Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 79


__ADS_3

" mama... " teriak Dania saat masuk di kamar pengantin baru.


Sila menoleh mendengar teriakan putri kesayangannya, lalu tersenyum melihat suami dan kedua anaknya.


" jangan berlari dan berteriak seperti itu dek, nanti jatuh dan kuping mama sakit", nasehat Sila pada putrinya.


" kok kalian bisa sama - sama ", tanya Sila pada mereka.


" Daddy tadi nyusul kami ma, kami berdua diajak berenang sama mama Vania di bawah, terus ada Daddy, habis itu kami diajak jalan - jalan ", jawab Dania polos.


sedangkan kedua laki - laki beda generasi yaitu Adit dan Arsya duduk di kursi sambil melihat gaya Dania yang sedang bercerita. gadis kecil itu kini sudah berubah menjadi ceria kembali seperti semula.


" Daddy, kalian panggil Daddy", tanya Sila pada Dania dan menatap kedua laki - laki yang sama - sama memiliki wajah dingin.


" ya ma, kami sekarang panggil Om Ganteng, Daddy" jelas Dania pada Sila.


Sila masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh putrinya, ia bersyukur pada kedua anaknya yang bisa memanggil papa baru mereka dengan panggilan Daddy, sehingga Sila tidak perlu untuk meminta dan mengajari mereka berdua.


" siapa yang ngajarin Adek sama Abang panggil Om Ganteng, Daddy?, tanya Sila pada Dania sambil membelai rambut putrinya.


" ga ada yang ngajari ma, cuma mama Vania bilang, ' kalau mama dan Om Ganteng sudah menikah, kami harus merubah panggilan kami, tidak boleh Om Ganteng lagi, biar Om Ganteng sayang sama kita dan mama juga bahagia,, gitu ma kata mama Vania, jadi adek sama abang milih panggil Daddy aja", jelas Dania dengan gayanya yang lucu.


mendengar penjelasan putrinya, akhirnya Sila mengerti siapa dalang dari semua ini, dan ia merasa sangat bersyukur karena punya sahabat yang sangat pengertian padanya.


" kalian memang anak mama yang pintar dan baik, mama bahagia memiliki kalian berdua ", ucap Sila sambil memeluk dan menciumi kedua anaknya secara bergantian.


Arsya mendekati istri dan kedua anaknya dan ikut memeluk mereka, yang membuat Sila merasakan kebahagiaan yang seutuhnya.

__ADS_1


" apa kalian tidak lelah, sebaiknya kalian beristirahat", ucap Arsya pada kedua anaknya.


" dimana kamar kami Daddy?, aku sangat lelah karena berenang tadi", ucap Dania pada Arsya.


Sila dan Arsya saling pandang mendengar pertanyaan putri mereka.


" di sini kamar kalian, apa kalian tidak ingin tidur bersama mama dan Daddy?, tanya Sila.


" tidak ma, kami sudah besar. kata mama Vania kami tidak boleh mengganggu dan ikut tidur bersama mama dan Daddy, karena mama sudah punya teman untuk tidur sekarang, jadi kami tidak boleh menganggu kebahagiaan mama sama Daddy" ucap Dania yang membuat Sila susah menelan salivanya.


sedangkan Arsya tersenyum mendengar penuturan Dania, ternyata Vania sudah meracuni pikiran kedua anaknya untuk kebahagiaan dirinya dan Sila.


" lagi - lagi Vania, kau sudah mendoktrin kedua anakku agar tidak menggangguku, ish... kau pikir aku seperti pengantin baru sungguhan, kami bahkan belum melakukan apapun", batin Sila.


" jadi kalian ingin kamar sendiri?, tanya Arsya pada kedua anaknya.


Arsya segera menghubungi pihak hotel untuk menyiapkan satu kamar dengan dua bed disampingnya untuk anak - anaknya.


