
Sila membiarkan kedua anaknya beristirahat di ruangan kerjanya, sambil menunggu kedatangan Vania untuk menjemputnya, mereka berencana akan pergi ke mall untuk mengajak kedua anak Sila bermain dan berbelanja.
" hai... sahabatku yang cantik dan pemberani, aku datang", ucap Vania yang masuk ke dalam ruangan Sila tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" wah kamu hebat ya, berani melawan saingan mu, aku sungguh senang melihatnya, jadi aku sudah mulai tenang jika kamu tidak bersamaku ", jelas Vania yang membuat Sila bingung dengan apa yang diucapkan oleh Vania.
" kamu ngomong apa sih Van, aku gak ngerti deh", ucap Sila masih bingung.
" beneran kamu gak tau apa yang aku omongin barusan? tanya Vania sambil menepuk jidatnya.
" dari tadi kamu gak buka handphone ?, tanya Vania lagi.
Sila hanya menggeleng, karena memang hingga saat ini ia belum membuka handphone sedikitpun, karena ikut sibuk melayani pelanggan, mengurus Sonia yang mengajak ribut, kemudian mengurus kedua buah hatinya hingga Vania datang ke Restonya.
" oh... maaf, aku membuatmu bingung, lihatlah ini, kau akan tahu apa yang aku bicarakan barusan", Vania menunjukan video dari handphone nya kepada Sila.
Sila terkejut melihat video yang diperlihatkan Vania kepadanya, pertengkaran dirinya dan Sonia di Resto waktu makan siang tadi di upload oleh seseorang, sehingga membuat berita itu kini menjadi trending topik untuk saat ini.
" siapa yang merekam kami?, tanya Sila bingung kepada Vania.
" mana aku tahu, anggap saja orang yang merekam dan meng-upload adalah orang yang perduli dan simpati padamu, kamu lihat komentar - komentar mereka sungguh menyakitkan dan semua menyalahkan Sonia, aku bahkan tak percaya jika kau berani melawannya", ucap Vania yang sangat senang melihat sahabatnya kini.
" tapi aku kasihan kepada Sonia, dia di bully seperti itu, tapi jika aku diam saja pasti dia akan semakin menginjak harga diriku,aku tak tahu kenapa Sonia begitu membenciku padahal aku sudah merelakan mas Aldi untuk hidup bersamanya dan merelakan apa yang kami miliki untuknya", jelas Sila sedih.
__ADS_1
" sudahlah kau jangan memikirkan perasaan orang lain, pikirkan dirimu dan anakmu, semua itu salah Sonia sendiri, kamu hanya membela dirimu", ucap Vania memberi pengertian pada Sila.
Vania tak ingin Sila berubah menjadi wanita yang lemah dan selalu mengalah seperti dulu lagi, sudah cukup mereka menyakiti dan menghina sahabatnya.
*****
" Tuan.... apa anda sudah melihat video yang sedang viral hari ini?, tanya Reno yang sedang bersama Arsya di ruang kerjanya.
" kenapa kau sekarang sangat hobi sekali mengosip, apa pekerjaan yang aku berikan kurang, sehingga kau masih punya waktu untuk mengurusi hal - hal yang tidak berguna seperti itu", Ucap Arsya yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
" ini hari libur Tuan, seharusnya kita memiliki sedikit waktu untuk bersantai atau bersenang - senang", jawab Reno tanpa takut dengan sang bos.
" pletak...., kau sudah bosan tinggal di indonesia, baiklah aku akan katakan pada Oma jika kau ingin ikut kembali ke perancis", Arsya melempar ballpoint yang mengenai kepala Reno, dan membuat ia meringis karena menahan sakit.
" bukan begitu Tuan, ini video tentang Nona Sila, apa Tuan tidak ingin melihatnya?, jelas Reno sedikit kesal pada Arsya.
" video apa maksudmu ?, tanya Arsya penasaran.
Reno segera memberikan handphone nya pada Arsya agar ia tak menjadi pelampiasan dari ringan tangannya Arsya karena penasaran tentang video itu.
Arsya melihat video tentang Sonia dan Sila di Resto milik Sila tadi siang, Arsya sedikit menyunggingkan bibirnya karena ternyata Sila berani melawan Sonia, tidak seperti waktu itu, jika Arsya tidak datang tepat waktu ntah apa yang akan di lakukan Sonia pada Sila.
