
Arsya membiarkan Sila tertidur di kamar pribadinya, ia sedikit menyesal karena telah menyalahkan Sila dan berlaku kasar atas apa yang terjadi antara ia dan Aldi.
" tak sepantasnya aku marah padamu, tapi melihat mantan suamimu menyentuhmu aku benar - benar cemburu",guman Arsya yang terus menatap sekretarisnya yang sedang tertidur.
Arsya kembali ke meja kerjanya dan membiarkan Sila tidur dengan tenang di kamar pribadinya.
" pesankan aku makan siang untuk dua porsi" perintah Arsya kepada Asistennya.
" jam segini anda baru ingin makan siang Tuan?, kemana Sila, kenapa anda menyuruhku, Tuan", tanya Reno dengan penuh selidik.
Arsya segera mematikan telponnya karena tak ingin asistennya yang kepo itu akan semakin banyak pertanyaan.
Reno segera melaksanakan perintah bosnya dengan menggunakan aplikasi Gofood, sehingga ia tak perlu keluar kantor untuk mencari pesanan Arsya.
" pasti terjadi sesuatu diantara mereka berdua" guman Reno, namun ia tak ingin ikut campur urusan mereka berdua, masih banyak pekerjaan yang menantinya di meja kerjanya.
" ini Tuan pesanan anda", Reno meletakkan pesanan sang bos di atas meja, matanya menyisir seluruh ruangan mencari sesuatu.
" apa kau mencari sesuatu Ren?, selidik Arsya pada asistennya.
" apakah nona Sila sudah pulang, Tuan?, Tanya Reno penasaran.
__ADS_1
" aku menyuruhmu membelikan aku makanan, bukan menyuruhmu menyelidiki ku, kau seperti wanita saja yang ingin tahu urusan orang lain" sindir Arsya dan melemparkan pena miliknya kepada Reno.
Reno yang merasa misinya diketahui oleh Arsya hanya nyengir kuda, dan segera meninggalkan ruangan CEO.
Arsya menyiapkan makanan untuknya dan Sila, lalu membawanya ke kamar pribadinya. Arsya perlahan membangunkan Sila untuk memakan makan siangnya.
Sila yang merasa tubuhnya disentuh oleh seseorang segera membuka matanya, ia mendapati Arsya duduk di samping ranjangnya dan sedang memegang piring berisi makanan.
" Apa aku membuatmu sangat lelah, sehingga kau tidur sangat nyenyak" sindirnya pada Sila.
Sila merasa malu karena tertidur di kamar Arsya, ia segera bangun dan merapikan rambut dan bajunya, kemudian mencuci mukanya agar tidak kelihatan bangun tidur.
" buka mulutmu" perintah Arsya ketika Sila sudah kembali dan duduk di sampingnya.
" buka mulutmu, atau aku akan memasukkan makanan ini melalui mulutku bukan tanganku" ucap Arsya, yang baru di pahami maksudnya oleh Sila.
" saya bisa makan sendiri Tuan" jawab Sila dan ingin mengambil piring dari tangan Arsya, namun mendapatkan tatapan tajam darinya.
" kau ingin menantang ku, aku menyuruhmu membuka mulut tapi kau masih tidak mengerti juga, baiklah aku akan menyuapi mu dengan mulutku saja" ancam Arsya dan ingin memasukan makanannya ke mulutnya, namun Sila segera membuka mulutnya sehingga Arsya mengurungkan niatnya.
Arsya merasa menang, karena akhirnya wanita di sampingnya menurut padanya, Arsya dengan senang hati memberikan suapan demi suapan kepada Sila.
__ADS_1
" sudah Tuan, aku sudah kenyang" ucap Sila pada Arsya.
Arsya menghentikan suapannya kepada Sila, lalu ia menyuapi dirinya sendiri dengan sisa makanan yang di makan oleh Sila.
" Tuan, kenapa Anda memakan makanan sisa saya, saya bisa mengambilkan yang baru" ucap Sila dan segera berdiri untuk mengambil makanan di meja, namun Arsya segera menarik tangan Sila agar kembali duduk.
" aku tak masalah dengan makanan sisa darimu, aku bahkan sudah beberapa kali menyesap bibirmu, jadi kau tak perlu sungkan begitu" goda Arsya yang membuat pipi Sila merona.
Sila segera beranjak menuju meja kerjanya, dari pada harus menemani Arsya menikmati makan siangnya.
" kenapa dia sekarang selalu mesum sih", batin Sila mengingat ucapan Arsya.
Arsya kembali ke meja kerjanya dengan penampilan yang sudah rapi, tidak seperti saat - saat yang menegangkan tadi dan kembali berkutat dengan pekerjaan yang sudah menantinya.
Reno datang dengan setumpuk berkas di tangannya, dan meletakkan di atas meja Arsya.
" ini Tuan, berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Reno
" perintahkan seseorang untuk memantau dan mengawasi Sila dan anak - anaknya, aku tak ingin siapapun mengganggu dan menyakiti mereka, jika itu terjadi kau tau akibatnya" perintah Arsya kepada asistennya, tentu Reno tak berani menolak atau mengungkapkan pendapatnya melihat wajah Arsya yang begitu serius dan tegas, hanya kepada Sila, Arsya memperlakukannya dengan sangat posesif tidak seperti saat bersama Anna mantan istrinya dahulu.
" baik Tuan, akan saya laksanakan" jawab Reno dan segera undur diri karena tak ingin terlibat perdebatan antara dua insan yang sedang ingin merajut kasih.
__ADS_1
Sila yang mendengar percakapan antara Reno dan Arsya tak berani menolaknya meski hatinya ingin, karena mood Arsya yang belum stabil bisa membuatnya kembali lose kontrol hingga ia yang akan menjadi tempat pelampiasan. semua yang dilakukan Arsya hanya ingin melindungi dirinya dan kedua buah hatinya.