
Sila merasa heran dengan keadaan yang ada, seperti ada masalah yang sangat serius sehingga semua orang melupakan makan siang mereka. Sila mengajak kedua anaknya kembali ke kamar mereka untuk beristirahat karena tidak ada hal yang bisa dilakukannya untuk saat ini.
" tok.... tok... tok... ", pintu kamar Sila diketuk berulang - ulang. Sila segera membukakan pintu, dan ternyata kepala Art Arsya yang mengetuk pintu kamarnya.
" Maaf Nona, anda di tunggu Oma Cintya di kamarnya", Sang kepala Art memberi tahukan kepada Sila.
" baik bi, terima kasih", Sila segera menutup pintu dengan pelan karena kedua anaknya sedang tidur.
Sila segera bergegas menuju kamar Oma Cintya. saat ingin mengetuk pintu kamar tersebut, secara tiba - tiba pintu itu sudah terbuka dan ada asisten Reno sudah didepannya.
" Silahkan masuk Nona", Reno mempersilahkan Sila segera masuk kedalam.
Semua orang tampak tegang di sana, ternyata di dalam kamar oma Cintya yang luas itu sudah ada Arsya, Reno, dan Pak Dion.
" kemari lah Sila, duduk di samping Oma!, ajak Oma Cintya kepada Sila.
Sila segera menuju tempat Oma Cintya duduk di kursi yang agak panjang dan segera mendudukkan bokongnya di samping Oma Cintya.
" kau tahu kenapa Oma memanggilmu? " tanya oma Cintya dengan lembut.
" Tidak Oma", jawab Sila singkat.
" Dion putar kembali rekaman berita pagi ini", perintah Oma Cintya pada asistennya, dan Dion dengan segera melaksanakan perintah sang Nyonya.
__ADS_1
" tapi Oma...!, Arsya tampak ragu dan meminta agar Oma tidak menunjukan berita yang lagi viral tentang mereka.
" kau diam lah, semua ini karena ulah mu, kau jangan menyembunyikan sesuatu darinya", ucap Oma Cintya kesal pada cucunya Arsya.
" Sila, Oma akan menunjukkan sesuatu kepadamu, mungkin ini sangat buruk dan menyakitkan bagimu, tapi kau harus tahu, maka dari itu kau harus kuat dan siap!, ucap Oma Cintya semakin membuat Sila merasa gelisah dan takut.
Sila hanya mengangguk dan penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi. Dion segera memutar kembali berita yang sempat trending topik pagi ini, meski berita itu kini telah menghilang dari peredaran karena kekuasaan Oma Cintya dan Arsya, serta tak luput dari gerak cepat yang dilakukan Dion untuk membungkam mereka semua, namun masalahnya tak langsung selesai begitu saja, banyak kolega Arsya dan Oma Cintya yang masih mempertanyakan tentang kebenaran berita itu, di tambah harga saham Mhs Group yang terus merosot hingga saat ini.
tentu saja ini bukanlah masalah yang bisa dianggap ringan dan sepele, oleh sebab itu Oma Cintya harus melibatkan Sila dalam mencari penyelesaiannya.
Sila sangat terkejut membaca judul yang membuat hatinya sakit dan terluka, dia dianggap wanita murahan yang mencoba merayu bosnya dan rela memberikan tubuhnya demi harta dan pekerjaan, dan masih banyak judul berita yang membuat Sila tak sanggup untuk membaca isi berita itu.
Sila menundukkan kepalanya, karena tak kuat lagi membaca dan melihat layar tv didepannya. sejak pagi memang dia tak sempat untuk membuka hp, karena sibuk mengurus kedua buah hatinya, itu sebabnya ia tidak tahu tentang berita dirinya dan Arsya.
Oma Cintya memeluk erat cucu sahabatnya yang sudah dianggap seperti cucunya sendiri, Arsya telah menjelaskan semua apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Sila, jadi Oma Cintya tahu bagaimana perasaan Sila saat ini setelah membaca berita ini.
