ini kan enak Nona. Nikmati saja permainan kami. Akan kami buat kau mendesah nikmat". Ucap salah satu Sipir.

__ADS_1


Ketiga sipir itu benar benar mengilir Sonia. Mereka sangat puas karena mendapatkan mangsa dengan kuwalitas premium. Kulit putih bersih dan masih nengigit. Sedangkan Sonia benar benar lemah tak berdaya setelah tubuhnya digilir oleh ketiga pria dihadapannya yang membuat air matanya mengalir karena rasa sakit di hati dan tubuhnya.


__ADS_2