Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 57


__ADS_3

Aldi mengambil dokumen yang di lemparkan oleh Arsya, Aldi membuka lembar demi lembar dokumen itu, yang menunjukkan kecurangan tentang proyek yang mereka tangani, membuat Aldi mengepalkan tangannya dan ingin segera menemukan siapa dalang di balik semua ini.


" apa anda sudah paham Tuan, saya tidak ingin menanggung kerugian lebih besar lagi atas apa yang perusahaan anda lakukan pada perusahaan saya, dan atas dasar ini saya juga tidak akan membayar denda atas pembatalan kontrak ini", jelas Arsya pada Aldi.


" tapi ini diluar pengetahuan saya, dan setiap laporan yang saya terima sesuai dengan perjanjian kontrak kita", jelas Aldi pasrah.


" Anda adalah CEO dari Anggara Group, jadi anda yang bertanggung jawab atas kecurangan bawahan anda, saya tidak perduli dengan ketidak tahuan anda, tapi kami tidak butuh perusahaan yang berlaku curang seperti ini, seharusnya anda terjun langsung untuk memantau proyek yang nilainya puluhan milyar ini, bukan percaya begitu saja dengan apa yang bawahan anda laporkan, atau jangan - jangan anda terlalu sibuk karena mengurusi kehidupan mantan istri anda", jelas Arsya pada Aldi dengan suara mengejek.


Aldi tak dapat berkata - kata untuk membantah tuduhan Arsya padanya, nyatanya ia masih terus mengejar Sila agar mau kembali bersamanya, sedangkan Sonia tak pernah di dihiraukannya lagi, menikahi Sonia adalah kesalahan terbesarnya, karena ternyata Sonia bukan wanita seperti yang di harapkan nya.


sebenarnya Arsya sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi, namun Arsya tidak bisa masuk lebih dalam lagi untuk mencampuri masalah Aldi, bahwa istrinya juga terlibat dalam kecurangan yang di lakukan oleh bawahan Aldi, namun Aldi tak menyadari hal itu.


" saya permisi", ucap Aldi karena tidak tahu harus berbuat apa, data yang diberikan Arsya sangat lengkap yang membuat Aldi benar - benar pusing di buatnya.


" sekali - kali ikuti kegiatan istrimu, agar kau tahu apa yang di lakukan oleh istrimu di luaran sana", ucap Arsya memberikan peringatan pada Aldi.


Aldi tak menggubris apa yang dikatakan Arsya padanya, ia tetap berlalu tanpa kata, karena ingin menyelidiki siapa yang berbuat curang padanya.


" lanjutkan pekerjaanmu, aku akan menginap di rumah sakit, kirimkan baju dan makanan untuk kami berdua", ucap Arsya pada Reno asistennya.


Arsya segera menuju lift CEO meninggalkan Reno di ruangannya, Arsya mengendarai mobilnya dan menuju rumah sakit untuk bertemu dengan Sila.


sampai di rumah sakit Arsya langsung menuju ruangan dimana Sila dirawat, dengan perlahan ia membuka pintu agar tidak menganggu orang yang berada di dalam.


" terima kasih Nyonya Alex, telah menjaga Sila", ucap Arsya pada Vania yang dengan setia menjaga Sila di rumah sakit.

__ADS_1


" om ganteng...", Dania datang dan memeluk Arsya.


" hai anak manis, apa kau lelah menjaga mama", tanya Arsya dengan mencubit pipi chubby nya.


" Tidak om, aku ingin mama segera sembuh dan pulang bersamaku", jelas gadis kecil itu dengan raut wajah sedihnya.


" mama akan segera sembuh jika Dania tidak nakal dan penurut", jawab Arsya


" Dania janji akan menurut dan tidak nakal lagi, agar mama tidak sakit lagi", ucap Dania dengan mata yang sudah berkaca - kaca.


Vania sangat bahagia melihat interaksi antara Dania dan Arsya, sungguh mereka seperti ayah dan anak, namun Sila masih tak bergeming atas semua perlakuan Arsya padanya yang jelas - jelas Arsya sangat tulus padanya.


