
Sila kembali menjalani rutinitasnya sehari - hari seperti sebelumnya, ia harus terus melangkah dan mencoba menerima segala ujian hidupnya dengan tegar dan semangat, demi kedua anaknya yang kini menjadi perioritas utamanya. sebagai orang tua tunggal, Sila harus terus melangkah maju demi untuk memberikan kehidupan yang layak untuk anak - anaknya.
pagi ini Sila sudah bersiap - siap untuk berangkat ke kantor Mhs Group tempatnya mencari pundi - pundi rupiah untuk masa depan kedua buah hatinya, sejak bercerai dengan Aldi ia harus berjuang sendirian menafkahi diri dan anak - anaknya, sedangkan Aldi seakan lepas tangan dari tanggung jawabnya sebagai ayah dari kedua anaknya.
" mama.. berangkat dulu ya... kalian jangan nakal, dan gak boleh kemana - mana kecuali jika mama Vania yang ngajak kalian, kalau ada apa - apa bilang sama bibi ya", ucap Sila kepada kedua anaknya, setelah mencium kedua buah hatinya Sila segera memasuki mobilnya dan membawanya melaju kejalan untuk ikut bergabung memadati jalan raya.
Sila menembus jalanan kota dengan kecepatan sedang, ia tak ingin kebut - kebutan yang akan membahayakan jiwanya, karena ada dua anak yang butuh kasih sayang dan dirinya.
pukul tujuh Sila sudah berada di kantor Mhs Group, tempat ia mencari Rizki dan kini ia sudah berada di meja kerjanya dan menyiapkan beberapa berkas di meja Arsya untuk memudahkan sang bos memeriksanya, dan kseperti sebelumnya Sila harus menyiapkan teh hangat di meja Arsya.
setengah delapan dua pria tampan dan di puja hampir seluruh wanita penghuni kantor itu memasuki ruangan CEO, siapa lagi jika bukan sang CEO dan asistennya, meski memiliki wajah yang tampan dan rupawan namun tak ada seorang Wanita pun yang berani mendekati mereka, karena sikap mereka yang dan cuek membuat para pemujanya hanya bisa berfantasi dalam khayalan saja.
" selamat pagi Nona Sila", ucap Reno menyapa Sila yang duduk di kursinya.
" pagi juga Tuan Reno, apa kabar", jawab Sila balik menyapa asisten Reno.
" kabar baik Nona, seminggu anda tidak ada di kantor rasanya kantor ini seperti kuburan Nona, sangat mencekam", jelas Reno, karena tanpa ada Sila di kantor akan membuat Arsya uring - uringan tidak jelas dan imbasnya adalah karyawan yang akan menerima kemarahan Arsya.
" jika Nona butuh sesuatu atau ingin menyampaikan sesuatu silahkan hubungi saya, dengan senang hati saya akan membantu anda, tapi itu atas ijin Tuan terlebih dahulu", lanjut Reno, agar Sila tak perlu kabur - kaburan seperti kemaren yang justru membuat Reno tambah sibuk dan pusing dibuatnya.
Sila hanya menganggukkan kepala tanda paham akan apa yang diucapkan oleh Reno, sedangkan Arsya sejak datang sudah sibuk dengan berkas yang menumpuk di atas mejanya.
" kembalilah keruangan mu, jangan menganggu pekerjaan orang di sini", ucap Arsya tanpa melihat sang lawan bicaranya.
__ADS_1
Asisten Reno tahu bahwa yang dimaksud Arsya adalah dirinya, dengan segera ia bangkit dan kembali menuju ruang kerjanya untuk melakukan pekerjaannya, sebelum sang kutub utara itu marah padanya.
***
Aldi datang ke Resto milik mantan istrinya berharap bisa bertemu di sana, namun yang di cari ternyata tidak berada di sana, akhirnya Aldi memutuskan untuk mendatangi Mhs Group untuk bertemu Sila. Aldi ingin meminta maaf atas kejadian kemaren tentang Sonia yang ingin mempermalukan Sila di depan umum.
Aldi menuju resepsionis dan menyampaikan tujuannya, dan resepsionis segera menghubungi Reno, karena yang berhubungan dengan ruangan CEO harus melalui Reno terlebih dahulu.