" aku sudah melihat aslinya tadi siang, bahkan lebih seru dari yang di video itu", jelas Arsya pada Reno dan mengembalikan handphone asistennya.
__ADS_1
" maksud Tuan?, Reno penasaran dengan ucapan bosnya.
" ah kau, kepo sekali... selesaikan pekerjaanmu dan jangan seperti wanita yang ingin tahu urusan orang lain", jawab Arsya pada asistennya.
" Tuan, sejak kapan anda main rahasia dengan saya, tak ada yang bisa anda rahasiakan dari saya, karena semua yang bersangkutan dengan anda itu akan bisa tanpa melewati saya dulu, termasuk urusan pribadi anda, baiklah kalau anda tidak ingin memberitahukan pada saya, tapi ingat saya pasti tahu yang sebenarnya" jelas Reno sombong.
Arsya sedikit kesal pada asistennya, tak dapat dipungkiri oleh Arsya jika tidak ada rahasia antara dirinya dan asistennya, bahkan urusan percintaannya sekali pun, karena Reno lah orang yang akan dipercayainya untuk mengurusi segala keperluannya.
***
", dari mana saja kau", hardik Aldi pada Sonia yang baru saja menginjakkan kakinya di rumahnya.
" apa yang kau lakukan di luaran sana, kenapa kau bisanya hanya membuat masalah, dasar wanita tidak berguna, bisanya hanya menghabiskan uang dan membuat masalah, jika karena ulah mu ini perusahaan ku terkena dampaknya, maka jangan salahkan aku, jika aku akan menceraikan mu", ucap Aldi marah pada Sonia.
" kenapa kau selalu menyalahkan ku mas, semua aku lakukan karena aku tidak mendapat kasih sayang dari mu, dulu ketika aku masih menjadi sekretaris dan simpanan mu, kau begitu sayang dan romantis padaku, tapi mengapa kini berubah, kau bahkan hampir tidak perduli padaku", ucap Sonia tak kalah marahnya pada Aldi.
" apa kau masih mencintai janda gatel itu, kau bahkan selalu membela dan memujinya di hadapanku, aku istrimu saat ini mas, bukan dia!, lanjut Sonia mengungkapkan kekesalannya pada Aldi suaminya.
" kau masih bisa menuntut ini dan itu padaku, hah.... Sila lebih baik darimu, selama dia menjadi istriku tak pernah dia berani berteriak kepadaku, selalu memenuhi kebutuhanku, tidak seperti dirimu, yang tahunya hanya hura - hura, kapan kau memasak untukku, menyiapkan keperluanku, hah...., aku ingin keturunan dari mu, tapi apa yang ku dapat, kau menipuku dengan meminum obat pencegah kehamilan selama bertahun - tahun, dan karena dirimu aku tidak bisa menemui kedua anakku, aku menyesal memilihmu dan membuang wanita yang benar - benar mencintaiku seutuhnya", ucap Aldi yang benar - benar marah pada Sonia dan mengungkapkan segala emosinya pada istrinya.
Aldi melepaskan cengkeramannya pada Sonia hingga wanita itu terhempas di sofa, kemudian Aldi meninggalkan Sonia begitu saja dan menuju kamarnya, Aldi membanting pintu kamarnya dengan sangat keras sehingga bunyi suara dentuman yang sangat keras. kemarahannya pada Sonia tak bisa ia tahan lagi, ketika melihat video Sonia yang ingin mempermalukan Sila di Resto milik mantan istrinya.
Aldi juga melihat berita tentang hubungan Sila dan Arsya yang sempat viral, meski berita itu kini telah hilang namun, Aldi ingat betul apa yang diberitakan oleh media online itu, meski sudah adanya klarifikasi berita itu, tak membuat Aldi merasa hatinya baik - baik saja, ada rasa cemburu yang kini masih menggelayut di dadanya, yang membuatnya mudah terbawa emosi.
__ADS_1
Vania datang resto sila dengan senyum bahagia, k arena sahabatnya Sila terkenal di media online karena kejafian fi resto dirinya dan sonia yang direkam oleh sesrorang dan diunggah .
0Aldi datang mencari sila untuk meminta maaf atas tindakan istrinya. dan arsya cemburu akan hal itu