Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 88


__ADS_3

" bolehkah saya meminta nomor handphone Nona Sandra, saya ingin menghubunginya jika sewaktu - waktu ingin memesan makanan dari Resto anda", ucap Asisten Reno dengan malu - malu.


Sila hanya tersenyum mendengar permintaan Asisten suaminya itu, sedangkan Arsya rasanya ingin melempar Asistennya itu dengan sendok karena sudah membuatnya mengkhawatirkannya.


" kenapa kau harus meminta nomor Sandra, kau bisa pesan langsung lewat istriku jika kau ingin makanan Restonya, alasan saja", jawab Arsya kesal pada Asistennya.


Sila langsung menepuk pundak suaminya, karena ucapannya yang tak bisa disaring.


" baiklah, nanti aku kirimkan lewat pesan saja karena handphone ku ada dikamar", ucap Sila pada Asisten Reno.


Reno hanya tersenyum mendengar ucapan Sila, lalu melanjutkan sarapannya.


***


Arsya dan Sila mengajak putri mereka untuk menghabiskan hari libur mereka bertiga. mereka jalan - jalan ke tempat yang diinginkan oleh Dania, agar putrinya itu merasa bahagia.


" Daddy, aku ingin menikmati berbagai rasa es krim di sana", ucap Dania dan langsung menarik tangan Arsya dan menunjuk kedai es krim yang ada di dalam Mall.


" ok Baby, tapi bilang dulu sama mama", jawab Arsya pada putrinya.


Sila dan Arsya pun membawa putri mereka masuk ke kedai es krim yang tidak begitu ramai pengunjung, mereka menikmati berbagai rasa es krim di sana.


setelah menikmati es krim, mereka pun pergi untuk jalan - jalan kembali sambil melihat - lihat berbagai pernak pernik yang ada di dalam Mall. Dania menarik tangan sang mama untuk masuk ke dalam toko boneka, ia melihat ada boneka teddy bear yang besar hampir menyamai tinggi badannya.


" ma... bolehkah Dania memiliki ini" tanya Dania pada Sila sambil memegang boneka Teddy Bear.


Sila hanya tersenyum dan mengangguk mendengar ucapan putrinya, lagi pula ia sudah lama tidak membelikan dan mengajak putrinya itu untuk jalan - jalan, jadi tidak ada salahnya jika kali ini ia menuruti keinginan putrinya.


" makasih ma, Niah sayang mama", rayunya pada sang mama karena permintaannya di kabulkan oleh Sila, tidak seperti biasanya harus melalui drama panjang jika ingin membeli sesuatu yang tidak begitu penting.


Arsya yang melihat putri dan istrinya bahagia ia pun ikut merasakan kebahagiaan itu, ternyata sangat mudah untuk membuat mereka bahagia, namun kadang waktu yang sangat sulit untuk bisa berlibur bersama.

__ADS_1


" ayo kita ke sana, Daddy ingin membelikan kalian sesuatu", ucap Arsya mengajak istri dan putrinya menuju toko perhiasan yang sangat terkenal dan mahal.


sampai di toko itu, mereka disambut oleh karyawan dengan sangat sopan dan ramah.


" apakah pesanan ku sudah jadi", tanya Arsya pada karyawan toko.


" sudah Tuan, tunggu sebentar akan saya ambilkan", jawab karyawan itu dengan ramah.


mereka menunggu sambil duduk di kursi yang tersedia, dan tak berapa lama karyawan tadi membawa dua kotak kecil berwarna merah dan memberikannya pada Arsya.


" silahkan dilihat dulu Tuan, ini sesuai dengan yang anda inginkan", ucap karyawan pada Arsya.


Arsya membuka kotak merah yang berisi sebuah kalung berlian yang sangat indah dan mewah, tentu saja untuk barang yang seindah itu Arsya harus mengeluarkan uang tidak sedikit, tapi untung saja toko itu adalah salah satu sumber kekayaan dan peninggalan daro Oma Cintya dan almarhumah mamanya, jadi ia tak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.


" Anya, kemarilah", perintah Arsya pada istrinya.


Sila menghampiri suaminya dan melihat benda yang sangat indah di depannya, ia sangat takjub dengan desainnya, Sila tak pernah membayangkan jika akan melihat berlian indah itu secara langsung, bahkan ia dulu tak pernah bermimpi untuk memegangnya apalagi membelinya.


