
Aldi menerima pesan dari Vino yang memberikan informasi tentang di mana Sila dirawat saat ini, aldi kembali melanjutkan sarapannya dan akan segera berangkat ke kantor karena hari ini ia akan memberikan hukuman pada penghianat di perusahaannya.
Aldi membawa bukti - bukti yang diberikan Vino kepadanya untuk menjebloskan penghianat itu ke penjara, sedang Sonia ia masih memikirkan hukuman apa yang pantas untuk Wanita yang sampai saat ini masih berstatus istri sahnya.
" apa semua sudah kau siapkan" tanya Aldi pada sekretaris yang sekaligus asistennya.
" apa kau juga sudah menghubungi polisi?, lanjut Aldi bertanya pada asistennya.
" sudah Tuan, semua sudah saya persiapkan" jawab sekretarisnya.
Aldi dan sang asisten keluar ruangan CEO menuju ruang rapat untuk menunggu manager proyek.
" selamat pagi Tuan" seorang laki - laki berumur 35 tahun masuk dengan sejumlah berkas Ditangannya.
Aldi tidak menjawab sapaan sang manager, ia bahkan sudah berusaha menahan emosinya agar tidak meledak saat ini.
manager proyek itu memberikan laporan keuangannya pada Aldi, namun Aldi sama sekali tidak berminat untuk membacanya, karena tahu jika laporan itu adalah palsu Adanya, dan ia terus menatap tajam manager itu hingga sang manager salah tingkah dibuatnya.
" berikan bukti - bukti itu kepadanya" titah Aldi pada asistennya.
sang asisten segera memberikan map berwarna coklat itu kepada Manager proyek. dengan tangan bergetar manager proyek itu meraih map dan membukanya, matanya membulat melihat laporan pembelian, keringat dingin keluar bercucuran.
" saya bisa menjelaskan semua ini, Tuan!, jelas bawahan Aldi.
" apa yang ingin kau jelaskan padaku, ternyata kau sampah yang ada di perusahaanku" ucap Aldi dengan emosi dan mengebrak meja dihadapannya.
" ampuni saya Tuan, semua ini karena perintah Nyonya Sonia", jelasnya sambil terbata - bata.
Aldi menarik kerah baju bawahannya dan mencengkramnya dengan kuat.
" kau ingin mengkambing hitamkan istriku, kau yang melakukannya dan mengajak istriku untuk menipuku, kau pikir dengan adanya istriku aku akan memaafkan mu hah... aku akan membuatmu menyesal karena telah bermain - main denganku", jelas Aldi dengan emosi.
__ADS_1
" suruh mereka masuk, dan bawa ba****an ini keluar dari kantorku", titahnya pada asistennya.
tiga polisi dengan seragam preman masuk dan memborgol tangan manager proyek, lalu mengiringnya menuju kantor polisi.
" Tuan... ampuni saya, tolong Tuan, saya akan melakukan apa saja asal saya tidak di penjara", mohon manager itu dan meronta - ronta saat ingin dibawa.
Aldi memberikan bukti kecurangan itu pada polisi tanpa memperdulikan ucapan managernya.
" bawa dia pak, dan biarkan dia membusuk di penjara, aku pastikan kau akan lama di sana", ucap Aldi garang dan mengusir mereka.
Aldi mendudukkan dirinya di kursi, kepalanya terasa pusing dengan masalah yang di hadapinya.
" bawa ja**ng itu masuk ", perintah Aldi pada asistennya.
tak menunggu waktu lama asistennya masuk bersama seorang wanita yang tak lain adalah Sonia dan mendudukkannya di kursi seperti orang pesakitan.
" ada apa dih mas, pake acara jemput aku segala dan menyuruh orang membawaku kesini, mas bisa telpon atau bicara langsung di rumah", cerocos Sonia pada laki - laki dihadapannya yang masih berstatus suaminya.
" plak.. ", Aldi menampar wajah halus Sonia hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah segar.
" aw... mas... mas ini kenapa sih, tidak ada angin tidak ada hujan tiba - tiba tampar aku, kamu kenapa mas?, teriak Sonia dengan nada garang.
Aldi menatap istrinya dengan tatapan tajam dan membunuh, ntah karena apa dulu ia harus memilih Wanita ib**s ini dan meninggalkan keluarga yang sangat mencintainya.
" kau ingin tahu aku kenapa hah.... apa kau pikir aku terlalu bodoh sehingga kau ingin menipu dan mempermainkan aku", ucap Aldi sambil menarik rambut Sonia tanpa rasa iba.
