
"Sayang mami pergi dulu ya, ada Weni disini,"
Andre hanya mengangguk, dia sudah tahu jika papinya ada maka mami Ambar tak akan punya waktu bersamanya, dia bahkan berpikir apa dia bukan anak kandung mereka?!
Sepeninggal papi dan maminya,
"Weni, sebaiknya kamu ke kantor, aku ada suster yang jaga,"
"kamu ini gimana sih, Mas, hari ini gips mu akan dibuka, aku mau tahu perkembangannya, lagipula, Mas tahu sendiri mami gak bisa nemenin kamu,"
Sebenarnya Andre meminta Weni pergi karena dia ingin melihat file yang dikirimkan Sakti padanya, saat dia mendapat telepon dari Sakti, dia diamanati agar saat membuka file itu tidak di hadapan Weni. Dan sekarang dia tak berhasil membuat Weni pergi, dokter akan datang sekitar jam sepuluh, ini masih jam setengah sembilan, Andre memutar otak agar Weni pergi dari ruangannya walau sebenar.
'kenapa buka file aja harus seribet ini?!'
"Wen, kamu bisa beliin aku jus apel, aku lagi pengen minum jus apel, kayaknya seger,"
Weni tersenyum, "oke!" jawabnya singkat.
Weni lalu mengambil ponsel dan mengutak-atiknya.
"kenapa kamu gak pergi?"
"aku sudah memesannya, kalau selesai akan diantar kemari," Andre menghela nafasnya.
"kamu belikan aku buah apel aja, dibawah kalo gak salah ada supermarket,"
"lho tadi katanya mau jus apel,"
"sekalian beliin aku bubur kalo ada,"
"oh baiklah, tapi mas gak apa-apa kan disini sendiri,"
__ADS_1
"tengah aku sudah tak apa-apa, aku mau memeriksa berkas yang Sakti kirim sambil nunggu kamu beli makanan,"
"em, ok!" Akhirnya Weni pergi, tak membuang waktu lagi Andre langsung mengecek email yang Sakti kirim. Foto-foto yang di screen shoot dari Instagram, Andre membukanya satu-satu lalu mengerutkan keningnya, "brengsek! dia mau ngprank gue apa? ngapain dia kirim foto-foto hasil screen shoot Instagram?! malah bilang penyebab Ana benci gue lagi!" Andre menggerutu sambil men-scroll foto dengan cepat, tak ada yang menarik pikirnya.
"semoga cctv nya tidak mengecewakan," Andre lalu membuka rekaman cctv. Ada empat frame dalam satu layar, Andre mengklik video pertama. Disana terlihat Weni yang berjalan dengan cepat menaiki tangga, cctv berhenti disitu. Lalu Andre mengklik video ke dua, Ana keluar dari kamarnya lalu berjalan perlahan menuju tangga sambil melihat ke arah atas. Video ke tiga, Andre membelalakkan matanya tak percaya, dalam video itu dia melihat Weni masuk ke ruang kerja Andre, terburu-buru melepaskan baju tidurnya lalu masuk ke dalam pelukannya yang sudah berselimut sebelumnya tak lama kemudian Ana masuk dan melihat mereka seolah-olah sudah zinah.
"sial!" Andre menzoom video itu, dia menjambak rambutnya tak percaya. Seingatnya Weni mengatakan bahwa dialah yang menarik tangannya masuk ke dalam pelukan saat memakaikan selimut. Andre lalu memutar
Ingatan Andre
Malam itu tiba-tiba ada yang memeluknya, maka Andre mengira itu adalah Ana, istrinya. Dia memeluk orang yang dia kira Ana tanpa membuka matanya namun saat dia mencium aroma yang tak sama dengan istrinya, Andre barulah membuka matanya dan melihat Ana berdiri tak jauh dari tempatnya. Andre langsung mengejar Ana dia bahkan tak menyadari bahwa saat itu Weni sedang dalam keadaan tak memakai pakaiannya.