" ayo Daddy antar ke kamar kalian", ajak Arsya pada Dania dan Adit.


setelah pihak hotel memberitahukan jika kamar yang diinginkannya sudah disiapkan, sedangkan Sila mengikuti suami dan kedua anaknya untuk melihat kamar putra dan putrinya.


setelah mengantar dan memastikan kedua anaknya istirahat, Arsya mengajak Sila kembali ke kamarnya, Arsya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sila segera menyiapkan pakaian untuk suaminya, untuk pertama kalinya Sila kembali menyiapkan keperluan suaminya setelah 5 tahun tidak melakukannya.


Arsya keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, dan handuk yang melilit di pinggangnya. Sila sangat terpesona dengan penampakan suaminya, wajah yang tampan, tubuh atletis ditambah rambut yang basah membuatnya sangat susah menelan air liurnya.

__ADS_1


" tutup mulutmu Anya, apa aku sangat mempesona bagimu, hingga kau sampai tak sadar seperti itu", ledek Arsya pada Istrinya yang membuat wajah Sila merona.


Arsya tertawa melihat wajah istrinya yang malu karena ulahnya, lalu pergi untuk memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya.


" apa yang kau lakukan", tanya Sila cepat saat Arsya ingin membuka handuknya.


" aku ingin memakai pakaianku, aku tak bisa memakainya jika tak melepaskan handuk ini, tak perlu malu kita sudah SAH, siapa tahu jika kau melihat tongkat ku, kau tertarik untuk mencobanya " canda Arsya pada Sila yang membuat Sila merona, lalu melempar bantal pada Arsya dan dengan cepat membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut sebelum Arsya benar - benar melepas handuknya didepan matanya.


" dasar suami ga ada akhlak, bisa - bisanya di berpikir seperti itu", gumamnya.


Arsya tertawa terbahak - bahak melihat tingkah istrinya yang malu - malu, dengan cepat Arsya menganti pakaiannya lalu ikut berbaring di samping Sila lalu menarik selimut yang menutupi tubuh istrinya.


" buka matamu, aku sudah berpakaian dengan rapi", ucap Arsya pada Sila yang masih menutup matanya.


perlahan Sila membuka matanya, dan melihat wajah tampan suaminya dengan pakaian yang ia siapkan tadi.


" apa kau takut padaku, aku tidak akan memakan mu sebelum kau siap untuk ku makan", ucap Arsya sambil mengerlingkan matanya.


" apa kau sangat menginginkannya, jika itu yang kau inginkan, lakukan saja", ucap Sila pada suaminya karena merasa tidak enak pada Arsya.


Arsya tersenyum melihat istrinya, ia membelai wajah cantik Sila lalu mencium keningnya.


" aku tidak akan melakukannya jika kamu belum siap, aku takut saat kita melakukannya ternyata nanti kamu tidak puas denganku seperti mantan istriku dan meninggalkanku, disaat kita sudah melakukannya aku juga belum tentu dapat memberimu keturunan, jadi aku harap kau bisa menerima kenyataan ini dengan ikhlas dan dapat menerima semua kekuranganku", ungkap Arsya sedih pada Sila.


mendengar ungkapan Arsya yang sedih membuat Sila pun merasa sedih, ternyata suaminya juga menyimpan trauma yang dalam dalam sebuah pernikahan.


" aku tak akan meninggalkanmu jika kau tak mengkhianati ku, apapun keadaanmu kita akan selalu bersama, aku akan membantumu menjalani pengobatan kembali, agar kamu benar - benar sembuh, kita sudah memiliki Dania dan Adit, jangan terlalu dipikirkan untuk masalah itu, aku menerimamu apapun itu kekuranganmu seperti kamu menerima segala kekuranganku, aku Mencintaimu apapun keadaanmu", ucap Sila sambil membelai wajah tampan suaminya lalu mencium kedua pipi Arsya.

__ADS_1


Sila memeluk suaminya, ada rasa sedih dalam hatinya mendengar penjelasan Arsya dan ia berjanji dalam dirinya akan membantu Arsya untuk pulih kembali agar ia bisa kembali menemukan kepercayaan dirinya.


__ADS_2