" Nyonya Alex, bisakah aku menitipkan mereka berdua pada anda, jika mereka disini aku takut mereka akan lelah dan bosan", pinta Arsya pada Vania.


" dengan senang hati Tuan, aku akan menjaga mereka, aku ajan membawa mereka bersamaku", jawab Vania pada Arsya.


Arsya membuka jas mahalnya dan membaringkan tubuhnya di sofa, Sila tahu jika Arsya dari kantor langsung menuju rumah sakit untuk menemaninya, ada perasaan bersalah dan tak tega melihat laki - laki itu berkorban begitu banyak untuknya, namun ia masih tidak bisa melupakan masa lalunya.


" anda tidak perlu repot - repot untuk menemani saya di sini Tuan, saya tidak keberatan sendiri di sini, ada suster yang bisa menemani saya", ucap Sila pada Arsya.


Arsya yang baru saja ingin memejamkan matanya karena mengantuk, menoleh pada Sila karena ucapan Sila padanya. Arsya bangun dari tidurnya dan berjalan mendekati Sila dan duduk di kursi samping ranjangnya.


" apa kau tidak suka jika aku di sini", tanya Arsya pada Sila.


" tidak Tuan, saya hanya tidak ingin anda kelelahan dan sakit kerena saya", jawab Sila ragu.

__ADS_1


" bagaimana keadaanmu, apa sudah lebih baik?, tanya Arsya pada Sila.


" sudah Tuan, saya sudah lebih segar sekarang", jawab Sila singkat.


Arsya menekan tombol merah, agar para perawat datang ke kamar Sila.


" pindahkan pasien ke ranjang yang lebih besar", titah Arsya pada perawat yang datang ke kamar Sila.


sesuai perintah Arsya para perawat memindahkan Sila ke ranjang yang lebih besar yang bisa di tempati oleh dua orang.


" kalian boleh pergi" lanjut Arsya.


Sila merasa bingung dengan permintaan Arsya, untuk apa ia harus tidur di ranjang yang besar, yang seharusnya untuk penunggu agar bisa beristirahat.


" tidurlah aku tidak akan menganggu dan menyentuhmu, aku hanya ingin menjagamu dan ingin beristirahat", jelas Arsya dan membaringkan tubuhnya di samping Sila.


tak butuh waktu lama Arsya sudah terbuai oleh mimpinya, Sila menatap wajah tampan di sampingnya, entah mengapa dadanya mulai berdetak tak menentu menatap laki - laki disampingnya.


perlahan Sila mulai memberanikan dirinya untuk menyentuh rambut Arsya, lalu turun ke bibir yang pernah menyentuhnya, Sila tersenyum mengingat apa yang pernah dia alami bersama Arsya. ada rasa hangat menggelayut di dadanya dan rasa itu kian hari kian berkembang seiring berjalannya waktu.


" apa kau terpesona dengan bibirku, sehingga kau tak ingin melepaskannya", suara serak Arsya membuyarkan lamunan Sila, dengan wajah merona Sila menarik tangannya dari wajah Arsya.


Arsya bangun setelah merasakan ada sesuatu yang menimpa bibirnya, yang ternyata adalah tangan Sila.


" apa kau ingin merasakannya lagi, jika kau menginginkannya aku akan dengan senang hati melakukannya", goda Arsya pada Sila yang tak berani menatap Arsya karena malu.

__ADS_1


" tidak Tuan, saya tidak sengaja tadi. saya ingin tidur Tuan", jawab Sila dengan wajah yang merona, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Arsya tersenyum melihat tingkah Sila, lalu ikut membaringkan tubuhnya di samping Sila dan melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu. sedangkan Sila hanya ingin menghindar dari Arsya, karena malu tertangkap sedang menyentuh bibir Arsya, namun akhirnya mereka sama - sama tertidur dengan pulas.


__ADS_2