
hujan terus mengguyur ibu kota, membuat sebagian orang malas untuk beraktifitas. namun tidak untuk Arsya, ke kantor adalah suatu kewajiban dan semangatnya karena di sana ada seorang wanita yang sedang mengisi ruang hatinya yang dulu pernah kosong.
seperti ABG yang sedang jatuh cinta, Arsya bahkan beberapa kali berkaca di depan cermin untuk melihat kesempurnaan penampilannya. setelah yakin dengan penampilannya, ia segera berangkat ke kantor bersama asistennya.
sampai di kantor kedua bos cool dan dingin itu menaiki lift khusus menuju ruangan mereka. Arsya memasuki ruangan CEO, di sana biasa sang pujaan hatinya sedang duduk di meja kerjanya.
" tumben jam segini dia belum datang", guman Arsya yang melihat meja kerja Sila masih kosong, dan tidak ada tas yang biasa terletak di atas meja jika dia sudah datang dan sedang keluar.
Arsya tak lagi bisa berkonsentrasi, sebentar - bentar ia melihat jam dan meja kerja Sila. pikirannya dipenuhi oleh Sila, kemana wanita itu tak ada kabar berita bahkan telponnya sedang tidak aktif.
" cari tahu keberadaan Sila sekarang", ucapnya pada asistennya melalui sambungan telponnya.
" ada apa lagi sih, buat repot ja, kalian yang jatuh cinta dan aku yang harus repot karena kalian", gerutu Reno dengan kesal.
Reno segera menghubungi anak buahnya untuk mengetahui dimana keberadaan Sila saat ini. tak butuh waktu lama, Reno sudah mendapatkan informasi yang diinginkannya. Reno segera ke ruang CEO untuk mengabarkan di mana keberadaan Sila.
" Nona Sila sedang menuju kuala lumpur, Tuan!, ucap Reno mengabarkan keberadaan Sila saat ini.
" Apa..!, bersama siapa dia pergi, bagaimana Dania dan Adit!, tanya Arsya yang kaget dengan informasi asistennya, setahu Arsya, sekretarisnya itu bukan tipe wanita yang suka pergi jalan - jalan ke Luar Negeri.
" menurut informasi, Nona Sila ikut bersama sahabatnya menggunakan jet pribadi, dan kedua anaknya juga ikut serta", Reno menjelaskan informasi sesuai dengan yang ia dapat dari anak buahnya.
__ADS_1
" kau boleh kembali ke ruangan mu, pantau terus kegiatan mereka, dan kabarkan semua yang dilakukan mereka, jangan ada yang terlewatkan", ucap Arsya pada asistennya.
Reno segera kembali ke ruangannya, dan memerintahkan anak buahnya jika mereka harus terus memantau aktifitas Sila selama berada di sana.
Arsya merasa tak tenang menjalani aktifitasnya, pikirannya terus melayang pada Sila. banyak pertanyaan Yang berkecamuk di benaknya, mengapa Sila pergi tanpa pamit dan mematikan telponnya.
" apa dia marah padaku, karena hal kemaren, bukankah kemaren dua sudah baik - baik saja... ah...!, guman Arsya yang kesal dengan dirinya sendiri.
" kau ingin lari dariku, tak semudah itu, aku tak akan melepaskan mu", batin Arsya dengan suasana hati yang tidak menentu dan menebak - nebak apa kesalahannya sehingga Sila menghindar darinya.
***
" kau yakin dengan keputusanmu, aku rasa kau tak akan mudah untuk lari darinya", ucap Vania kepada Sila sahabatnya yang sudah menaiki mobil menuju hotel tempat mereka menginap.
" aku hanya butuh waktu untuk meyakinkan diriku Van, aku masih trauma dengan pernikahanku terdahulu?, jelas Sila pada sahabatnya.
Vania menemani suaminya yang sedang ada pekerjaan di kuala lumpur, karena takut kesepian dan tidak ada yang menemani saat suaminya bekerja, Vania mengajak Dania untuk ikut serta bersamanya, namun tak di sangka justru Sila turut ikut bersamanya, tentu saja hal itu membuat Vania bahagia karena dengan adanya Sila, ia tak akan sendirian dalam berburu belanjaan kesukaannya.
sampai di Four Seasons Hotel mereka segera melakukan check in, mereka memesan 2 kamar, karena Vania bersama suaminya. mereka segera memasuki kamar masing - masing untuk menata barang mereka dan beristirahat sejenak sebelum melakukan perjalanan keliling Kuala lumpur. mereka berencana akan tinggal selama tiga hari ke depan.
***
__ADS_1
Arsya masih gusar dengan kepergian Sila yang hingga saat ini tak memberikan kabar padanya, bahkan karyawannya tak luput dari amarahnya karena moodnya yang benar - benar hancur saat ini.
" belum juga sehari ditinggal oleh Nona Sila, hampir semua karyawan kena getahnya. Nona, aku harap anda segera kembali, jika tidak akan banyak karyawan yang mengundurkan diri karena tidak tahan dengan sikap Tuan", guman Reno yang terus berusaha mengendalikan kegaduhan karena sikap Arsya.
" ada yang bisa saya bantu Tuan", tanya Reno pada Arsya, yang sedari tadi hanya diam tanpa melakukan pekerjaannya.
" kapan dia akan kembali", tanya Arsya tanpa melihat kearah lawan bicaranya.
" menurut informasi mereka akan tinggal selama tiga hari, Tuan!, jawab Reno pada Arsya.
" apa jadwalku tiga hari ke depan " tanya Arsya ketus.
" jadwal Anda rapat dengan para petinggi perusahaan, lalu dengan Anggara Group saja Tuan", Jawab Reno yang melihat jadwal Arsya melalu tablet yang digenggamnya.
" undur jadwal ku hingga tiga hari ke depan, dan aku serahkan urusan kantor padamu, kirim laporan ke email seperti biasa, dan siapkan jet pribadiku, aku akan menyusul mereka dan satu lagi, suruh anak buah mu memesankan hotel yang sama dengan Sila dan harus tepat disampingnya, aku tidak mau tau bagaimanapun caranya ", perintah Arsya kepada Asistennya.
Reno pergi untuk mengurus segala perintah dan kebutuhan Arsya, ia tak ingin melakukan kesalahan yang membuat Arsya semakin marah. ia juga sudah menghubungi anak buahnya untuk melaksanakan tugas dari sang bos.
" apa pun caranya, kau harus bisa memesan kamar di samping Nona Sila, jika tidak tamat riwayatmu" ancam Reno kepada anak buahnya.
" aduh Nona, cukup sekali ini saja anda pergi tanpa ijin, jika tidak ingin membuat semuanya kalang kabut dan kacau", batin Reno kesal.
__ADS_1
" kenapa anda harus terlalu bucin jika sedang jatuh cinta Tuan, anda enak hanya tinggal perintah, kami yang tersiksa karena sikap anda", gerutu Reno pada bosnya, jika bukan bos mungkin sudah di tendangnya ke neraka.