Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 40


__ADS_3

" Tuan bisakah anda tidak memberlakukan peraturan itu untuk saya", ucap Sila ragu - ragu.


Arsya yang mendengar permintaan Sila ingin tertawa, namun ia harus tetap terlihat cool di depan Sila, agar tetap terlihat berwibawa.


" kenapa saya harus membedakannya!, beri satu alasan agar saya bisa mengistimewakan anda Nona", jawab Arsya


" saya... adalah sekretaris anda Tuan", jawab Sila penuh keyakinan.


" kalau anda sadar sebagai sekretaris saya, seharusnya anda bersama saya dan meminta ijin pada saya", skak matt Arsya membuat Sila tak dapat berkata apa - apa lagi.


Sila ingin menangis dan panik, jika benar ia dipecat dari mana ia mendapatkan uang sebanyak 5 milyar untuk membayar dendanya. Vania... ah tak mungkin ia harus membebani sahabatnya lagi, jika mobil dan Resto dijual pun belum cukup untuk membayar denda. Sila tak dapat membayangkannya jika hal itu benar terjadi.


Arsya melihat mata Sila yang memerah menahan tangis, serta kekhawatirannya namun Arsya tak ingin lemah dihadapan Sila dan tetap tak bergeming sedikit pun.


" saya akan memberikan keringanan pada anda, tapi dengan satu syarat", ucap Arsya pada Sila.


mendengar ucapan Arsya seperti mendapatkan air di padang pasir yang tandus.


" apa syaratnya Tuan?, tanya Sila bersemangat.


" anda harus mengikuti kemana pun saya pergi, karena itu saya anggap anda tetap bekerja sebagai sekretaris karena menemani saya", jelas Arsya dengan senyum seringainya.


" kenapa jadi aku lagi yang terjebak dengan situasi seperti ini, kenapa harus dia terus yang diuntungkan", gerutu Sila


" bagaimana Nona, anda bersedia?, jika tidak pun tidak apa - apa, saya bisa menghubungi asisten Reno untuk menyiapkan surat pemberhentian anda", jelas Arsya dengan gaya coolnya.


Sila berpikir sejenak, namun tak ada jalan lain selain menuruti permintaan Arsya.


" baiklah Tuan, saya bersedia!, selalu saja anda yang diuntungkan dalam hal seperti ini", ucap Sila dengan kesal.


" tapi Dania dan Adit bagaimana, Tuan!, spa mereka juga boleh ikut", tanya Sila kepada Arsya.


" masalah itu anda tidak usah kuatir Nona, saya akan meminta Nyoya Alex untuk menjaga mereka", jawab Arsya dan langsung menghubungi Vania.


" cepat habiskan sarapan anda Nona, perjalanan kita akan panjang jadi siapkan nutrisi anda" perintah Arsya


Arsya menghabiskan sarapannya dengan hati bahagia, ternyata sangat mudah untuk menjebak wanita didepannya agar kembali menjadi wanita yang penurut.


Sila tak lagi selera melanjutkan sarapannya, rencana yang ia buat dengan Vania dan kedua anaknya kini hanya tinggal wacana saja.

__ADS_1


" sungguh menyebalkan", gerutunya Sila sebal


" mari Nona, kita lanjutkan perjalanan kita", Arsya bangkit dari tempat duduknya dan mengajak Sila mengikutinya.


" bisakah kita tidak seformal ini Tuan, kita hanya berdua bukan", ucap Sila yang merasa jengah dengan sikap formal Arsya , ia lebih nyaman jika seperti biasa ketika mereka hanya berdua.


" baiklah jika itu keinginanmu", jawab Arsya dan berjalan mendahului Sila.


Arsya membawa Sila menuju Mall yang berada di Petronas Towers seperti keinginannya semalam.


Arsya membawa Sila ke toko pakaian anak, Arsya memilih - milih dan mengambil 2 setel dress dan 2 setel pakaian anak laki - laki. sedangkan Sila hanya memperhatikan semua yang di lakukan Arsya tanpa berani bertanya.


setelah puas dengan toko pakaian anak - anak Arsya membawa Sila masuk ke butik yang megah dan mahal.


" tolong pilihkan gaun untuk wanita ini", perintah Arsya pada pegawai butik.


Sila hanya menurut perintah dari Arsya, karena tak ingin menimbulkan masalah baru untuknya.


setelah beberapa saat Sila keluar dengan gaun pertama.


