
Aldi terus berusaha untuk mendekati Dania, namun Dania justru semakin menjauhi papanya, gadis kecil itu terus mendekap erat Sila, walau Sila sudah berusaha membujuk Dania agar mau sekedar menyapa papanya.
" mas tolong hentikan, mungkin Dania masih terkejut dengan kedatangan mas yang tiba - tiba, semakin mas mencoba mendekatinya, semakin dia ketakutan mas, ku mohon hentikan", mohon Sila pada Aldi yang masih berusaha mendekati putrinya.
" aku papanya Sil, seharusnya dia tidak perlu takut kepadaku, apa kamu yang sudah mencuci otak anak kita, agar mereka takut dan membenciku " jawab Aldi Sinis dan marah.
" cukup mas, seharusnya mas berkaca tentang sikapmu kepada mereka dulu, bukan menyalahkan ku, aku tidak pernah mengajari mereka membencimu, tapi karena sikapmu dulu yang sangat menyakiti hati mereka, itu yang membuat anak - anak kita takut dan membencimu, seharusnya kamu sadar itu mas ", ucap Sila tak kalah kesal mendengar tuduhan Aldi padanya.
sedangkan Arsya yang berada di ruang tengah bersama Adit, menghentikan permainan mereka ketika mendengar keributan di ruang tamu. Arsya dan Adit segera menyusul Sila dan melihat Aldi dengan wajah yang tidak bersahabat.
Dania yang melihat Arsya langsung berlari dan memeluk Arsya, dengan tangan terbuka Arsya memeluk gadis kecil itu lalu menggendongnya.
Aldi yang melihat hal itu sangat geram dan kesal, seharusnya Dania bersikap demikian terhadapnya.
" ada apa ini, kenapa terdengar suara keributan ", tanya Arsya pada mereka berdua. Sedangkan Dania masih berada dalam gendongannya.
" anda sepertinya sudah sangat dekat dengan anak - anak saya Tuan, sehingga mereka lebih memilih anda dari pada saya papa kandungnya " ucap Aldi sinis dan menyindir Arsya.
" anda masih saja belum menyadari kesalahan anda hingga saat ini Tuan Aldi, apa anda lupa jika anda membuang mereka dan saya yang menemukan dan mengambil mereka, wajar jika anak - anak ini dekat dengan saya, karena saya merawat dan memperlakukan mereka dengan baik, dan sebentar lagi saya yang akan menggantikan posisi anda sebagai papanya, jika anda ingin mereka dekat dengan anda gunakan hati anda, jangan hanya bisa melukai perasaan mereka ", jawab Arsya dengan sombong sekaligus menyindir Aldi tentang sikapnya pada kedua anaknya.
Aldi geram mendengar ucapan Arsya yang memojokkan dirinya, apalagi melihat kedekatan kedua anaknya dengan Arsya semakin membuatnya meradang.
Aldi meninggalkan rumah Sila tanpa permisi dengan rasa amarah dan kecewa, tujuannya ke rumah Sila adalah ingin mengambil hati Sila kembali, namun justru dia yang mendapatkan pemandangan yang membuatnya marah dan kecewa.
***
Sila memeluk Adit putranya dengan penuh kasih sayang, pertemuan yang secara tiba - tiba membuat kedua anaknya belum siap dan syok. seharusnya Aldi bisa berkomunikasi dahulu dengan Sila jika ingin bertemu dengan mereka,
agar tidak terjadi hal seperti ini.
__ADS_1
Arsya dan Sila membawa kedua anaknya menuju kamar mereka, agar mereka bisa beristirahat.
" sudahlah, jangan terlalu dipikirkan sikap Aldi, pikirkan kesehatanmu", ucap Arsya pada Sila yang terlihat murung karena masih syok dengan kedatangan Aldi yang tiba - tiba.
Sila menatap sedih Arsya, tak seharusnya Aldi bersikap seperti itu pada dirinya dan kedua anaknya, sudah cukup semua perlakuannya yang menyakiti hatinya dan kedua anaknya, apa belum cukup baginya.
Arsya mendekati Sila lalu memeluknya, agar wanita itu tidak stres dan bisa tenang dalam menghadapi semua, dan tidak merasa sendiri.
" terima kasih dan maafkan sikap Aldi padamu ", lirih Sila yang malu pada Arsya.
laki - laki dihadapannya ini terlalu jauh terseret masuk dalam masalahnya dan Aldi, sehingga Membuat Sila malu terhadap Arsya.