Sila pun menuruti permintaan suaminya dan segera membalikkan tubuhnya. Arsya langsung memakaikan kalung berlian itu ke leher Sila, sejak menikah Arsya memang belum pernah membelikan Sila sesuatu.


" kau sangat cantik memakainya, dan sekarang kalung ini adalah milikmu", ucap Arsya yang terpesona pada kecantikan istrinya.


" sayang ini berlebihan, aku tak pantas memakai kalung semahal ini", ucap Sila yang merasa tidak enak dan pantas untuk memakai kalung itu.


" kau pantas dan cantik menggunakan itu, jika kau tak ingin memakainya maka simpanlah jika suatu saat kau ingin memakainya kembali "ucap Arsya karena tahu jika istrinya marasa tak pantas untuk mengunakan kalung itu.


Sila hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya.


" dan ini untuk putri Daddy yang cantik" ucap Arsya sambil membuka kotak yang satunya lagi.


sebuah kalung berinisialkan namanya yang terbuat dari mas putih, meski dengan desain yang simple namun terkesan elegan. Dania terlihat sangat menyukai dan senang pada pemberian Daddy nya, dan langsung memeluk Arsya.

__ADS_1


" makasih Dad, I Love You", ucap Dania pada Daddy sambungnya.


Arsya langsung memakaikan kalung itu pada Dania. setelah kesana kemari dan berbelanja akhirnya Arsya mengajak istri dan putrinya untuk makan siang bersama yang masih di area Mall itu.


tak berapa lama pesanan mereka datang, mereka menikmati makan siang bersama dengan sambil bercerita.


" Dania", sapa seseorang yang langsung membuat pandangan mereka teralihkan pada sumber suara.


Sila terkejut karena ternyata orang yang memanggil Dania adalah Aldi papa kandungnya, Dania melihat siapa yang memanggilnya dan langsung membuat wajah Dania berubah.


" Dania, ini papa sayang!, Dania masih ingat papa kan?, ucap Aldi pada Dania sambil mendekati putrinya yang duduk di kursi.


Dania hanya menunduk dan meremas tangannya, mendengar langkah kaki Aldi yang semakin mendekat.


" mama.... mama.... ", panggil Dania pada Sila.


melihat putrinya yang semakin gelisah, Sila mendekati Dania lalu memeluknya.


" tidak apa - apa sayang, dia Papa Aldi, jangan takut, mama dan Daddy ada disini", ucap Sila pada putrinya agar Dania tidak merasa ketakutan.


" Dania.... ini papa, kita jalan - jalan yuk, nanti papa beliin apapun yang kamu inginkan", rayu Aldi pada putrinya.


sedangkan Dania hanya diam dan menggeleng mendengar ucapan Papanya, tak ada sepatah kata pun yang keluar daru mulutnya. sedangkan Arsya dan Sila hanya diam melihat interaksi itu.


melihat Dania yang hanya diam dan menggeleng membuat Aldi sedikit emosi, ternyata putri yang dulu selalu minta gendong padanya, kini berubah tak merespon dirinya.


" maafkan papa sayang, dulu papa jahat sama kamu, papa menyesal, sekarang papa ingin memperbaiki semuanya, jadi jangan diemin papa", ucap Aldi lagi.


Dania hanya diam tak membalas ucapan papanya, bahkan tetap tak berani walau hanya untuk menatap sang papa.


" Dania, kamu gak anggap papa ya? aku bicara padamu, tatap papa. sebentar lagi kita akan hidup bersama, papa akan mengambil mu dari mama, jadi jangan seperti ini, aku ini papa kamu dan selamanya akan begitu dan papa berhak atas kamu, termasuk untuk membawamu tinggal bersama papa", ucap Aldi dengan nada emosi, dan hal itu tentu saja membuat Sila dan Arsya merasa geram.

__ADS_1


" cukup, anda terlalu memaksakan keinginan anda Tuan, apa seperti itu cara anda ingin dekat dengan putri anda, anda seorang papa tapi anda tidak menggunakan hati anda untuk mendekatinya, pantas saja anak - anak anda menjauhi mu", ucap Arsya sinis dan menatap tajam pada Aldi, karena geram dengan sikapnya yang kasar pada putrinya.


__ADS_2