" Tuan... bagaimana menurut anda", tanya pegawai butik yang membawa Sila disampingnya.


" Tuan !, ucap Sila mengembalikan kesadaran Arsya.


Arsya gelagapan mendengar ucapan Sila.


" ganti yang lain", ucap Arsya pada kedua wanita dihadapannya.


Sila segera kembali lagi ke ruang ganti, untuk menganti gaunnya dengan gaun lainnya.


" bagaiman Tuan", tanya Sila yang sudah berada didepan Arsya untuk ke tiga kalinya.


Arsya dibuat kagum oleh penampilan Sila, tak dipungkiri olehnya jika wanita didepannya ini sangat cantik di matanya, bahkan memakai gaun apapun sangat cocok menurutnya.


" bungkus ketiga gaun tadi" perintahnya pada pegawai butik, dan berjalan menuju kasir untuk melakukan pembayaran.


Sila hanya mengekor dibelakang Arsya, para pegawai butik sedang berbisik - bisik mengenai mereka.


" sudah ganteng, romantis lagi", bisik salah satu pegawai butik.

__ADS_1


" ya benar, mereka pasangan yang sangat serasi, lihat suaminya mengandeng tangan istrinya" ucap salah satu pegawai yang lain.


Arsya hanya tersenyum mendengar ucapan pegawai butik itu, dan mengandeng tangan Sila dengan erat.


" Tuan bisakah anda melepaskan genggaman tangan anda, langkah anda sangat cepat dan tangan saya terasa sakit karena terus anda tarik", ucap Sila yang sudah lelah mengikuti Arsya.


Arsya menghentikan langkahnya lalu menoleh pada tangannya, lalu masuk ke dalam Restoran dan duduk di ikuti oleh Sila karena tangannya yang masih di genggam Arsya.


" Diam lah, aku akan memijat tanganmu agar tidak terlalu sakit", ucap Arsya singkat dan melakukan apa yang menurutnya benar.


" ternyata dia bisa bersikap manis juga, kenapa dada ini seperti gendang, aku harap dia tak mendengarnya" guman Sila yang memperhatikan apa yang di lakukan Arsya.


" apa sudah lebih baik", tanya Arsya pada Sila.


" sudah Tuan, terima kasih", Sila lalu menarik tangannya dari genggaman Arsya.


Arsya memanggil pelayan untuk memesan makan siang mereka.


" Tuan, bolehkah saya bertanya ", ucap Sila dengan ragu - ragu.


" hemmm ", jawab Arsya singkat.


Sila agak ragu untuk menanyakan apa yang menganggu pikirannya, namun ia tak ingin berspekulasi dengan pikirannya sendiri.


" em.. anda membeli gaun yang sangat mahal dan indah Tuan, bolehkah saya tahu untuk siapa?, tanya Sila hampir tak terdengar suaranya.


Arsya menatap wajah Sila yang nampak tidak enak dengan pertanyaannya.


" gaun itu untuk seseorang yang spesial, yang kebetulan tubuhnya hampir sama denganmu, maka aku meminta kamu yang mencobanya", jelas Arsya dengan senyum licik.


Sila yang mendengar penjelasan Arsya, merasakan sedikit nyeri pada dadanya.


" ada apa denganku, kenapa aku merasa tidak suka dia bicara seperti itu", guman Sila kesal.


Arsya terus memperhatikan mimik wajah Sila, ia tersenyum kecil melihat perubahan wajah Sila.


" kenapa wajahnya berubah begitu, apakah dia cemburu padaku, dasar wanita tidak peka, apa dia tidak tahu jika aku sangat menyukainya", batin Arsya kesal pada wanita di sampingnya.


" Silahkan Tuan dan Nyonya, selamat menikmati, di sini sedang ada lomba makan romantis dan hadiahnya sangat istimewa, sepertinya kalian sepasang pengantin baru, jika menang kalian bisa menginap di four Seasons Hotel secara gratis", jelas manager restoran kepada Arsya dan Sila.

__ADS_1


Arsya mendengar penjelasan dengan sangat antusias, dia tersenyum licik dan sedikit melirik Sila. setelah mendengar penjelasan sang manager dan tata cara mengikuti lomba tersebut Arsya berpura- pura ke toilet dan tanpa sepengetahuan Sila, Arsya mendaftarkan dirinya dan Sila mengikuti lomba.


__ADS_2