Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 26


__ADS_3


ditempat yang berbeda, Sila sedang merasakan kebahagiaan karena bisa berkumpul kembali dengan kedua buah hatinya. rumah yang di beli dari sahabatnya Vania kini menjadi tempat tinggal mereka bercanda ria, meski sebenarnya Vania sudah memberikannya pada Sila, namun Sila tetap bertekad untuk membayarnya secara berkala.


", Apa selama mama tidak ada kalian sering merepotkan mama Vania", tanya Sila kepada buah hatinya.


", tidak ma, kami sama sekali tidak membuat mama Vania susah, kami menjadi anak yang mandiri, ya kan ma? ", jelas Dania yang di dukung oleh Vania.


",terima kasih ya Van, aku terlalu banyak merepotkan mu, ntah apa yang terjadi jika tidak ada kamu", jelas Sila sambil memeluk sahabatnya Vania.


", kau ini masih selalu saja tidak enak padaku, mereka juga anakku, aku bahagia ada mereka, meski kau melarang mereka tinggal bersamaku", ucap Vania berpura - pura sedih.


", kau ini, jika mereka bersamamu, aku dengan siapa, aku tak mau kesepian seperti dirimu", Sindir Sila sambil memancungkan bibirnya, berpura- pura merajuk pada sahabatnya.


", Ah kau selalu begitu padaku, membuat aku bersedih," olok Vania yang berpura - pura sedih.


", oh.. maafkan aku sayang, aku hanya bercanda denganmu, kau tau aku tak akan membiarkanmu kesepian, aku akan menemanimu, tapi tidak diwaktu aku bekerja ya, aku harus mencari uang untuk membayar hutang rumahku padamu hehehe... ", jelas Sila sambil bercanda pada Vania.


", itu salahmu sendiri, aku sudah menghibahkan rumah ini untukmu, tapi kau ingin bersusah payah ingin membayarnya", ledek Vania kepada Sila

__ADS_1


", hehehe... bukan tak mau sahabatku yang baik hati, aku tak ingin terlalu banyak berhutang budi padamu, aku tak tak mampu membalas semua kebaikanmu", jelas Sila agar sahabatnya mengerti akan dirinya.


mereka berkumpul dan bercanda ria bersama, melepas rindu karena lama tidak bertemu. Adit sudah lebih baik, walau masih dingin, namun ia sudah merespon setiap ucapan yang ditujukan kepadanya.


****


", tok.... tok... tok... ", pintu rumah Sila diketuk oleh seseorang.


segera Art Sila berlari untuk membukakan pintu.


", Nona, ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda", ucap Art Sila.


Sila segera menuju ruang tamu agar rasa penasarannya tidak berlarut - larut.


", Apakah Tuan yang mencari saya", ucap Sila ketika berhadapan dengan tamunya.


Dion segera berdiri dan memperkenalkan dirinya dan menyampaikan maksud dan tujuannya.


", apakah saya melakukan kesalahan Tuan, sehingga Nyoya ingin bertemu denganku', tanyanya dengan perasaan yang tak menentu.

__ADS_1


", Tolong jangan panggil saya Tuan, Nona!, panggil saja Dion", jelas Dion pada Sila karena tidak pantas untuk panggilan itu.


", oh maaf, saya tidak bisa memanggil anda dengan sebutan nama, anda lebih tua dari saya, kalau begitu saya panggil bapak saja, bagaimana", Sila memberikan solusi agar tidak canggung nantinya.


", Terserah Nona saja", jawab Dion menurut.


", bisakah Nona membawa anak - anak anda", pinta Dion pada Sila.


", maaf pak, mungkin lebih baik jika mereka di rumah saja, karena mereka sedang tidak enak badan", jelas Sila bohong, karena Sila sendiri merasa aneh jika Nyoya besar ingin bertemu dengannya dan tak ingin kedua buah hatinya dalam masalah.


Sila masuk kedalam dan berpamitan dengan Vania dan kedua anaknya, ia menitipkan kedua anaknya pada Art dan Vania, dan akan mengabari mereka jika sudah sampai.


Didalam perjalanan menuju kediaman Arsya dan Nyonya Cintya, Sila benar - benar diliputi oleh perasaan cemas dan kuatir, menurut apa yang ia dengar jika Nyoya besar adalah wanita yang tegas, disiplin, dan tak segan - segan menghukum seseorang yang bersalah. Sila bahkan tidak dapat duduk dengan tenang.


Dion yang sejak tadi menyaksikan tingkah Sila, hanya tersenyum geli, ternyata wanita itu lucu sekali, dan berbeda dengan kebanyakan wanita.


", Apakah anda ingin ke Toilet, Nona? ", tanya Dion melihat Sila yang tidak duduk dengan tenang dari spion mobil.


", Oh.. tidak pak, aku hanya merasa gelisah saja", jelas Sila malu dan berusaha duduk dengan tenang.

__ADS_1


Sila seperti ulet bulu ya... padahal belum diapa - apain sama Nyonya Cintya.... tunggu update selanjutnya ya...


__ADS_2