Single Mother Kesayangan Sang Duda

Single Mother Kesayangan Sang Duda
bab 75


__ADS_3

" Nona, di luar ada Dokter Joe, katanya mau bertemu dengan Tuan Arsya" ucap sang Art pada Sila.


" suruh dia langsung masuk bik, dan antar kan dia kesini " jawab Arsya pada Bik Nani.


" baik Tuan " ucap Bik Nani lalu pergi untuk menemui Dokter Joe yang menunggu di ruang tamu.


Sila menepuk keningnya, karena sandiwaranya pada Reno, akan berujung pada drama serial drama yang panjang dan berliku.


" sayang... apa kau yang membawa Dokter kesini?, tanya Sila.


" ya... aku sangat mengkhawatirkan dirimu, saat Reno bilang kamu sedang mules - mules, jadi aku menyuruh Dokter untuk menyusul kesini", jelas Arsya dengan wajah dinginnya sambil terus menggenggam tangan Sila.


" Asisten Reno, anda sangat ceroboh sekali, kenapa anda tidak bilang jika Arsya bersamamu tadi, kau membuat aku dalam masalah saja", batin Sila yang menyalahkan Asisten Reno.


Bik Nani datang bersama seorang laki - laki berwajah tampan, berkulit putih membuat Sila menelan salivanya, kadar ketampanan Dokter itu hampir menyamai Arsya.


" selamat pagi Tuan dan Nona", sapa Dokter Joe pada Arsya dan Sila.


" selamat pagi Dokter", jawab Sila.


sedangkan Arsya hanya menjawab salam Dokter Joe dengan deheman saja, yang membuat Sila cepat mengalihkan pandangannya dari Dokter Joe.


" permisi Tuan, saya akan memeriksa Nona", ucap Dokter Joe yang ingin memeriksa Sila namun terhalang oleh tubuh Arsya.


" bisakah anda geser sedikit Tuan, saya ingin memeriksa Nona ini, jika anda disini bagaimana saya bisa memeriksanya", kesal Dokter Joe yang dari tadi tak bisa melakukan tugasnya.


" periksa dia dari jauh saja, aku tak mengizinkanmu menyentuh calon istriku" ucap Arsya sinis.


" kau masih saja seperti dulu, jangan terlalu bucin dengan pasanganmu, aku hanya ingin memeriksanya bukan mengambilnya dari mu, dan kau sendiri yang memintaku datang kesini untuk memeriksanya" jawab Dokter Joe tak kalah kesal dengan sikap ke kanak - kanakan Arsya.

__ADS_1


sejak kecil Arsya dan Dokter Joe memang bertingkah seperti kucing dan anjing jika bertemu, namun jika mereka lama tak bertemu pasti akan saling mencari satu sama lain, Joe selalu dibawa oleh ayahnya jika dipanggil oleh keluarga Mahesa, Arsya yang tak memiliki teman akan sangat senang jika ada Joe, karena ada yang menemaninya bermain, namun watak mereka hampir memiliki kemiripan sehingga membuat mereka tidak ingin saling mengalah, dan itu yang membuat mereka sering adu argumen.


meski begitu Joe sangat menyayangi sahabatnya Arsya, dan keinginannya menjadi Dokter karena ingin melanjutkan tugas Ayahnya sebagai Dokter keluarga Arsya, sehingga mereka dapat terus saling bertemu.


" kau... ikuti saja perintahku jika tidak ingin aku tak mentransfer gaji mu bulan depan", ancam Arsya pada Dokter Joe.


" ish... kau selalu mengancam ku, aku sudah tidak takut dengan ancaman mu, aku bisa minta langsung pada Asisten mu" balas Dokter Joe yang tak ingin kalah dari Arsya.


" stop..... stop... ", teriak Sila yang jengah dengan perdebatan mereka berdua.


membuat dua laki - laki tampan itu, langsung menutup mulut mereka rapat - rapat , tak berani mengeluarkan suara mereka lagi.


" kalian berdua membuat aku tambah pusing, bisa tidak kalian tidak ribut di sini, kalian berdua boleh keluar dan biarkan aku istirahat" ucap Sila dengan wajah yang di pasang cemberut dan kesal.


Arsya menatap tajam Dokter Joe, karena dia yang mengajaknya berdebat, sedangkan Dokter Joe seolah tak menghiraukan tatapan Arsya padanya.


