Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 45


__ADS_3

di indonesia, Oma Cintya, asisten Dion, dan asisten Reno sedang rapat dadakan, karena menyebarnya foto - foto Sila dan Arsya dikamar hotel bersama, bahkan Sila terlihat tidur terlelap di samping Arsya, bukan hanya itu saja foto mereka makan siang bersama begitu mesra dan saling suap - suapan, berita di media online itu sangat menghebohkan dan yang paling membuat oma Cintya geram adalah netizen menyebut mereka sedang melakukan kumpul kebo, dan menghina Sila sebagai sekretaris murahan yang merayu sang bos.


Reno sudah berulang kali menghubungi handphone Sila dan Arsya namun handphone mereka masih belum aktif.


" Dion..! kerah kan orang - orang mu untuk mencari dari mana sumber berita ini, aku tidak mau tahu, kau harus bisa menyelesaikannya dalam waktu 24 jam", perintah Oma Cintya kesal.


Dion hanya bisa mengangguk dan berlalu pergi untuk melaksanakan perintah Nyonya besar.


" Reno, siapkan pengawalan untuk menjemput mereka", perintah Oma Cintya kepada Reno asisten cucunya.


berita yang menggemparkan jagat raya itu sudah trending topik. bahkan Reno dibuat kewalahan karena banyaknya telpon yang masuk untuk menanyakan kebenaran berita itu .


Oma Cintya memasuki kamarnya untuk menenangkan diri, berita pagi ini sungguh membuat pusing kepalanya, tak mungkin kedua cucunya melakukan perbuatan tercela seperti yang diberitakan oleh media online itu.


" kenapa kalian ceroboh sekali, bahkan ini bisa berdampak buruk pada harga saham perusahaan", guman Oma Cintya yang mencoba membaringkan tubuhnya untuk merilekskan otot - ototnya.


" Nyonya harga saham kita terus turun drastis, apa yang harus saya lakukan", Reno meminta pendapat kepada Oma Cintya.


" apa yang aku pikirkan ternyata benar, kita belum bisa mengambil tindakan apa pun sebelum kita mendapat penjelasan dari mereka, kita tunggu mereka dahulu, aku yakin cucuku bisa mengatasi masalah ini, apa sudah ada berita tentang mereka?, tanya Oma Cintya . kepada Reno.


" menurut jadwal penerbangan mereka seharusnya satu jam lagi mereka sudah tiba Nyonya", jawab Reno


" Pastikan tidak ada media yang bisa mewawancarai mereka, karena ada anak - anak Sila bersama mereka, lakukan pengawalan yang ketat untuk menjemput mereka", titah Oma Cintya.


Reno hanya mengangguk dan keluar dari kamar Oma Cintya, Reno sudah menugaskan anak buahnya untuk menjemput Arsya dan Sila.


***


di dalam pesawat Arsya tertidur dengan pulasnya, sedangkan Sila dan kedua anaknya sedang asyik menikmati pemandangan yang ada. mereka bercanda ria dan tampak bahagia, karena ini penerbangan pertama bagi kedua anak Sila, selama ini mereka tidak pernah keluar kota atau bahkan keluar negeri seperti saat ini.


Sila berkali - kali melihat kearah Arsya yang masih memejamkan matanya.

__ADS_1


" apa semalam ia tidak tidur", batin Sila yang heran terhadap Arsya yang sejak berangkat sudah tertidur.


tanpa terasa pesawat akan mendarat di bandara Internasional Soekarno Hatta, Sila dan kedua anaknya duduk dengan tenang sedangkan Arsya baru membuka matanya, merasakan adanya hentakan pada pesawatnya.


" apa kita sudah sampai", tanya Arsya kepada Sila.


" sudah Tuan, kelihatannya anda sangat mengantuk dan lelah Tuan", Sindir Sila kepada Arsya.


" ya, karena tadi pagi ada yang membuatku terbangun dan menjatuhkan ku dari ranjang, padahal aku masih sangat mengantuk ", jawab Arsya balik menyindir Sila.


" Tuan dan Nyonya, anda dilarang turun sebelum mobil jemputan sampai di sini", ucap pramugari yang sedang bertugas.


Arsya tak terlalu ambil pusing apa yang di ucapkan oleh pramugari itu, namun Sila merasa bingung, kenapa harus menunggu mobil jemputan baru boleh turun.


