Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 123 terbang ke Swiss


__ADS_3

Arsya menemui Oma Cintya yang berada di kamarnya. Pagi pagi ia sudah mempersiapkan diri untuk membicarakan perihal Sila.


Tok


Tok


Tok


Arsya mengetuk pintu kamar Oma.


" masuklah ". Suara Oma terdengar dari dalan.


Arsya segera masuk untuk menemui Oma. Melihat cucunya yang datang. Oma menampilkan senyum bahagia. Ternyata cucunya sudah mau bangkit dan menjadi laki laki yang bertanggung jawab.


" ada apa pagi pagi kau sudah mencariku. Aku lihat sekarang cucuku lebih tampan dan besemangat dari sebelumnya".


Arsya tersenyum memeluk orang yang selama ini selalu ada untuknya dan berjuang keras untuk kesembuhannya. Sungguh kata katanya terus terngiang ngiang ditelinga Arsya yang membuatnya akan berjuang untuj melawan trauma di masa lalu.


" semua berkat Oma. Aku akan berusaha keras menjadi cucu kebanggaan Oma. Aku akan berusaha menjadi pewaris Mhs Group yang membanggakan kakek dan Papa. Untuk itu aku ingin Oma tetap sehat dan lebih lama bersamaku".

__ADS_1


Oma Cintya mengenggam erat tangan cucu kesayangannya. Rasa haru dan bahagia akhirnya Arsya memiliki keberanian untuk melawan trauma yang selalu membayang bayangi hidupnya.


" Aku akan berusaha untuk tetap sehat dan selalu bersamamu. Tapi jika suatu saat takdir memisahkan kita. Oma harap kamu akan tetap menjadi cucu Oma yang hebat dan bisa mrmbanggakan kami. Apa yang kami tinggalkan untukmu itu adalah tanggung jawabmu. Kau harus bisa menjaganya dan mempertahankannya. jangan biarkan siapa pun mrngambilnya darimu. Dan berhati hatilah dalam mengambil setiap tindakan dan keputusan".


Oma kembali memberi nasehat pada Arsya. Agar cucunya itu bisa melalui kehidupannya dengan baik di masa mendatang.


" Baiklah Oma. Aku akan selalu mengingat nasehatmu. Aku hanya ingin Oma tetap sehat dan menemaniku. Aku tidak punya siapa siapa lagi selain Oma".


Arsya menatap sendu wanita renta penganti mamanya. Ia berjanji akan membuatnya bangga di akhir hidupnya. Arsya kembali memeluk dan mencium punggung tangan Omanya berulang kali seolah tak ingin kehilangannya.


" Kau seperti anak anak saja. Oma baik baik saja. Jangan seperti ini. Apa kau ingin menyampaikan sesuatu padaku".


Oma berusaha mengalihkan pembicaraan pada cucunya. Melihat Arsya yang sudah mulai sedih dengan mata yang berkaca kaca.


" Aku sudah mendapatkan lokasi keberadaan Sila, Oma. Tetapi aku masih ragu dan belum siap jika aku kesana Sila akan tetap menolakku. Aku takut Sila tidak akan memaafkan aku, Oma".


Arsya berusaha mengungkapkan kegalauan hatinya. Jika hanya pergi kesana itu hal yang mudah. Tapi jika akhirnya saat bertemu ia akan menerima penolakkan Arsya benar benar belum siap.


" Kau terlalu berlebihan. Jangan terlalu memikirkan hal hal yang belum tentu terjadi. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Berpikirlah positip. Aku yakin Sila bukan wanita yang pendendam. Apakah istrimu pergi bersama Nyonya Alex?.

__ADS_1


Arsya hanya mengangguk mendengar pertanyaan dari sang Oma. Jujur saja hingga saat ini satu yang ia takutkan penolakkan Sila terhadapnya.


" Menurutku kita temui dulu Nyonya Alex. Kita cari informasi tentang Sila dari sana. Setelah itu baru kita tahu langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya".


Arsya paham maksud dari ucapan sang Oma. Untuk mengulik isi hati Sila melalui sahabatnya. Pasti Sila akan terbuka jika dengan Nyonya Alex. Dan tinggal Arsya mencari tahu apa keinginan istrinya.


" Apa Oma akan menemaniku pergi kesana. Aku butuh Oma. Jika Sila menolakku. Aku ingin Oma membujuknya".


Arsya memohon pada Oma. Dan berharap tidak ada penolakkan ketika ia sudah menemui istrinya. Mengingat semua yang dilakukannya pada Sila.


******


Arsya dan Dion mempersiapkan keberangkatannya menuju Swiss. Mereka akan berangkat sore hari agar sampai di sana saat pagi hari. Menempuh perjalanan selama 16 jam pasti sangat melelahkan. Apalagi Arsya mengajak Oma Cintya bersamanya sebagai pendukungnya untuk melakukan negosiasi pada Nyonya Alex dan Sila.


Setelah semua persiapan dan perlengkapan telah siap. Mereka segera memasuki Jet Pribadi yang berlogokan Mhs Group dan segera terbang menuju Swiss menjemput cintanya.


" sebaiknya Oma beristirahat dulu. Perjalanan kita masih sangat jauh dan lama. Apa Oma menginginkan sesuatu?.


Arsya mencoba membujuk sang Oma agar masuk ke kamar yang ada di pesawat untuk beristirahat.

__ADS_1


" oh. Baiklah. Aku memang tidak bisa jika terlalu lama duduk. Sebaiknya memang aku merebahkan tubuhku".


Arsya menuntun sang Oma memasuki kamar untuk merebahkan tubuhnya. Ada perasaan bersalah mengelayut di dadanya. Karena dirinya membuat Omanya harus menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan.


__ADS_2