" Anya.. maafkan aku, bukan begitu maksudku, aku hanya tak ingin laki - laki lain menyentuhmu, dia yang mengajak ribut dahulu tadi", rayu Arsya pada Sila agar wanita itu tidak marah padanya.


Arsya menatap sekilas Dokter Joe dengan sinis, lalu kembali menatap wajah cantik Sila agar wanita itu mau memaafkannya.


" Nona, maafkan atas ketidak nyamanan anda, baiklah saya akan memeriksa kesehatan anda", ucap Dokter Joe, dan segera membuka tas yang berisi peralatan medis miliknya.


" baiklah Dokter, silahkan lakukan tugas anda", jawab Sila dengan ramah.


sedangkan Arsya merasa kesal karena dengan Dokter Joe, Sila berkata lembut dan ramah sedang dengan dirinya memasang wajah juteknya.


" berikan tangan anda Nona" pinta Dokter Joe yang ingin memeriksa tensi Sila.


Sila segera mengulurkan tangannya dan ingin menggulung baju lengan panjangnya agar Dokter Joe bisa memeriksanya dengan benar.

__ADS_1


" tidak perlu menggulungnya Nona, saya takut ada macan yang mengamuk jika saya menyentuh kulit anda", sindir Dokter Joe pada Arsya yang sudah menatap tajam padanya.


Sila mengurungkan niatnya untuk menggulung bajunya dan membiarkan Dokter Joe memeriksanya sesuai perintahnya.


" apa anda sering begadang Nona, tekanan darah anda tinggi, anda juga sering stres sehingga membuat anda tidak memperhatikan asupan makan anda, dan itu bisa berbahaya jika terjadi terus menerus, lambung anda bisa menjadi korbannya", jelas Dokter Joe pada Sila.


Sila mengakui jika akhir - akhir ini sering begadang, karena tidak bisa tidur. apalagi setelah Aldi mantan suaminya mengajukan perebutan hak asuh atas Dania putrinya.


" saya hanya akan memberikan resep dan ini bukan obat, melainkan hanya vitamin agar anda bisa menjaga kondisi tubuh anda agar tidak drop, dan penambah nafsu makan serta vitamin yang bisa merilekskan pikiran anda, saya kasih vitamin yang bagus produksi luar negeri agar anda bisa cepat pulih, anda tak perlu khawatir dengan harganya calon suami anda pasti mampu untuk membelinya", jelas Dokter Joe pada Sila sekaligus menyindir Arsya untuk membalasnya karena sudah menjadikan dirinya sebagai kambing hitam.


" terima kasih Dokter " ucapnya pada Dokter Joe.


" sama - sama Nona, semoga anda cepat sehat, saya permisi dulu", ucap Dokter Joe lalu pergi meninggalkan kamar Sila.


Arsya menerima resep yang diterimanya dari Dokter Joe, dan berpamitan pada Sila untuk menebus resep itu.


" tunggu Joe " ucap Arsya yang berjalan dibelakang Dokter Joe.


sedangkan Dokter Joe tak ingin menanggapi Arsya, ia malas jika harus berdebat dengan sahabatnya itu.


" hei.. apa yang kau lakukan, aku ingin kembali ke rumah sakit, apa kau ingin ikut?, tanya Dokter Joe, yang berada di dalam mobilnya yang diikuti oleh Arsya.


" untuk apa aku ikut denganmu, aku hanya ingin kau jujur padaku, apa yang sebenarnya terjadi pada Sila?, tanya Arsya mengintimidasi Dokter Joe.


" kau ini calon suami seperti apa, keadaan calon istrimu saha kau tidak tahu", ledek Dokter Joe pada Arsya.


" aku sedang tidak ingin ribut denganmu Joe, kau jawab saja pertanyaan ku", balas Arsya dengan serius.


" calon istrimu terbanyak beban, sehingga membuatnya tertekan dan stres, efek dari stres dan tertekan itu yang membuatnya tidak bisa tidur dan kehilangan nafsu makannya", jelas Dokter Joe itu pada sahabatnya.

__ADS_1


Arsya mendengarkan penjelasan dari sahabatnya dengan serius, ntah apa yang disembunyikan Sila darinya sehingga ia ingin menanggungnya semuanya sendiri.


__ADS_2