Sila menangis diperlukan Oma Cintya, sedang ketiga laki - laki yang ada di ruangan itu hanya bisa diam tanpa bisa melakukan apapun.
Sila melepaskan pelukannya pada Oma Cintya, ia sudah merasa lebih tenang dan bisa mengendalikan emosinya.
Sila menatap Arsya dengan marah meski ia berusaha untuk menyimpannya karena ada Oma Cintya dan yang lainnya di sana, sedang Arsya hanya bisa menunduk karena merasa bersalah atas pemberitaan ini.
" aku minta maaf, karena aku semua jadi seperti ini, tapi aku akan berusaha untuk membersihkan namamu kembali , nanti malam kita akan mengadakan konferensi pers bersama Alex dan istrinya", jelas Arsya dengan perasaan menyesal.
__ADS_1
Sila hanya mengangguk mendengar ucapan Arsya padanya, Sila tidak membayangkan jika liburan yang diharapkan bisa membuat hati dan pikirannya sedikit fresh justru menambah masalah baru baginya.
" Oma percaya padamu dan juga cucuku, jadi kau jangan merasa malu terhadap Oma, Dion juga sudah mengetahui siapa dalang dibalik ini semua, jadi kau jangan kuatir, dia adalah mantan istri Arsya, yang kebetulan dia juga berada di kuala lumpur saat itu, dia dendam pada Arsya karena ia gagal rujuk dengan Arsya dan juga yang membuat ia kehilangan pekerjaan, itu sebabnya ia ingin menjatuhkan Arsya dengan berita sampah seperti ini, kalian pasti tidak menyadari jika ada yang mengambil foto kalian secara diam - diam saat di kuala lumpur karena dia wanita yang licik", jelas Oma Cintya yang menggenggam erat tangan Sila.
" tinggallah di sini untuk beberapa hari, sampai masalah ini selesai", lanjut Oma Cintya.
Sila tak berani membantah apa yang di ucapkan Oma Cintya, meski Wanita itu sudah berusia senja, namun kharisma dan ketegasannya masih jelas terlihat dari nada bicara dan pola pikirnya.
" bolehkah aku ke kamarku, Oma?, tanya Sila kepada Oma Cintya.
" pergilah dan persiapkan dirimu untuk Konferensi Pers nanti malam", ucap Oma Cintya tegas yang dibalas anggukan oleh Sila.
Sila segera meninggalkan kamar Oma Cintya dan menuju kamarnya, ia ingin menenangkan hati dan pikirannya, agar tidak kusut dan terbawa emosi.
" tetap duduk di tempatmu dan jangan berani - beraninya kau membuat masalah baru", ucap Oma Cintya saat melihat Arsya berdiri dan ingin mengejar Sila untuk meminta maaf pada Sila.
" Dion, dimana wanita itu sekarang?, tanya Oma Cintya kepada asistennya.
" Nona Anna sudah sampai di bandara Nyonya, dan orang kita dan polisi sudah bersiap di sana", jawa Asisten Dion pada Oma Cintya.
" pastikan dia meringkuk di penjara dalam waktu yang lama, aku tidak ingin bermain - main dengan orang yang berani mengusik keluargaku", jelasnya dengan tegas.
Dion hanya mengangguk hormat dan patuh pada perintah sang bos.
__ADS_1
" dan untuk kalian berdua, jika dalam waktu 2 hari kalian tidak bisa mengembalikan harga saham Mhs Group kembali normal, Kalian berdua akan aku pindahkan ke perancis dan kita akan tinggal di sana", ancam Oma Cintya kepada cucu dan asisten Reno.
mendengar ucapan Oma Cintya membuat Arsya dan Reno susah menelan salivanya, mereka akan berbuat apapun untuk melaksanakan perintah Oma Cintya, karena bagi mereka berdua tinggal di Perancis seperti tinggal dipenjara yang semuanya harus menuruti aturan yang di buat oleh Oma Cintya, itu sebabnya mereka memilih tinggal di indonesia tempat mereka di lahirkan dan kedua orang tua mereka berasal, bisa sedikit lebih bebas dan mengenang masa kecil mereka.