
Reno segera menuju ruangan CEO setelah berpapasan dengan Sekretaris PT. Sony yang keluar dari ruangan Arsya dengan wajah yang ketakutan.
Reno masuk ruangan Arsya setelah mengetuk pintu terlebih dahulu.
" apa yang sedang terjadi Tuan", tanya Reno setelah melihat wajah masam Arsya.
" kau bisa cek sendiri cctv di ruangan ini, jangan bertanya padaku ", ucap Arsya kesal.
Reno segera meninggalkan ruangan Arsya untuk mengecek cctv di ruangan itu. setelah mengetahui apa yang terjadi, Reno segera kembali ke ruangan Arsya.
" apa yang harus saya lakukan Tuan?, tanya Reno setelah berada dihadapan Arsya.
" batalkan kerja sama kita dengan anak Tuan Sony, itu peringatan keras untuk mereka yang berani - berani merayuku dengan barang murahan seperti itu", titah Arsya yang masih kesal.
" baik Tuan ", jawab Reno dan segera melaksanakan tugas dari Arsya.
****
waktu berlalu begitu cepat, tanpa terasa kedua anaknya sudah sekolah selama satu minggu, perlahan - lahan mereka kembali ceria, meski Adit masih tetap berwajah dingin paling tidak ia tak merasa sendiri di rumah tanpa bisa bergaul dengan teman seusianya.
hari ini Sila ingin mengunjungi Resto miliknya, yang sudah lama tak dikunjunginya. hari minggu Resto akan sangat rame oleh pengunjung sehingga Sila memutuskan untuk datang lebih cepat.
sedangkan kedua anaknya tak ingin ikut bersamanya, mereka lebih memilih untuk beristirahat dan bermain di rumah yang ditemani oleh asisten rumah tangganya.
Sila berangkat menuju Restonya pukul 9 pagi, sesampai di Restonya, suasana masih terlihat sepi, hanya karyawannya yang terlihat sibuk untuk menyiapkan berbagai menu andalan di Resto miliknya.
" selamat pagi Nona, sudah kama Nona tidak berkunjung ke sini ", sapa Sandra ramah.
" Pagi juga San, gimana perkembangan Resto apa ada masalah saat aku tinggal ", tanya Sila dengan senyuman yang ramah.
__ADS_1
" hanya masalah - masalah kecil Nona, saya masih bisa menyelesaikannya ", jawab Sandra sang Asisten.
" terima kasih ya San, kamu banyak bantu aku, kalau tidak ada kamu ntah apa jadinya Resto ini", ucapnya pada Sandra.
" Nona terlalu berlebihan, justru kami yang sangat terbantu bekerja di sini, anda banyak membantu saya dan juga sangat royal yang membuat kami betah bekerja dengan anda ", ungkap Sandra dengan jujur.
Sandra segera kembali melanjutkan pekerjaannya setelah memberikan laporan keuangan Resto selama Sila tidak mengunjungi Resto.
dengan teliti dan hati - hati Sila mengecek lembar demi lembar laporan yang diberikan Sandra, karena ia tak ingin ada kecurangan sedikitpun dari karyawannya, meski Sila tak dapat memantaunya setiap saat.
waktu makan siang pun sudah tiba, sudah banyak pengunjung yang memadati Resto miliknya, Sila senang karena semua karyawannya saling bahu membahu dalam melayani pelanggannya.
" Nona ada seorang wanita yang ingin bertemu", ucap Sandra saat sudah berada di ruang Sila.
" Siapa San, aku gak ada janji dengan siapapun hari ini?, tanya Sila yang sedikit ragu dan bingung ingin menemui wanita itu atau tidak.
" saya tidak tahu Nona, sudah saya tanyakan keperluan dan identitasnya namun wanita itu bilang hanya ingin bertemu dengan Anda", jelas Sandra.
" itu Nona, wanita yang menghadap ke jalan ", tunjuk Sandra pada Sila.
Sila begitu penasaran dengan sosok wanita itu, karena ia memilih duduk membelakangi dirinya sehingga ia tak tahu siapa wanita itu sebenarnya. perlahan Sila mendekati tempat dimana wanita itu berada dan menyapanya.
" permisi Nona, apakah anda yang ingin bertemu dengan saya ", ucap Sila.
perlahan wanita itu membalikkan tubuhnya, sehingga membuat Sila terkejut, karena wanita itu sangat ia kenal bahkan sering membuat dirinya selalu dalam masalah saat berada dekat dengannya.