" ma maksud kamu apa mas, aku gak ngerti", tanya Sonia dengan menahan rasa sakit karena Aldi yang menarik rambutnya dengan kasar.
Aldi melemparkan bukti - bukti kerja samanya dengan manager proyek untuk memanipulasi data keuangan pengadaan bahan - bahan pembangunan proyek, dan foto - foto mereka bertemu serta foto - foto Sonia yang sedang hura - hura dengan geng sosialitanya.
" apa kau masih mau mengelak", teriak Aldi dan menggebrak meja dengan kuat yang membuat asisten dan Soni tersentak.
__ADS_1
" a aku bisa jelasin ini mas, ki kita bisa bicara baik - baik mas" pinta Sonia pada suaminya.
sedangkan asisten Aldi hanya bisa mematung menyaksikan drama korea di depannya antara sang bos dan istrinya.
" mas aku bisa jelasin semuanya, a aku minta maaf mas, aku khilaf, ampuni aku mas", ucap Sonia yang bersujud di kaki Aldi sambil berurai air mata.
" aku melakukan semua itu karena mas memangkas semua fasilitas ku, sedangkan mas tak pernah memperdulikan aku lagi, aku butuh teman mas, aku butuh orang yang bisa menghiburku, dan merekalah temanku dan aku harus mengikuti gaya hidup mereka, waktu itu aku ke kantor dan mas tidak ada, aku menunggumu di sini lama tapi kamu tidak juga kembali, lalu aku bertemu manager proyek mu itu dan dia sedang menangani proyek miliaran rupiah dan kami merencanakan untuk memanipulasi data itu, tapi semua itu juga karena salahmu mas, mengapa aku melakukan itu semua juga karena mas yang sudah berubah padaku tidak seperti dulu lagi, aku tahu mas masih mencintai Sila dan terus memintanya untuk kembali padamu, aku sakit mas melihatmu seperti itu, kesalahan masa lalu tidak murni karena aku, tapi mas juga yang menginginkan aku, tapi kenapa sekarang mas melampiaskan semua kesalahan itu padaku", ungkap Sonia dengan tangis yang memilukan.
Aldi terduduk di kursinya mendengar semua ucapan istrinya, tak di pungkiri olehnya karena ambisinya yang ingin mendapatkan kembali Sila membuatnya mengabaikan Sonia, dulu fi matanya Sonia adalah wanita cantik, seksi, dan hebat bermain di atas ranjang, namun sebuah pernikahan bukan hanya masalah ranjang namun banyak hal yang harus saling mendukung, sedang Sonia tak miliki keahlian lain selain masalah ranjang yang membuat Aldi merasa terabaikan dalam hal lain yang seharusnya seimbang.
dan kini di mata Aldi Sila menjelma menjadi wanita cantik dan matang yang membuatnya ingin kembali padanya, namun Sila menolaknya sehingga membuatnya merasa tertantang untuk menaklukan hati manta istrinya.
Aldi mengusap wajahnya dengan kasar, ia sadar jika ia ikut andil atas apa yang di lakukan Sonia padanya, namun Aldi juga tidak bisa melepaskan Sila begitu saja dan hidup bersama orang lain.
" berikan surat itu padanya", titah Aldi pada asistennya.
Asisten Aldi membantu Sonia untuk kembali duduk di kursinya, wanita itu masih menangis di lantai dengan wajah yang menyedihkan, lalu memberikan surat pernyataan yang sudah ditandatangi oleh Aldi.
" silahkan anda membacanya Nyonya" jelas asisten Aldi.
Sonia membaca surat pernyataan itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.
" apa - apaan ini mas, kamu egois mas" teriak Sonia tal terima dengan surat dihadapannya yang isinya merugikan dirinya.
" semua terserah padamu, aku tidak memaksamu, jika kau tak ingin Menandatangani surat itu aku akan memberikan semua bukti kejahatan mu pada polisi dan kamu bisa di penjara bersama teman mu itu, atau kau ingin bercerai tapi tak mendapatkan apapun dariku, tetap menjadi istriku dan menuruti semua peraturan ku, atau kau harus membayar semua kerugian perusahaan ku dengan cara apapun itu bila perlu menjual mu pada pria hidung belang ", jelas Aldi dengan senyum liciknya.
" kamu sakit mas, kamu egois, suami tak punya perasaan, kamu gila mas" umpat Sonia dengan rasa sesal dan kesal.
namun Aldi tak memperdulikan semua umpatan Sonia untuknya dan memilih ingin keluar meninggalkan istri dan asistennya.
" urus dia, dan kabarkan padaku apa pilihannya" , ucap Aldi tegas dan berlalu meninggalkan mereka.
__ADS_1