
Sampai di Swiss Arsya langsung mengajak semua kru dan anggota lainnya segera menuju Hotel tempat mereka menginap. Arsya dan Oma Cintya ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum menemui Vania di sore hari seperti yang mereka sepakati.
Arsya masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan Oma Cintya. Ia segera melepas bajunya dan masuk menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah menyelesaikan ritualnya selama tiga puluh menit. Arsya tampak lebih segar dari sebelumnya. Arsya mengambil pakaian santainya. Celana pendek dan kaos oblong berwarna hitam.
Tok
Tok
Tok
Arsya mengetuk pintu kamar Oma Cintya untuk melihat kondisinya. Namu Lama mengetuk tak mendapat respon apapun. Arsya langsung masuk ke kamar karena pintu yang tidak dikunci. Dilihatnya Oma Cintya sedang tertidur dengan pulasnya. Arsya kembali menuju kamarnya agar sang Oma tidak terganggu karena kehadirannya.
****
Arsya dan Oma Cintya kini sedang duduk di Restoran untuk menunggu kedatangan Vania. Arsya menghubungi Vania ketika sampai di bandara dan sesuai kesepakatan mereka akan bertemu di Restoran itu sesuai waktu yang sudah ditentukan oleh Vania sendiri.
" itu Nyonya Alex Oma".
Arsya menunjuk wanita yang baru saja masuk Restoran dengan dress biru tua. Sambil mengamati Restoran untuk mencari keberadaan seseorang. Arsya lalu mengangkat tangannya agar Vania bisa dengan mudah menemukan dirinya.
__ADS_1
Vania langsung berjalan menuju tempat di mana Arsya dan Oma berada.
" Maaf saya terlambat".
" Tidak apa apa Nyonya Alex. Silahkan duduk".
Oma Cintya menyalami Vania dan mempersilahkan Vania untuk duduk. Oma juga menyuruh Vania untuk memesan sesuatu yang diinginkannya. Setelah berbasa basi akhirnya Oma Cintya mengutarakan maksud dsn tujuannya menemuinya.
" saya mengundang anda ke sini karena ingin membicarakan soal Sila dan cucuku. aku berharap kita bisa saling membantu untuk menyatukan mereka kembali Nyonya".
Oma Cintya langsung to the point dengan apa yang ingin disampaikan pada Vania.
" anda tidak perlu menutup nutupi tentang keberadaan Sila. Saya sudah tahu jika Sila tinggal bersama Anda Nyonya Alex".
Oma Cintya menegaskan pada Vania jika tak perlu lagi untuk menutupi yang sebenarnya terjadi.
Vania yang mendengar hal itu merasa tidak enak pada wanita tua yang ada dihadapannya. Tatap matanya yang tajam seolah bisa membaca kebohongannya. Auranya yang tegas dan berwibawa mampu menelanjangi lawan bicaranya.
" aku benar benar tidak mengerti maksud anda Oma. Bisakah anda bertanya secara langsung tanpa berbelit belit".
__ADS_1
" ini soal Sila dan cucu saya. Anda pasti tahu masalah yang sedang mereka hadapi saat ini. Pasti Sila sudah menceritakan pada anda tentang pertengkaran mereka sehingga Sila memutuskan untuk meninggalkan cucu saya. Sebagai seorang Oma tentu yang aku inginkan adalah kebahagiaan cucuku. dan kebahagiaan Arsya adalah hidup bersama Sila. Saya mohon anda bisa membantu saya untuk menyatukan mereka kembali. Meski sebenarnya cucu saya yang salah dalam hal ini".
Vania merasa serba salah mendengar permintaan Oma Cintya. Jika Sila tahu ia menemui Arsya dan setuju dengan permintaan mereka. Vania takut jika Sila akan marah padanya. Namun tak membantu Arsya dan Oma Cintya. Ia pun tak ingin sahabatnya menderita lebih lama.
" apa yang bisa saya bantu dalam hal ini".
" apa selama Sila tinggal bersama anda ia membicarakan tentang Arsya atau apapun yang menyangkut rumah tangganya".
Vania menghela napas dalam dalam dan menghembuskannya. Berharap langkah yang ia ambil tidak menimbulkan masalah dikemudian hari.
Vania menjelaskan keadaan Sila selama tinggal bersamanya. Sila yang merindukan Arsya disaat saat kehamilannya bahkan sering menangis karena menahan rindu dan alasan yang tidak jelas.
Mendengar semua cerita Vania. Oma dan Arsya nampak tersenyum. jika menurut cerita Vania. Itu artinya Sila masih mencintai Arsya. Dan besar kemungkinan Sila bisa kembali. Meski untuk hal itu bukan perkara mudah. Pasti akan banyak drama yang harus dilalui Arsya untuk meluluhkan hati Sila kembali.
" terima kasih Nyonya Alex atas semua informasinya. Semoga mereka bisa bersatu lagi dan bahagia hingga maut memisahkan".
" Amin. Sama sama Oma. Oh ya Tuan Arsya. Sila sekarang memiliki kesibukan sekaligus bisnis yaitu Resto Online. Menjual masakan khas nusantara dan kebanyakan pelanggannya berasal dari indonesia. Mungkin anda bisa mulai dari sana. Nanti saya chat nama toko onlinenya".
" terima kasih banyak Nyonya. Saya tunggu chatnya". Balas Arsya.
__ADS_1
Setelah semua pembahasan selesai Vania pun berpamitan. Ia tak ingin Sila tahu jika ia bertemu dengan Arsya. Sahabatnya itu tipe wanita keras kepala dan nekat jadi sebaiknya ia menghindari hal hal yang bisa membuatnya tak percaya lagi pada dirinya.