
di tempat lain tepatnya di negara perancis seorang nenek yang usianya hampir menginjak 70 tahun, namun masih kelihatan cantik, muda dan energik sedang menginterogasi orang - orang suruhannya.
", bagaimana keadaan cucuku", tanyanya pada seseorang
", Tuan muda baik - baik saja Nyoya, sekarang justru lebih baik setelah berpisah dengan Nona Anna", jelasnya pada wanita tua yang menjadi Nyoya rumah.
", Apa maksudmu lebih baik", tanyanya dengan mata elangnya.
", Tuan muda sedang dekat dengan seorang wanita, yang berstatus janda memiliki dua anak , tuan muda selalu bermain dengan putri wanita itu, dan kadang mereka pergi bersama - sama", jelasnya panjang lebar kepada Nyonyanya.
", Cari tahu latar belakang wanita itu, aku tidak mau cucu ku memilih wanita yang salah lagi", titahnya kepada anak buahnya.
***
keseharian Sila kini hanya fokus pada kedua buah hatinya, sesekali memeriksa email yang dikirimkan Sandra asistennya dan ngobrol dengan Vania sahabatnya lewat via telpon.
ia begitu merindukan sahabatnya, meski sering terhubung via telpon, namun masih kurang jika tidak bertemu. ingin kembali ke kota dan mengelola Restonya, namun kondisi Adit belum memungkinkan untuk hal itu, sedangkan Aldi mantan suaminya masih saja ingin mengusiknya.
", kau tahu mantan suamimu minggu lalu datang ke Resto mencari mu, dia ingin bertemu dengan mu", ucap vania pada sahabatnya yang sedang tersambung lewat telpon.
", untuk apa dia mencariku Van", tanya Sila kepada sahabatnya.
untuk apa mas Aldi mencariku, sudah hampir satu tahun aku disini, baru kali ini dia mencariku. Sila terus berpikir, apa yang membuat mantan suaminya itu mencarinya.
", hai.... kenapa kau tiba diam, apa kau memikirkan laki - laki gila itu", tanya Vania dengan curiga.
", bukan begitu Van, aku hanya bingung kenapa dia mencariku, aku takut dia memiliki maksud buruk kepada kami, kau tak memberitahukan keberadaan kami kan Van", tanya Sila kepada sahabatnya.
", hei janda kampung, tentu saja aku tidak memberitahukan kepada laki - laki breng**k itu, untuk apa gak ada faedahnya", jawabnya cemberut kepada sahabatnya.
", kenapa kau memanggilku janda kampung", tanya dengan mode bodohnya.
", hei sahabatku yang lemot, statusmu sekarang apa?, kamu tinggal dimana?, jelas Vania dengan menertawakan sahabatnya.
__ADS_1
mereka sama - sama tertawa, setelah bicara ngalor ngidul membuat mereka bisa melepas rindu, dan tak terasa dua jam lamanya mereka saling bercengkrama.
***
", Tuan apa tidak sebaiknya kita mencari sekretaris untuk anda", Ucap Asisten Arsya.
", aku sangat membutuhkan sekretaris tapi kau ingat terakhir aku memecat karena dia selalu Menggodaku, berpenampilan ****, membuatku muak", ucap Arsya kepada Asistennya.
", paling tidak kita harus mencarinya lagi Tuan, agar anda tidak kerepotan seperti ini, dan tidak merepotkan saya lagi", jelasnya sambil terus melakukan pekerjaannya, seharusnya itu pekerjaan Arsya namun karena ada pekerjaan lain, Ia meminta bantuan pada Reno Asistennya.
", aku mengaji mu memang untuk membantuku, apa kau mau ku potong gaji mu", sahut Arsya dengan berang
", Kau lihat Tuan, di mejaku masih banyak berkas yang menumpuk, dan aku harus mengerjakan ini juga", umpatnya kesal kepada bosnya.
", Kau.... , akan ku adukan kau pada oma, jika tetap protes padaku", erangnya kesal.