Andre memukul-mukulkan kepalan tangan di keningnya. "pantas Ana sangat marah dan dia bilang aku meniduri adikku sendiri," Andre mengeratkan kedua kepal tangannya.
"sial! aku bahkan menamparnya demi kehormatan adikku, dan ternyata adikku lah yang membuat kami..." Andre menjambak rambutnya untuk kesekian kali, dia benar-benar tak percaya Weni akan melakukan semua itu.
Andre memutar video berikutnya, video yang masih berada di ruang kerjanya itu memperlihatkan Weni yang sedang terburu-buru menggunakan pakaiannya kembali. Andre melihat waktu video berlangsung, lalu menghela nafasnya.
Dia mulai teringat dengan foto-foto screen shoot dari Instagram tadi, dia mulai memperhatikan dengan seksama. Dilihat dari waktu postingan foto terakhirnya adalah foto USG janin, waktunya sekitar seminggu yang lalu, dia ingat waktu itu dia baru datang dari Singapura dan melakukan cek up di rumah sakit lalu bertemu dengan Ana.
Ceklek
"Mas, aku bawain bubur yang kamu minta" Weni masuk dengan menenteng makanan pesanan Andre.
"KELUAR!!!!" Andre berteriak dengan lugas saat Weni masuk ke ruangannya. Weni terkejut sampai melepas makanan yang ada di tangannya.
"Mas," tubuh Weni bergetar tak terkendali.
"apa kau tak mengerti apa yang aku maksud? KELUAR!!!!!" Weni yang tadinya bengong di tempat mulai mundur langkah demi langkah dan berbalik keluar lalu menutup pintunya dengan sedikit keras.
Andre tak bisa mengendalikan amarahnya, semua salahnya, dia membuat istrinya marah, menangis, bahkan menamparnya, dialah yang membuat istrinya pergi.
__ADS_1
Andre memukul dadanya kencang, dia kembali menangis tanpa suara saat teringat malam itu istrinya menangis di dalam kamarnya, hatinya sangat perih.
Setengah jam kemudian dokter dan beberapa suster masuk, sudah jadwalnya Andre membuka gips kakinya. Weni hanya berdiri bersandar di luar ruangan, dia tak berani masuk, Andre terlihat marah padanya, dan sampai detik ini tubuhnya masih bergetar tak terkendali air matanya memburai tak terkendali bahkan salah satu suster menawarkannya untuk konsultasi ke dokter jika merasa badannya tidak baik.
Satu jam kemudian akhirnya Andre lepas dari gipsnya, dokter menyarankan melakukan terapi berjalan untuk memperkuat tulangnya, Andre mengikuti semua saran dokter dan mulai dijadwalkan untuk terapi, dia ingin cepat sembuh.
Truuurrrrtttttt
"halo,"
"cari keberadaan istriku,"
"kau ingat hari ini hari apa? ini sabtu, bos, istrimu tentu di kontrakannya, oh ada yang mau gue sampein, sebenarnya istrimu tak sendiri di kontrakannya, dia tinggal bersama perempuan bernama Tia," Andre mengerutkan keningnya.
"sejak kapan?"
"sekitar dua Minggu yang lalu, istri mantan pacar Tia itu masih mencari masalah dan sering datang ke kontrakannya yang dulu, jadi dia sementara tinggal di kontrakan istrimu untuk menghindarinya," Andre kembali membelalakkan matanya, selama ini dialah yang selalu salah paham pada istrinya.
"baiklah, aku tahu..." Andre menjawab dengan suara lemah.
Ardi Menghela nafasnya, walaupun terlambat paling tidak dia sudah mencoba mengembalikan keadaan pada yang seharusnya.
"maaf Weni, Andre adalah sahabatku,"
""""""""*****"""""""
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan...
Makasih ya semuanya yang masih setia baca novelku yang masih amburadul ini 😄🙏
Jangan lupa like, vote, sama subscribe nya ya,,,
__ADS_1
kalau sempat tinggalin jejak juga, buat penyemangat, hehe,,,
Makasih sekali lagi,,,