" tak perlu sungkan, kita akan menghadapi semuanya bersama - sama ", jawab Arsya dengan tersenyum pada kekasihnya agar Wanita yang dicintainya ini tidak merasa malu dan sungkan padanya.
" apa perlu aku di sini untuk Menemani kalian ", tanya Arsya dengan lembut.
" tidak perlu sayang, kembalilah kekantor, aku akan baik - baik saja disini", jawab Sila agar Arsya tak merasa berat meninggalkannya di rumah.
" baiklah, nanti sore aku akan kembali lagi, untuk melihat kalian, istirahatlah agar kesehatanmu cepat pulih ", nasehat Arsya pada Sila.
Arsya meninggalkan rumah Sila menuju kantornya, untuk menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk karena sempat libur untuk menemani Sila di rumah sakit.
" keruangan ku sekarang " pintanya pada asistennya setelah sampai di ruangannya.
" ada apa Tuan ", tanya Reno yang sudah berada di ruangan Arsya.
" bagaimana pekerjaanmu di Anggara Group?, tanya Arsya pada Asistennya.
" semua berjalan sesuai rencana Tuan, kita sudah memiliki saham sebanyak 50%, kemungkinan saham Anggara Group akan kembali di jual, karena membutuhkan banyak dana untuk proyek mereka yang baru" jelas Reno pada Arsya.
__ADS_1
" aku ingin kita yang membeli saham itu, dan pastikan semua berjalan sesuai rencana, aku ingin menjadikan perusahaan itu dibawah kendali Mhs Group, aku ingin lihat sejauh mana kesombongan CEO nya ", ucap Arsya dengan senyum liciknya.
" apa semua persiapan sekolah Dania dan Adit sudah beres ", lanjut Arsya
" sudah Tuan, semua perlengkapan sekolahnya sudah dalam pengiriman ke rumah Nona Sila, semua Administrasinya juga sudah selesai, kapanpun mereka bisa mulai masuk sekolah ", jawab Reno pada Arsya.
" pilihkan supir terbaik untuk mengantar jemput mereka, dan yang bisa menjaga dan melindungi mereka, aku Tak ingin calon istriku bersedih jika kedua anaknya dalam masalah, jika kau gagal Tamat riwayatmu ", titah Arsya dan sengaja mengancam asistennya untuk mengerjainya, Arsya tahu jika Reno tak pernah mengecewakan dirinya.
" baik Tuan, semua akan berjalan sesuai dengan keinginan anda " jawab Reno
" ish....kapan aku pernah mengecewakan anda Tuan, justru saya yang selalu menyelamatkan karir anda " umpat Reno dalam hati.
" berhenti mengumpat ku Ren, atau ku potong gaji mu ", ucap Arsya pada asistennya yang menatapnya.
Reno mengalihkan pandangannya mendapat sindiran dari Arsya, ia hanya tersenyum kecil mendapat teguran tersebut.
" anda seperti cenayang Tuan, bisa membaca pikiran orang lain ", ledek Reno pada Arsya.
Arsya mengambil handphone nya dan mengetikkan sesuatu, lalu meletakkan handphonenya kembali di atas meja kerjanya.
Reno mengambil handphonenya, karena terdapat pesan yang masuk. Reno melihat siapa yang mengirim pesan untuknya, ternyata Arsya telah mentransfer sejumlah uang untuk dirinya.
" itu bonus untukmu karena sudah bekerja keras dalam satu bulan ini, carilah kekasih agar kau tak selalu sendiri dan ada seseorang yang bisa menghabiskan uangmu ", ledek Arsya kepada Asistennya.
Reno merasa kesal mendapat sindiran dari Arsya, bagaimana ia bisa punya kekasih jika waktunya habis hanya untuk mengurusi sang bos dan pekerjaan.
" apa dia tidak sadar jika aku begini karena ulahnya, dia bahkan tidak membiarkanku tidur dengan nyenyak ", batin Reno kesal.
" kembalilah keruangan mu, dan jangan mengumpat ku terus ", ucap Arsya tanpa melihat Reno.
__ADS_1
Reno segera kembali keruangan nya untuk melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk, karena selama beberapa hari menghandle pekerjaan Arsya dan Sila, sedang pekerjaannya tak mampu ia selesaikan.