Reno tidak berani jika bersangkutan dengan oma Cintya, oma Arsya lah yang menolong dan memberikan pekerjaan kepada keluarga Reno, Ayah Reno dulu bekerja pada Papa Arsya, setelah papa Arsya meninggal , Ayah Reno bekerja dan menjadi orang kepercayaan Oma Cintya. berkat Ayah Reno bekerja pada keluarga Mahesa, Reno bisa sekolah hingga keluar negeri, dan setelah menyelesaikan pendidikannya Reno di minta oleh Oma Cintya untuk bekerja pada cucunya dan selalu menjaganya.
", Aku harap bulan depan saya sudah mendapatkan sekretaris untuk anda", ucapnya kesal dan menyerahkan hasil pekerjaannya pada bosnya.
", hem.... ", Arsya tak menjawab omelan Asistennya. ia paham bahwa pekerjaan Reno juga sangat banyak, Arsya juga merasa bersalah karena sering mengajak Dania bermain sehingga pekerjaannya sedikit molor dan terganggu.
sudah tiga hari Arsya tak bertemu dengan Dania, karena ia di kejar deadline laporan yang akan dikirim ke pusat, ntah mengapa ia sangat merindukan gadis kecil itu, mungkin karena rasa kesepiannya yang membuat ia merasa begitu.
Arsya termenung didalam ruangannya, mungkin benar yang dikatakan Reno sebaiknya ia mencari sekretaris agar ada yang membantunya.
", Agar aku juga bisa punya waktu untuk bermain dengan gadis kecilku, dan tidak dikejar - kejar deadline seperti ini", batin Arsya.
", keruangan saya sekarang", ucap Arsya pada Asistennya.
", Ada apalagi Tuan, bisakah anda tidak menganggu saya sebentar saja, biarkan saya menyelesaikan pekerjaan saya", oceh Reno pada Arsya, namun Arsya hanya melipat tangganya di dada dan melempar pena pada Reno dan bisa dihindarinya.
", buat pengumuman penerimaan sekretaris baru", ucapnya pada Reno dan langsung dianggukin Asistennya.
__ADS_1
setelah seharian bekerja mengurus perusahaan dan pabrik teh milik keluarga, Arsya segera pergi meninggalkan kantornya. ia segera pulang mandi dan berganti pakaian santainya. selama kenal dengan keluarga Sila ada warna tersendiri di hidup Arsya, mungkin karena ia sangat merindukan adanya seorang anak sehingga itu yang membuat ia sangat menyukai Dania.
", tok.... tok.... tok.... ", pintu rumah Sila diketuk dengan cepat.
Sila yang sedang memasak berlari untuk membuka pintu.
", Apa kau tak bisa pelan sedikit mengetuk pintu rumahku", ucapnya sewot pada tamunya.
tak perduli dengan sikap si tuan rumah, Arsya nampak clingak clinguk menyapu seluruh ruangan mencari gadis kecil yang ia rindukan.
", Dimana Dania", tanyanya pada Sila.
dengan wajah yang masih kesal, Sila menunjuk dimana putrinya berada.
Dania sedang asyik bermain dengan kelinci pemberian Arsya, saat sore menjelang ia akan memberi makan kelincinya, sangking asyiknya ia tak menyadari kehadiran Arsya. dengan sangat pelan Arsya menghampiri Dania dan menutup mata gadis itu dengan telapak tangannya.
", siapa sih ini, kok main tutup mata Dania, ih.. lepasin ", ucap Dania kesal karena menggangu bermain dengan kelinci kesayangannya.
Arsya memangku gadis kecil itu dan menciumnya dengan gemas. Dania mulai meraba - raba wajah dan rambut Arsya.
", om ganteng", ucapnya...
Arsya melepas tangannya dari mata Dania.
", ih... om usil deh, kemana ja om kok gak ajak Dania main sih", omel bocah kecil itu dengan nada polosnya, Arsya hanya tertawa melihat bocah kecil itu nampak ngambek padanya.
", om sibuk sayang, om di suruh kerja sama mama mu biar gak gangguin Dania", jawab Arsya mengompori gadis kecil itu.
tentu saja Dania menatap sebal pada mamanya yang sedang asyik memasak, sedangkan yang ditatap tak mengerti apa yang terjadi.
******
bener - bener nih si Arsya, belum pernah lihat mak - mak perang bawa pengorengan kali ya 🤣🤣🤣🤣🤣
__ADS_1