Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 118 kedatangan Oma Cintya


__ADS_3

Reno tampak sangat lelah sampai di Mansion Arsya. Banyaknya pekerjaan kantor dan beban pikiran membuatnya benar benar kuwalahan.


" Bagaimana keadaannya. Apa ada kemajuan'.


" sudah lebih baik dari kemaren ". Jawab Joe.


Reno melihat Arsya yang sedang tertidur. Wajahnya mulai tirus karena berat badan yang menyusut. Serta mulai dipenuhi oleh bulu bulu halus karena tidak lagi terurus. Sedih dan prihatin itulah yang ia rasakan melihat sang bos yang terpuruk karena kebodohannya.


" Apa kau sudah memberitahukan keadaan Arsya pada Oma?.


" sudah. Mungkin malam ini mereka akan sampai". Jawab Reno.

__ADS_1


" Syukurlah. Aku berharap kedatangan Oma bisa membawa perubahan padanya". Merekac sama sama memandang Arsya yang tertidur lelap dengan penuh rasa iba.


" ini tanggung jawab kita bersama untuk bisa membuatnya bangkit dan menemukan Sila. Aku akan berusaha keras untuk bisa menemukan istri dan anaknya dan Mengembalikan kebahagiaanya". Ucap Reno pada sahabatnya.


Joe hanya menanggapi ucapan sahabatnya dengan senyuman. Joe tahu bertapa Reno sangat menyanyangi Arsya. Jika bukan karena kebaikan Oppa dan Oma Arsya mungkin saat ini Reno masih menjadi gelandangan. Oppa dan Oma Arsya menemukan Reno dan keluarganya tidur dipinggir jalan dengan beralaskan kardus. Saat itu Reno menangis tiada henti karena menahan lapar. Oma Cintya yang mendengar tangisan anak laki laki berumur 10 tahun menghentikan mobilnya dan mendekati mereka. Dan mengetahui fakta bahwa mereka kelaparan dan tidak punya tempat tinggal. Ditambah mereka berasal dari indonesia membuat Oppa dan Oma merasa kasihan membawa mereka pulang untuk tinggal sementara di rumahnya. Karena tidak punya pekerjaan dan tempat tinggal Oma menawari pekerjaan pada mereka menjadi Art dan Supir. Seiring berjalannya waktu Om Dion bekerja menjadi pengawal Oppa hingga kini menjadi orang kepercayaan Oma Cintya. Sedangkan ibu Reno bertugas mengurus segala keperluan Arsya. Reno dan Arsya hidup dalam lingkungan yang sama hingga menempuh pendidikan yang sama. Membuat mereka seperti kakak dan adik. dan itu membuat Reno sangat menyayangi Arsya.


*****


" Bagaimana keadaannya Joe".


" secara fisik tidak ada yang perlu dikhawatirkan Oma. Namun secara mental ia mengalami syok dan trauma masa lalu membuatnya tidak memiliki semangat dan terpuruk Oma". Jelas Joe.

__ADS_1


Oma menghela napas panjang. Sungguh tak disangka nasib cucunya sangat tragis.


" sekarang sudah larut malam. Sebaiknya kalian istirahat. Aku juga sangat lelah. Besok kita lanjutkan lagi. Jangan sampai kita juga ikut sakit karenanya. Karena masih banyak yang harus kita lakukan". Ucap Oma.


****


Ditempat yang berbeda. Sila dan Dania sedang mengemasi barang barang mereka. Sila memutuskan ikut bersama Vania untuk tinggal sementara di Swiss. Sekedar untuk berlibur atau bahkan menetap di sana.


Pagi pagi mereka bersiap untuk segera menuju bandara. Mereka akan terbang menggunakan jet pribadi Vania sehingga mereka tidak mudah terdeteksi jika Arsya mengecek ke bandara.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 jam. Akhirnya mereka sampai di bandara international Geneva. Mereka segera menuju rumah Vania.

__ADS_1


" istirahatlah dulu. Kalian pasti sangat lelah dengan perjalanan pajang ini. Jangan sedih lagi kasihan bayi yang ada di dalam perutmu. Jika kau lapar panggil bibik saja untuk menyiapkannya". Perintah Vania setelah mereka sampai di rumah milik Vania.


__ADS_2