Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 99 vitamin kesuburan


__ADS_3

Masih di ruangan Joe, Arsya dan Reno harus mendengar penjelasan yang mendetail dati Joe yang diselingi dengan perdebatan kecil diantara mereka. Itulah mereka jika sudah berkumpul akan saling mendebat dan rukun kembali hanya hitungan menit.


" sampai dititik ini kondisimu sudah mulai membaik, dan tongkat ajaib mu itu sudah bekerja sesuai yang kau harapkan, aku hanya akan memberikan vitamin untuk menjaga stamina mu agar tidak loyo". Joe mulai menjelaskan dengan bahasa yang hanya Arsya dan Joe yang tahu.


" tongkat ajaib apa Joe, jangan pakai bahasa kedokteran mu kami gak akan ngerti". Ucap Reno yang tak tahu maksud dari Joe.


" ini bahasa yang diketahui oleh Dokter dan Pasien Ren, dan yang sudah pernah melakukan ML. Makanya jadi orang itu jangan kayak es balok dinginnya gak ketulungan". Ejek Joe pada Reno.


" mending aku jadi es balok Joe, dari pada jadi Dokter cabul kayak kamu". Balas Reno yang gak mau kalah.


Arsya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu.

__ADS_1


" Joe kemungkinan aku memiliki keturunan berapa persen?, mendengar pertanyaan Arsya Joe bingung harus menjawab apa, lidahnya kelu dan kerongkongannya seakan tercekat.


Lama Joe terdiam begitu juga dengan sang Asisten yang tak berani lagi mengeluarkan suara seperti sebelumnya.


" jika saat ini aku belum bisa memastikannya, karena masih banyak pengobatan dan terapy jika untuk itu, dan bisa jadi kita akan kembali keluar negeri untuk menjalani serangkaian tes dan terapy, tapi kemungkinan itu ada karena kamu bukan laki laki yang... ". Joe menghentikan ucapannya karena takut jika Arsya akan marah padanya.


" yang apa?. Tanya Arsya dingin. Yang mau tidak mau Joe harus menjelaskannya secara detail.


Arsya menghela napasnya kasar. Menjalani rumah tangga bersama Sila membuat Arsya sangat ingin memiliki keturunan. Sikap Sila yang keibuan dan dapat mengurus anak anaknya dengan baik membuatnya mendambakan seorang anak.


Joe dan Reno hanya saling pandang melihat Arsya yang terlihat lesu dan tak bersemangat. Sebagai seorang sahabat, Asisten dan Dokter pribadi keluarga Mahesa tentu mereka tahu apa yang menjadi beban pikiran Arsya. Wajar jika ia sangat ingin memiliki keturunan untuk meneruskan pewaris keluarga mahesa.

__ADS_1


" untuk saat ini aku hanya akan memberikan mu obat dan vitamin untuk menunjang stamina dan meningkatkan kesuburan. nanti baru kita jalani pemeriksaan lanjutan. Joe memberikan obat pada Arsya. Dengan malas Arsya mengambil obat itu lalu beranjak pergi tanpa sepatah kata pun.


Joe dan Reno hanya bisa saling pandang melihat perubahan sikap Arsya. Joe hanya bisa menghela napas kasar. kedepannya Joe pasti dituntut untuk kerja lebih keras lagi untuk bisa membuat sahabat sekaligus pemilik rumah sakit itu bisa mencapai keinginannya.


Selama perjalanan Arsya hanya diam. wajahnya datar tanpa expresi. Reno yang melihat hal itu tak berani bersuara. Ia hanya bisa menatap sang Bos dari kaca spion.


" kita mau kemana Tuan". Reno berusaha memecahkan kesunyian yang mendera.


" pulang". Jawaban singkat padat dan jelas Arsya. Saat ini yang ia butuhkan hanya ingin cepat pulang dan bertemu dengan sang istri. Reno pun segera melajukan mobilnya menuju rumah Arsya. Sesampai dirumah Arsya turun dan segera masuk kedalam rumahnya tanpa memperdulikan Asistennya.


" gini amat punya bos yang lagi galau". Ucap Reno dan langsung melajukan mobilnya menuju apartemennya.

__ADS_1


__ADS_2