" Sonia ", batin Sila, dan membalikkan badan untuk meninggalkan Sonia, karena ia tak ingin berurusan dengan Sonia lagi.
" tunggu Sila, beri aku waktu untuk menjelaskan sesuatu padamu, ini tentang mas Aldi, ku mohon Sila, setelah ini jika kau tak ingin bertemu dengan ku, aku tidak akan datang lagi dihadapan mu " ucap Sonia dengan memohon.
__ADS_1
untung saja Resto sudah mulai sepi, karena jam makan siang yang sudah berlalu, sehingga tak banyak pasang mata yang menyaksikan mereka berdua.
Sila mengajak Sonia untuk pindah ketempat yang lebih tenang dan agak jauh dari pelanggannya, karena tak ingin apa yang akan di sampaikan oleh Sonia di dengar oleh orang lain.
" duduk lah", ucap Sila pada Sonia.
Sonia segera duduk begitu juga dengan Sila, mereka saling berhadapan, namun Sila masih menunggu apa yang akan dibicarakan oleh Sonia kepadanya.
" apa yang ingin kau katakan, aku tak bisa berlama - lama disini", ungkap Sila jutek.
Sonia menarik Napasnya dalam - dalam untuk menenangkan hatinya, biar bagaimana pun ada rasa malu dan juga canggung yang merasuki hatinya, setelah apa yang pernah ia perbuat pada Sila.
" maafkan aku, selama ini selalu jahat sama kamu, tapi semua itu aku lakukan karena rasa cemburuku dan sikap mas Aldi yang mengabaikan ku", jawab Sonia dengan wajah sendu.
" aku sungguh tak mengerti maksudmu, dan juga itu urusan rumah tanggamu, kenapa kau harus melibatkan ku", jelas Sila yang masih kesal jika mengingat semua sikap Sonia padanya.
Sonia tahu jika Sila masih kesal padanya, dan Sonia bisa memaklumi hal itu, jika Sonia yang berada di posisi Sila pasti ia akan melakukan hal yang sama.
" mas Aldi masih mencintaimu, dan sekarang justru kamu adalah obsesinya, sehingga membuat mas Aldi mengabaikan ku, itu mengapa aku begitu membencimu, meski aku tahu itu bukanlah salahmu, tapi rasa cemburuku mengalahkan akal sehatku. mas Aldi tidak perduli lagi dengan apa yang aku lakukan, bahkan kami sudah lama tidur terpisah, dan itu sejak mas Aldi bertemu kembali denganmu, aku tahu sikapku terhadapmu sungguh sangat keterlaluan dan mungkin tak bisa kamu maafkan Sila, tapi itu semua terjadi karena mas Aldi selalu membandingkan ku denganmu, bahkan mas Aldi selalu memuji - muji dirimu di hadapanku yang membuat hati sangat sakit. bahkan sekarang mas Aldi membatasi semua aktifitas ku dan juga nafkahnya padaku, jika aku tidak menurutinya maka dia akan menceraikan ku, aku tidak ingin mas Aldi menceraikan ku Sila, aku masih mencintainya dan aku tidak tahu akan tinggal dimana jika dia menceraikan ku, aku sebatang kara dan tak punya siapa - siapa lagi ", jelas Sonia dengan berurai air mata.
Sila bisa merasakan kesedihan wanita yang dulu pernah menghancurkan rumah tangganya, mungkin ini adalah hukuman untuknya karena kesalahannya di masa lalu. namun melihatnya seperti ini ada perasaan tidak tega dan juga kasihan terhadapnya.
" lalu apa yang kau inginkan dariku, sehingga kau ingin bertemu denganku ", tanya Sila suara lembutnya.
Sonia menghapus air matanya dengan tisu, dan mencoba menenangkan hatinya yang kacau.
" maukah kau membantu ku ?, tanya Sonia dengan menggenggam tangan Sila.
" jika aku bisa, akan aku lakukan untukmu ", jawab Sila singkat.
__ADS_1
" aku mohon padamu, tolong tolak keinginan mas Aldi yang ingin kembali rujuk padamu, dia akan melakukan apapun untuk bisa mendapatkan keinginannya, tapi jika kau menolaknya aku yakin mas Aldi akan menyerah, aku tahu jika aku wanita yang tak tahu malu, meminta ini padamu tapi aku yakin kamu wanita yang berhati baik dan lembut, yang tak ingin melukai hati wanita lain, dan maafkan kesalahanku di masa lalu yang membuat kamu dan anak - anak tersakiti karena diriku ", ungkap Sonia dengan perasaan bersalah dan sedih.