
Arsya membawa keluarga barunya pulang ke Mansion tempat tinggalnya, setelah 2 hari menginap di Hotel. mereka disambut hangat oleh Oma Cintya dan penghuni Mansion lainnya.
" Oma, bagaimana keadaan Oma, maafkan kami meninggalkan Oma sendiri di Mansion", sapa Sila pada Oma Cintya lalu mencium punggung tangan Oma yang diikuti oleh kedua anaknya.
" aku baik, bagaimana honeymoon kalian", tanya Oma Cintya kepada sepasang pengantin baru itu.
Arsya dan Sila saling melempar senyuman, sedangkan Oma Cintya hanya menggelengkan kepala melihat tingkah cucu dan cucu menantunya.
***
setelah menikmati makan malamnya, Oma Cintya mengajak Arsya dan juga untuk mengobrol di kamarnya, karena sebentar lagi Oma Cintya akan kembali lagi ke Prancis dan mungkin sudah tidak bisa lagi melakukan perjalanan Perancis - Indonesia mengingat usia yang telah senja dan jauhnya perjalanan.
" Oma akan kembali ke Perancis, mungkin setelah ini Oma sudah tak sanggup lagi untuk datang kesini, aku harap kalian yang akan datang menjenguk Oma, sekarang aku sudah tenang karena kalian sudah menikah dan Oma harap ini adalah pernikahan terakhir kalian, kalian harus saling menjaga, melindungi, dan menyayangi, kalian harus berjanji pada Oma untuk terus bersama dan saling setia", ucap Oma Cintya memberikan nasehat pada pengantin baru itu.
Arsya dan Sila menganggukkan kepala mereka tanda mereka mematuhi nasehat Oma Cintya.
" kami akan berusaha untuk menjaga rumah tangga kami Oma", ucap Sila pada Oma.
" kami akan mengantar Oma ke Perancis dan sekaligus membawa keluargaku untuk berlibur", Arsya ikut menyampaikan keinginannya pada Oma Cintya.
" itu terserah kalian saja, yang pasti aku hanya ingin melihat cucu- cucuku dan juga cicit - cicitku bahagia, apapun keputusan dan keinginan kalian sebaiknya kalian bicarakan dengan baik - baik dan saling jujur", tambah Oma Cintya menasehati cucunya.
Arsya dan Sila mendengar semua wejangan dari Oma Cintya, karena Oma Cintya lah yang kini menjadi orang tua mereka, setelah orang tua mereka tiada.
__ADS_1
" Oma, mungkin untuk sementara waktu aku dan anak - anak belum bisa tinggal bersama disini, aku dan anak - anak akan tetap tinggal di rumahku hingga masalahku dengan mantan suamiku selesai, aku tidak ingin membawa Arsya terlalu masuk kedalam masalah ini", jelas Sila pada Oma Cintya.
sebenarnya Oma Cintya sudah tahu semuanya dari Asistennya, namun ia hanya ingin mendengarnya langsung dari Sila.
" itu terserah pada kalian, yang menjalani hidup rumah tangga kalian, Oma hanya ingin kalian hidup rukun, bicarakan pada Arsya dengan baik - baik", balas Oma Cintya yang tak ingin terlalu mencampuri urusan rumah tangga cucunya.
" aku mengizinkannya Oma, hingga Sila sendiri yang memutuskan tinggal disini, dan aku akan tetap membantu dan memantau Sila", jawab Arsya dengan singkat.
Oma Cintya hanya bisa mangut - mangut mendengar keputusan kedua cucunya dan menatap mereka bergantian.
" Sila, masalahmu dengan mantan suamimu mungkin akan sangat menyita perhatian dan waktumu, itu sebabnya aku ingin membawa Adit ikut bersamaku, hal itu sangat baik untuknya karena tidak akan bertemu dengan Papanya, di sana Adit akan menjalani pengobatan untuk menyembuhkan traumanya dan bersekolah, aku berjanji padamu akan menjaga dan menyayanginya seperti aku menyayangi Arsya cucuku", Ucap Oma Cintya pada cucu menantunya.