Arsya menyalakan handphone nya, dan melihat histori panggilan masuk berpuluh - puluh kali dan itu dari orang yang sama yaitu asistennya.


" apa ada masalah, sehingga ia menelpon ku sebanyak ini", batin Arsya yang mulai tidak tenang.


Arsya membuka chat yang masuk dan itu juga dari asistennya.


Arsya membuka tautan yang dikirimkan oleh Reno asistennya, Arsya mengepalkan tangannya menahan marah membaca judul dan berita yang memberitakan tentang dirinya dan Sila selama di kuala lumpur.


" berita sampah macam apa ini, siapa yang berani - beraninya ingin bermain denganku", batin Arsya geram.


Arsya ingin sekali menghubungi Reno untuk menanyakan kejadian ini, namun ia tak ingin Sila tahu tentang berita ini, apalagi di dalam berita itu Sila yang paling disalahkan dan dihujat, ia tak ingin Sila bersedih karena berita ini, karena Arsya lah yang memaksa Sila untuk tetap tinggal dan pulang bersamanya.


sang pramugari sedang bersiap untuk membuka pintu pesawat agar Tuan dan Nyonya bisa keluar dengan selamat.


" Silahkan Tuan dan Nyonya mobil sudah menunggu anda di bawah", ucap sang pramugari dengan sopan.


Arsya segera berdiri dan turun yang di ikuti oleh Sila dan kedua anaknya.

__ADS_1


" kenapa wajahnya berubah dingin seperti itu, apa ada masalah", batin Sila yang memperhatikan Arsya.


" bisakah lebih cepat sedikit jalannya", ucap Arsya kepada sopirnya.


" baik Tuan", supir melajukan mobilnya lebih cepat dari sebelumnya.


Sila mulai merasakan adanya sesuatu hal yang terjadi, bahkan mereka harus dijemput dengan pengawalan yang ketat dan raut wajah Arsya yang berubah dingin seperti menahan emosi.


" apa ada sesuatu yang sedang terjadi, Tuan?, tanya Sila kepada Arsya dengan sangat hati - hati.


" tidak, kau tak perlu kuatir", jawab Arsya singkat.


Sila tak lagi berani bertanya melihat Arsya yang menjawab seadanya, hal itu tidak pernah terjadi jika Arsya tidak mempunyai masalah yang besar.


" kenapa kami dibawa ke rumah besar, dan tidak ke rumah kami saja, Tuan?, tanya Sila pada Arsya.


" untuk saat ini kalian akan aman tinggal di rumah besar dan aku harap kau tak membantah ucapan ku, hanya untuk saat ini saja, bekerja samalah denganku", jawab Arsya dengan tatapan tajam yang membuat Sila merasa takut, karena baru kali ini Arsya bicara seperti itu padanya.


Arsya turun dengan langkah kaki terburu - buru tanpa melihat pada Sila dan kedua anaknya, ia segera masuk keruang kerja, dan meminta Reno untuk menemuinya.


Sila merasakan kejanggalan dengan sikap Arsya, yang membuat ia merasa tak tenang.


" mari Nona saya antar ke kamar anda", ucap kepala Art pada Sila.


Sila hanya menurut tanpa banyak bertanya, dan berjalan mengikuti kepala Art.


" Silahkan Nona, semua barang - barang anda sudah ada di kamar, silahkan anda membersihkan diri anda, dan kami akan menyiapkan makan siang untuk kalian", jelas kepala Art, dan Sila hanya mengangguk serta tak lupa mengucapkan terima kasih


Sila segera membersihkan dirinya, bergantian dengan kedua anaknya, tak butuh waktu lama mereka sudah rapi dan wangi.


" kenapa rumah ini kelihatan sepi ma, apakah Oma sudah kembali ke perancis?, tanya Dania kepada Sila.

__ADS_1


" mama tidak tahu sayang, kita baru saja sampai, mungkin Oma sibuk", jawab Sila memberi pengertian kepada Dania.


kepala Art memanggil Dila dan kedua anaknya untuk menyantap hidangan makan siangnya, namun dimeja itu tidak ada siapapun kecuali mereka bertiga. Sila ingin bertanya namun kepala Art sudah pergi meninggalkan mereka bertiga.


__ADS_2