
flashback on
", mama.. aku dan Arya akan mengunjungi pabrik dikawasan pegunungan, sekalian aku ingin berkunjung ke rumah tante Laura, aku merindukan Alina dan Ardian", ucap Jihan pada mamanya yang berada di perancis bersama suaminya.
", Apakah kau membawa Arsya bersamamu", tanya sang mama melalui video call.
", ya mama, aku ingin mengenalkan dia dengan putri Alina dan Ardian, putri mereka sangat cantik, aku ingin menjadikan dia menantuku", jelas Jihan yang bersemangat ingin berkunjung ke rumah Alina.
Jihan dan Arya berangkat pagi - pagi sekali, karena Arya ingin segera mengetahui siapa orang yang telah berbuat curang terhadap pabrik mertuanya, sehingga kualitas produksi teh miliknya ditolak di negara perancis, sehingga banyak kerugian yang ditanggung oleh mertuanya.
sore hari mereka sampai dikawasan pegunungan, Jihan langsung menemui sahabatnya dan menginap di sana, mereka bahagia, karena sudah bertahun - tahun tak bertemu, Jihan juga ingin bertemu dengan Putri Alina , namun sayang putri sahabatnya sedang keluar kota mengunjungi pamannya, yang membuat Jihan agak bersedih, karena rencana ingin mengenalkannya pada Arsya.
sedangkan Arya langsung mengadakan rapat dengan para petinggi pabrik teh terbesar milik Mhs group, ia sudah tau siapa yang berbuat curang dan membuat perusahaannya merugi, manager produksi telah melakukan kecurangan membeli teh dengan kualitas rendah, dan menjual ke pabrik dengan kualitas eksport, sehingga produk mereka ditolak di negara pengexsportnya, hal itu membuat Arya geram dan ingin membuat perhitungan dengannya.
", telpon polisi, besok kita akan memberikan ia kejutan, pabrik ini sudah cukup banyak menanggung kerugian atas ulahnya", perintah Arya pada bawahannya.
hari yang ditunggu pun tiba, dengan bukti - bukti yang ada, Arya menjebloskan manager produksinya ke penjara.
", bagaimana dengan aset yang sudah dia dapatkan dari hasil korupsi dari pabrik mu", ucap Ardian pada Arya.
", biarkan saja anggap itu bonus untuk keluarganya dan untuk menghidupi anak dan istrinya karena ia mendekam dipenjara, jika Jihan tau kita mengambil Asetnya dia akan marah padaku, kau tau istriku sangat lembut dan tak tegaan", jelas Arya pada Ardian
setelah urusannya selesai dipabrik, Arya dan Ardian menuju rumah rumah tante Laura dan Alina .
", Apakah istri dan anakku merepotkan kalian", ucap Arya pada Alina dirumahnya.
__ADS_1
", ah kau ini, kami senang istri dan anakmu mau tinggal di gubuk kami ini, kami merasa ada hiburan, kau tau aku selalu merasa kesepian di rumah ini", jelas Alina pada sahabatnya Arya.
", menginaplah semalam lagi disini, hari sudah menjelang malam kasihan istri dan anakmu", ucap Ardian pada Arya.
", aku ingin sekali menginap di rumahmu, tapi besok ada meeting yang tak bisa aku tinggalkan Ar", jelas Arya mencoba menjelaskan pada sahabatnya.
", aku merasa kuatir dengan kalian, apalagi kita baru saja menjebloskan Broto manager produksi ke penjara, dia memiliki banyak anak buah yang bisa mencelakai kalian," Ardian mencoba memberikan penjelasan pada Arya.
", aku akan berhati - hati , kau tak perlu kuatir," jelas Arya menyakinkan Ardian sahabatnya.
Ardian melepas kepergian Arya dan keluarganya, meski hatinya tak tenang namun ia tak dapat memaksa mereka untuk tetap tinggal.
dalam perjalanan menuju jakarta, jalan yang dilewati arya terhalang oleh pohon besar yang membuat ia tak dapat melewatinya, dengan sang supir ia berusaha menggeser pohon itu agar dapat dilewati, sedangkan anak dan istrinya sedang tertidur di mobil, beberapa pengendara motor berhenti dan membantu mereka, namun diantara mereka ada yang menyusup ke bawah mobil dan memutuskan kabel Rem mobil Arya, dan hal itu tak disadari oleh Arya dan sopirnya.
perjalanan dimalam hari yang lengang membuat sopir melajukan mobilnya dengan kencang, sebentar lagi ia akan melewati tikungan yang tajam, sopir berusaha mengurangi kecepatan dan menginjak rem.
", bagaimana bisa, tadi baik - baik saja", ucap Arya panik.
jihan segera membangunkan Arsya yang masih tertidur, Jihan segera membuat pesan suara kepada sahabatnya tentang keadaan mereka saat ini, takut jika terjadi sesuatu yang menimpa mereka.
sopir tak lagi bisa mengendalikan laju mobilnya , sehingga membuat mobil yang mereka tumpangi terperosok ke jurang, Jihan mendorong putranya keluar, dengan harapan ia masih bisa selamat dalam kecelakaan tersebut.
****
Ardian merasa tak tenang, pikirannya terus menuju pada Arya dan keluarganya, ia cukup tau siapa broto sehingga membuat ia merasa cemas.
__ADS_1
Ardian menuju kamarnya untuk mengambil handphone yang di carger dan ingin menghubungi sahabatnya.
", pesan suara dari Jihan", batin Ardian
Ardian segera membuka pesan yang dikirimkan oleh Jihan, kakinya gemetar mendengar pesan suara yang penuh dengan kepanikan, dan teriakan. Ardian segera membangunkan Alina dan memberitahukan keadaan Arya dan Jihan .
Ardian, Alina, tante Laura dan mengajak beberapa pemuda untuk menyusuri jalan untuk mencari keberadaan Arya dan Jihan. Ardian juga telah menghubungi polisi, mereka melewati sekelompok orang bersepeda motor yang sedang berhenti di tepi jalanan, sambil menikmati minuman keras.
", bagaimana tugas kalian, apakah sudah kalian laksanakan", ucap seseorang ditelpon
", sudah bos, mungkin sekarang mereka sudah mati", jawab seorang laki - laki mungkin ketua mereka.
", bagus, jangan sampai kalian meninggalkan jejak, mengerti", jelas sang penelpon.
", hei... siapa yang menelpon mu ", tanya seorang teman mereka yang sudah hampir mabuk.
", siapa lagi kalau bukan bos kita, bos Broto", jawab laki - laki yang tadi menerima telpon.
Ardian yang mendengar percakapan mereka, mengurungkan niatnya untuk bertanya.
", untung saja aku merekam pembicaraan mereka, ini sebagai bukti jika Broto dalang semua ini" batin Ardian dan kembali kedalam mobilnya.
Ardian segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, agar busa cepat menemukan posisi Arya berada.
Di tikungan terdapat jejak seperti mobil yang melaju dengan cepat, Ardian dan rombongan segera turun untuk memastikannya.
__ADS_1
Polisi pun telah tiba, mereka menyusuri jurang dengan peralatan yang ada, orang pertama yang ditemukan adalah Arsya, baru Jihan karena mereka tersangkut di pohon, sedangkan Arya dan sopirnya ditemukan didalam mobil dan sudah tak bernyawa.
Hati Ardian, Alina dan tante Laura hancur, melihat sahabatnya. mereka segera membawa sahabatnya ke rumah sakit milik Mhs group di jakarta dengan dikawal oleh polisi.