
Arsya masuk keruang kerja miliknya, dan melihat Sila duduk manis di sofa. Sila bingung harus melakukan apa karena ia tidak tahu jadwal sang bos hari ini, Reno juga tidak memberitahukan dirinya tentang pekerjaannya. sebenarnya antara Arsya dan Reno hanya memberikan pekerjaan palsu pada Sila, hari ini sebenarnya Arsya masih mengosongkan semua jadwalnya karena kondisinya yang masih kurang fit, ia hanya akan mengecek email dan laporan yang dikirim Reno. Arsya hanya ingin selalu dekat dengan Sila sehingga ia dan Reno bekerjasama.
Arsya pura - pura sibuk dengan laptopnya, ia hanya memeriksa laporan yang dikirim oleh Reno, yang sebenarnya tidak membutuhkan waktu yang lama.
", apakah ada yang bisa saya lakukan, Tuan", tanya Sila kepada Arsya.
Sila mulai jenuh karena hanya duduk dan memainkan hp miliknya.
sedangkan Arsya bingung harus memberikan pekerjaan apa terhadap sekretarisnya, karena pekerjaannya sudah dihandle oleh Reno.
", aku lapar, bisakah kau buatkan aku sup ikan untukku", ucap Arsya tanpa melihat Sila.
Sila benar - benar sangat jengkel pada bosnya, karena selalu memerintahkan yang bukan pekerjaan kantor. tanpa bicara Sila langsung menuju dapur dan membuatkan apa yang diminta oleh bosnya.
", ada yang bisa saya bantu Nona", tanya Art Arsya yang merasa tidak enak dengan Sila karena harus memasak di dapur, padahal ia seorang tamu di rumah itu.
", bisakah bibi membantuku menyiapkan bahan - bahan untuk membuat sup ikan, karena aku belum tau tempat bahannya", ucap Sila dengan wajah bingung.
sang Art dengan sigap membantu Sila menyiapkan bahan yang diperlukan, dan mulai berperang dengan peralatan dapur.
", ah, selesai juga", guman Sila dan segera menyiapkan makanan untuk bosnya.
__ADS_1
", terima kasih ya bik, sudah membantuku", ucap Sila dengan senyum ramahnya.
", sama - sama Nona", jawab bibi ramah.
", Non Sila benar - benar berbeda dengan Nona Anna, dia cantik, ramah dan pandai memasak", batin Art Arsya yang sejak tadi menemani dan memperhatikan tingkah Sila.
", ini Tuan, pesanan Anda, silahkan dimakan mumpung masih hangat", Ucap Sila dan meletakkan nampan berisi makanan dimeja Arsya.
", hem... aromanya sungguh menggoda, dan perutku sudah tak tahan lagi untuk mencernanya", gumannya dalam hati.
", kenapa piring dan mangkoknya cuma satu, apa kau akan membiarkanku makan sendiri?, tanya Arsya pada Sila yang Sedang bermain game di hpnya.
", kan Tuan yang sedang lapar, jadi aku siapkan saja untuk Tuan", jawab Sila ketus.
Sila dengan kesal menuju dapur untuk mengambil piring dan mangkok untuk dirinya, dari pada ia harus makan sepiring dengan bos yang menyebalkan itu.
", jangan cemberut seperti itu, bila tidak ingin ku....... ", Arsya belum menyelesaikan ucapannya namun sudah mendapatkan tatapan tajam dari Sila.
", Anda selalu saja memaksaku, apa didalam kontrak juga tertulis jika saya harus melayani segala keperluan pribadi anda", tanya Sila sewot.
", apa perlu aku tunjukkan lagi pointnya, jika kau harus menuruti segala perintahku tanpa terkecuali", jawab Arsya enteng dan sambil menikmati sup ikan kesukaannya.
__ADS_1
Sila tersedak karena ucapan Arsya, ia masih tidak yakin jika ia melewati point - point yang dimaksud oleh Arsya.
", anda ingin menjebak saya, dengan kontrak yang tidak masuk akal itu, anda sungguh licik Tuan, anda memberikan denda yang tak mungkin bisa saya bayar, tapi baiklah saya akan menuruti semua perintah anda bahkan jadi pelayan anda sekalipun, tapi jangan pernah berpikir jika saya mau menemani anda tidur, itu tidak akan terjadi, jika anda memaksa silahkan ambil semua yang saya miliki, atau masukan saja saya ke penjara", jelasnya berapi - rapi karena kesal dengan sikap Arsya.
", kau terlalu berlebihan Nona, aku tak sampai berpikir sejauh itu, tapi jika kau yang mengajakku, dengan senang hati Nona", ucap Arsya dengan senyum mengejek.
", kau sungguh wanita yang mengemaskan Sila, hanya laki - laki bodoh yang bisa membuang mu, aku bahkan sulit untuk mendapatkan mu, jika aku tahu wanita yang ingin dijodohkan denganku adalah dirimu, aku tak akan menolaknya, mama lihatlah calon menantu mu sungguh lucu sekali", batin Arsya yang terus memandang Sila sambil tersenyum kecil.
", apa ada yang salah dengan saya Tuan, sehingga pandangan anda tidak berkedip", cibir Sila yang kesal pada Arsya.
Sila segera membereskan peralatan makan mereka, dan membawanya ke dapur. entah mengapa hari ini ia merasa sangat muak dengan tingkah Arsya, padahal sudah biasa ia dan Arsya di dalam ruangan yang sama.
waktu terus berjalan, tak terasa waktu sudah menunjukkan sore hari, ada kelegaan dalam hati Sila akhirnya ia akan terbebas dari bosnya, Yang suka memerintahnya dengan sesukanya.
", sudah waktunya saya pulang Tuan, bisakah saya permisi pulang?", tanya Sila dan segera membereskan barang - barangnya.
", aku akan mengantarmu, bersiaplah", titah Arsya.
", tidak perlu tuan, saya bisa naik taksi", ucapnta menahan sebal yang luar biasa.
", kau pikir rumahku pasar, dengan mudah kau akan mendapatkan taksi, kau tunggu saja seharian tak akan ada satu taksi pun yang akan lewat dan kau dapati", jelas Arsya dan langsung menyambar kunci mobil miliknya dan segera berjalan keluar.
__ADS_1
Sila mengepalkan tinju dan meninju angin untuk melepas kekesalannya. entah sampai kapan ia akan mampu menjadi sekretaris sang bos yang sangat menyebalkan baginya.