Reno segera menuju ruang CEO untuk menyampaikan pada Sila bahwa mantan suaminya ingin bertemu dengannya.
" permisi Nona Sila dan Tuan, dibawah ada Tuan Aldi Anggara yang ingin bertemu dengan Nona Sila", ucap Reno Ketika berada di ruang CEO.
Arsya menghentikan aktifitasnya mendengar nama Aldi anggara disebut oleh Reno, Arsya melihat Sila yang juga sama bingungnya dengan dirinya.
" tidak tahu Tuan, sepertinya ini masalah pribadi", jawan Reno pada Arsya.
Sila segera ingin turun menuju lantai bawah untuk menemui mantan suaminya itu. namun hal itu ia urungkan karena Arsya melarangnya.
" suruh Aldi saja yang datang kesini"ucapnya pada Sila.
Reno segera memerintahkan resepsionis untuk menyuruh Aldi naik ke atas menemui Sila.
Aldi menuju ruang CEO dan sudah ada asisten Reno yang menunggunya di depan ruangan itu, Reno segera mempersilahkan Aldi masuk kedalam untuk menemui Sila.
__ADS_1
Aldi sedikit tidak senang melihat Sila duduk di samping Arsya, ntah mengapa perasaan tak rela dan cemburu mulai bersarang di hatinya, namun ia harus bisa menguasai hatinya agar rasa itu hanya dirinya yang tahu.
" selamat siang Tuan Arsya, maaf saya menganggu waktu anda", Aldi menjabat tangan Arsya yang disambut oleh Arsya dan mempersilahkan Aldi untuk duduk.
" sebenarnya kedatangan saya untuk bertemu dengan Nona Sila Tuan, dan ini tentang masalah pribadi kami", Aldi mengungkapkan keinginannya pada Arsya.
Arsya sedikit tersinggung dengan ucapan Aldi, karena secara tidak langsung Aldi menginginkan dirinya pergi dan meninggalkan mereka berdua.
" silahkan Tuan Aldi, saya tidak akan menganggu apa ingin anda sampaikan pada calon istri saya, tapi saya tidak bisa meninggalkan kalian hanya berdua di ruangan ini", jawab Arsya sinis
Aldi sedikit terkejut mendengar penjelasan Arsya yang menyebut Sila sebagai calon istrinya, tak di kira bahwa berita online itu benar adanya. Aldi menatap Sila meminta penjelasan tentang kebenaran ucapan Arsya barusan.
" apakah berita online beberapa hari yang lalu itu benar adanya", tanya Aldi tanpa ada keramahan lagi.
" berita yang mana maksud anda Tuan?, jika berita yang menyebutkan kami tidur di hotel hanya berdua itu salah Tuan, karena kami di sana bersama Adit dan Dania, dan juga ada Tuan Alex dan istrinya, calon istri saya ini sangat menjaga kehormatannya Tuan, jadi mana mungkin kami melakukan hal - hal yang di larang sebelum kami resmi menjadi suami istri, bahkan kami tidur di kamar yang berbeda, tidak seperti yang di beritakan oleh media itu", jelas Arsya pada Aldi yang juga sedang menyindir mantan suami sekretarisnya bahwa mereka bukan Aldi yang bermain dengan sekretarisnya sendiri.
Aldi merasa tersindir dengan penjelasan Arsya, tangannya mengepal menahan emosi yang mulai membara, sedangkan Sila hanya menatap secara bergantian kedua pria yang saling bersitegang secara bergantian.
" aku datang kesini untuk bertemu denganmu, untuk meminta maaf atas perilaku Sonia padamu", ucap Aldi yang menatap Sila dengan penuh dengan pengharapan.
" tak perlu mas yang meminta maaf padaku, sebelum kalian meminta aku sudah melupakan hal itu, ini tak seberapa dibandingkan yang kalian dulu lakukan padaku, jadi tak perlu terlalu dipikirkan", jawab Sila yang sedikit risih dengan tatapan Aldi padanya.
Aldi merasa tertampar dengan ucapan mantan istrinya, sungguh dirinya dulu sangat kejam pada anak dan mantan istrinya, bahkan ia tega mengusir mereka tanpa rasa kasihan, dan tak pernah memberikan nafkah sedikitpun pada kedua anaknya hingga kini.
__ADS_1