Sila merasa bimbang dengan usulan Oma Cintya, putranya masih terlalu kecil untuk berpisah dengannya, apalagi selama ini mereka selalu bersama, meski terpisah tidak pernah dengan waktu yang sangat lama dan jarak yang tidak terlalu jauh.
" kau tak perlu bertanya pada putramu, aku dan Putramu sudah membicarakan hal ini, dan dia yang ingin ikut denganku karena ingin menjadi orang yang bisa melindungi keluarganya nanti jika sudah dewasa, ia tak ingin menjadi pengecut karena bayang - bayang Papanya, dan menurutku itu keputusan yang berani untuk anak seusia Putramu, dan aku harap kamu mendukungnya agar Putramu tak merasa terbebani", jelas Oma Cintya pada Sila mengenai putranya.
Sila merasa terharu mendengar penjelasan Oma Cintya, tak disangka anak yang pendiam dan dingin itu memiliki pemikiran yang jauh lebih dewasa dari umurnya. tak terasa air mata Sila menetes membayangkan Putra yang selalu dianggapnya kecil baginya.
" aku akan menerima apapun keputusan Putraku Oma, jika itu yang dia inginkan aku hanya bisa menitipkan Putraku pada Oma", jawab Sila dengan rasa sedih dan juga bangga.
Arsya mengusap pundak istrinya untuk memberikan kekuatan padanya, Arsya tahu jika itu sangat berat bagi Sia berpisah dengan Putranya.
setelah menyelesaikan percakapannya dengan Oma Cintya, Arsya dan Sila pergi untuk menemui Adit, Arsya membiarkan istrinya untuk berbicara dati hati ke hati pada Adit.
__ADS_1
satu jam berlalu namun Sila belum jua masuk ke kamarnya, Arsya sudah menganti pakaiannya dengan kaos dan boxer kesukaannya, lalu merebahkan tubuhnya di ranjang yang berukuran big size.
tepat waktu dua jam, Sila baru masuk ke kamar Arsya, dan melihat suaminya yang sedang duduk bersandar di ranjang sambil memainkan benda pipih miliknya.
" apa kau menungguku?, tanya Sila pada Suaminya.
Arsya tersenyum melihat istrinya yang berjalan mendekati dirinya.
" tentu saja aku menunggumu, apa kalian sudah selesai?, tanya Arsya pada Sila.
Sila hanya mengangguk dengan wajah sedih, ternyata apa yang dikatakan Oma Cintya benar, putranya lah yang ingin ikut pergi ke Perancis bersama Omanya.
" tak perlu sedih, aku yakin putramu sudah mengerti tentang keinginannya, dan aku yakin Oma dan Om Dion akan menjaganya dengan sangat baik, kau jangan berpikir yang tidak - tidak, doakan dan dukung Adit agar kelak dia bisa menjadi orang yang sukses" ungkap Arsya agar istrinya tidak terlalu bersedih memikirkan kepergian putranya.
" gantilah pakaianmu dengan baju tidur agar kau bisa tidur dengan nyenyak", perintah Arsya pada Istrinya.
" tapi aku tak membawa baju apapun kesini", jawab Sila lirih.
Arsya tersenyum mendengar ucapan istrinya yang polos, lalu mengecup bibir mungil istrinya sekilas.
" hei... disini semua kebutuhanmu sudah tersedia, jadi kau tak perlu membawa apapun bila berada di sini, Oma sudah menyiapkan semuanya untukmu, kau tinggal memakainya, carilah di sana", ucap Arsya sambil menunjuk Walk in Closet miliknya.
Sila membuka lemari demi lemari semua pakaian Arsya telah tersusun rapi sesuai jenisnya, dan ada sebuah lemari besar yang terdapat dress - dress mahal, baju kantor wanita, beserta aksesorisnya, namun Sula tak menemukan baju tidur yang diinginkannya yang ada hanya lingerie dengan berbagai model dan warna.
__ADS_1
" apa aku harus memakai ini, apa aku masih pantas mengenakan ini, Oma mengapa menyiapkan baju tidur seperti ini untukku ", batin Sila yang bingung harus memilih yang mana dan ragu untuk memakainya.