
Tok tok tok.... Pintu diketuk dari luar. membuat sang penghuni kamar segera menggeliat dan memulihkan kesadarannya masing masing. Arsya beranjak dari ranjangnya dan segera membuka pintu untuk mengetahui sebab mereka mengetuk pintu dan membangunkan majikannya.
" ada tamu di depan Tuan. Ingin bertemu anda dan Nyonya". Sang Art memberitahukan tentang maksudnya mengetuk pintu sang majikan.
Arsya hanya mengangguk dan kembali menutup pintu dan segera untuk memberitahu Sila.
" ada tamu yang mencari kita, Anya. Apakah kau ingin turun atau tetap disini". Arsya berbisik di telinga Sila yang membuat wanita itu segera memutar posisi menghadap suaminya.
" bisa tidak jika bicara padaku tidak berbisik di telingaku, bulu kudu ku merinding karena ulah mu". Kesal Sila yang ingin melempar bantal pada suaminya.
Arsya tergelak melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil. Melihat wajah istrinya yang semakin kesal. Arsya menghentikan tawanya. Ia tidak ingin Sila benar benar marah padanya. Sila beranjak dari ranjangnya dan segera mencuci mukanya agar tidak kelihatan bangun tidur. Lalu duduk dimeja riasnya untuk memoles wajahnya sedikit agar terlihat lebih fres. Arsya hanya memandangi apa yang dilakukan oleh Sila. Setelah dikira cukup mereka segera turun kebawah untuk menemui tamunya.
" apa kalian baru bangun tidur. Sudah hampir 1 jam aku menunggu di sini". Sindir Aldi ketika sang Tuan rumah ada didekatnya. Arsya dan Sila hanya tersenyum mendengar sindiran dari tamu yang tak diharapkan datang di hari liburnya.
__ADS_1
" salahmu sendiri ingin bertamu tapi tak memberi kabar terlebih dahulu". Jawab Arsya tak kalah sinis pada rivalnya itu.
Sila yang mengetahui jika suasana akan semakin tidak kondusif jika dibiarkan. Segera mengalihkan pembicaraan mereka.
" mas Aldi kesini mau apa?, maaf jika menunggu lama". Ucap Sila yang berusaha menengahi ketegangan antara suami dan mantan suaminya.
" tadi aku sudah kirim pesan pada kalian tapi tidak satupun kalian balas, jadi aku langsung saja datang kesini. Aku ingin minta izin untuk membawa Dania jalan jalan bersamaku. Tadi aku sudah telpon Dania jika dia akan pergi jika kalian mengizinkan". Aldi mengungkapkan alasannya mendatangi rumah mantan istrinya. Meski ia sangat kesal karena sudah hampir jam 10 ternyata mereka belum keluar kamar. Aldi masih saja tak bisa melupakan Sila yang kini telah berbahagia dengan suaminya. cemburu itulah yang dirasakannya ketika tau jika mereka masih mengurung diri di kamar.
Sebenarnya berat rasanya untuk melepas Dania pergi bersama Papa kandungnya. Walaupun hanya sekedar jalan jalan. Takut jika apa yang ia khawatirkan selama ini akhirnya menjadi kenyataan.
" aku hanya ingin menghabiskan hari libur bersama putriku. setelah selesai aku akan membawanya pulang. Apa kau belum percaya padaku?. Aku tidak akan menyakitinya, percayalah. Aku hanya ingin menebus kesalahan yang pernah ku perbuat padanya. Aldi berusaha meyakinkan Sila setelah menangkap keraguannya pada dirinya. ia bisa memahami setelah apa yang pernah ia lakukan pada kedua buah hatinya.
Arsya mengenggam tangan Sila untuk memberikan kenyamanan padanya. Ia tahu jika istrinya itu sedang merasa khawatir dan gelisah. Arsya menganggukan kepalanya sebagai dukungan pada Sila apapun keputusannya.
__ADS_1
Sila berusaha membuang pikiran negatif dan rasa kekhawatirannya pada mantan suaminya. Berharap Aldi tidak akan mengecewakannya dan mengulangi kesalahannya.
" aku izinkan asal tidak menginap, Dania belum pernah pergi dengan siapa pun kecuali dengan kami. Dan aku harap mas tidak mengecewakanku. Tegas Sila dengan penuh penekanan. Berharap apa yang ia khawatirkan tidak pernah terjadi. Dan berharap laki laki yang ada didepannya itu menepati janjinya.
Aldi mengerti dengan sikap tegas mantan istrinya itu. Tak mudah untuk membuatnya percaya begitu saja padanya. Setelah rasa sakit dan trauma yang ia berikan pada keluarganya.
" aku akan menepati janjiku. Aku hanya ingin menebus kesalahanku dan untuk itu aku butuh kepercayaanmu padaku". Aldi berusaha meyakinkan Sila.
Sila beranjak menuju kamar putrinya untuk memberikan izinnya. Sila cukup tersanjung ternyata putrinya masih memikirkan perasaannya dengan meminta restu padanya.
" putri mama sudah cantik banget. Mau jalan jalan ya?. Sila memeluk dan melihat penampilan putrinya dengan sangat bahagia. Sedangkan Dania hanya bisa meremas ujung bajunya karena merasa khawatir dengan mamanya. Sila menyadari hal itu dan memeluk kembali putrinya.
" mama mengizinkan, pergilah jika Dania ingin pergi. Jika Dania masih takut dan tak ingin pergi, mama bisa bilang ke Papa. Mama akan mendukung dan menjagamu sampai kapan pun sayang". Sila berusaha membuang kekhawatiran putrinya. Dania tersenyum bahagia setelah mendengar ucapan sang mama.
__ADS_1
Setelah saling berbicara dan Dania memilih pergi bersama Papanya. Sila dan Danis turun untuk menemui Aldi dan Arsya yang masih berada diruang tamu. aldi nampak bahagia ternyata putrinya memilih pergi bersamanya. Tak ingin berlama lama Aldi langsung membawa Dania pergi bersamanya.