Suamiku Bukan Gay!

Suamiku Bukan Gay!
Kamu Terlihat Seksi Sayang,,,


__ADS_3

“disini!” dengan wajah datar Andre menjawabnya singkat.


“ini kan kamar, Om! Gak mungkinkan aku tidur di sini juga?!”


“memangnya kenapa?! Bukannya memang seharusnya seperti itu? Kau istriku”


“istri? Istri kontrak maksudnya!” Andre tak menggubris ucapan Ana, dia sengaja menanggalkan handuk yang dipakainya tanpa memberi aba-aba pada Ana. Ana terkejut sesaat lalu memalingkan wajahnya dengan reflek diikuti badannya yang memutar menghadap pintu


‘sialan! dasar zombie genit!Sengaja nih pasti! ya Alloh,' Ana menangkupkan kedua tangannya menutupi mukanya yang mulai memerah melihat tubuh telanjang Andre walaupun hanya bagian belakang membuat frekuensi detak jantungnya meningkat, mereka hanya suami istri kontrak juga tentu saja itu pertama kalinya bagi Ana melihat tubuh seorang laki-laki yang dilihatnya secara live di depan matanya. Selain anak laki-laki tetangganya yang masih batita juga di film yang pernah dia tonton fifty shades of grey, itupun cuma setengah karena keburu ketahuan a Hasan.


“bisa gak sih pake baju di kamar mandi!” Ana bicara dengan nada sewot.


“udah gak usah banyak ngomong, ayo tidur! Besok baru aku aturkan kamar untukmu!”


“jadi aku tidur di sini?”


“kecuali kalo kamu mau ke bawah nyari kamar sendiri, silahkan saja!” Andre beranjak menuju


tempat tidur setelah memakai piamanya dengan lengkap.


“lagi pula ada banyak kamar kosong di bawah, buka aja salah satu pintunya, kamu gak akan tersesat!” lanjut Andre. Ana berpikir sejenak, tadi saja dia tak berani karena semua lampu di lantai bawah mati, tak terlalu gelap tapi karena ruangannya terlalu luas membuatnya sedikit merinding.

__ADS_1


“emang gak ada art yang masih bangun?”


“seharusnya tidak! Kau ingat jam berapa sekarang?" Andre meraih selimut menutupi setengah badannya, sementara dia menyandarkan diri di kepala tempat tidur dengan beralaskan bantal lalu mulai memeriksa poselnya.


"udah beres belum paket bajunya?" Ana ingin berbalik tapi dia harus memastikan kalo pemandangan yang tak seharusnya dia lihat tak perlu dia lihat lagi.


"hm,,," Andre menjawabnya dengan hanya berdehem tanpa memalingkan matanya dari ponsel.


Ana terdiam sesaat lalu membalikan badannya menghadap suaminya dengan mata tertutup, dia masih sedikit takut, berhubungan suaminya suka seenaknya jadi dia lebih memilih untuk berhati-hati sendiri. Pemandangannya Cukup indah sebenarnya, mengingat tubuh Andre memang sangat kekar.


Ana membuka sedikit matanya mengintip apa yang dilakukan suaminya. 'ah syukurlah, dia udah pake baju,' Ana melemaskan tubuhnya.


Andre melihat ke arah Ana karena dirasa masih tak ada pergerakan dari sang istri.


"aku mau mandi,,," Ana berjalan cepat memasuki kamar mandinya. Semburat merah di pipi Ana membuat Andre tersenyum simpul.


'waktunya bermain, aku akan membuatmu terbiasa dengan apa yang kamu lihat barusan,' senyum Andre semakin lebar mengingat ekspresi istrinya. Dia lalu kembali mengalihkan perhatiannya ke ponsel yang sejak tadi dia genggam sambil menunggu istrinya selesai mandi.


Di dalam kamar mandi.


Ana mulai menanggalkan setiap helai bajunya, lalu membuka keran shower untuk mendinginkan tubuhnya, dan mulai menikmati setiap percikan air yang mengalir di setiap sudut tubuhnya. Lalu kemudian Ana teringat dia terlalu terburu-buru masuk ke kamar mandi untuk menghindari Andre melihat wajahnya yang malu hingga dia melupakan hal yang penting, dia tak membawa apapun ke kamar mandi. Ana menepuk keningnya sendiri.

__ADS_1


"sial! semuanya masih dalam koperku! sabun mandi, sikat gigi, baju ganti, bahkan handuk! aaargggg!" Ana geram sendiri, selalu saja terjadi ketika dia dihinggapi perasaan salah tingkahnya.


"apa yang harus aku lakukan sekarang? minta tolong ambilin koper? hiks! bego! bego! bego!" Ana menepuk keningnya beberapa kali. "aku gak mungkin pake punya dia! mamaaaaaa,,," Ana menghentakan kakinya beberapa kali.


"tenang Ana, tenang! pasti ada sesuatu yang bisa dipakai di sini." Ana menyibakan tirai mandinya, dia mencoba mencari mungkin ada bathrobe karena tadi dia melihat Andre hanya menggunakan handuk biasa, kemungkinan masih ada bathrobe di kamar mandi. Sayangnya dia tak menemukan apa-apa, Ana menghela nafas panjang. Seperti memang harus meminta tolong, mau gimana lagi pikirnya.


Ceklek


Ana membuka pintu kamar mandi, dia mengeluarkan kepalanya matanya langsung tertuju ke arah tempat tidur, tempat dimana Andre berada. 'eh! dia udah tidur?!' Ana melihat suaminya berbaring dengan mata tertutup. Dia kembali masuk ke dalam kamar mandi Ana menggigit bibirnya sambil berpikir. "Aku keluar aja gitu," lalu Ana melihat tubuhnya yang telanjang, "gila aja! masa aku keluar telanjang gini!" Ana mendudukan dirinya di atas kloset. Tiba-tiba matanya tertuju pada keranjang baju kotor, 'kayanya harus pake baju yang tadi dulu aja kali ya,' Ana menghampiri keranjang baju kotor, dia mengambil kembali baju kotornya hingga ia melihat baju kotor Andre, Ana berpikir sejenak. Dia mengambil baju Andre, lalu membalikkan baju kotornya ke dalam keranjang. Dia mulai membentangkan baju milik suaminya, lalu dipaskan dengan tubuhnya. 'heheee,,, jadi kaya daster,' Ana tersenyum sendiri, betapa dia menyadari kalo dia sangat pendek dibandingkan dengan suaminya yang memiliki postur tubuh jangkung.


'biarin aja, pinjem bentar! dianya juga tidur gak bakalan ketauan,' Tanpa pikir panjang Ana memakai baju Andre.


'heeemmm,,, wangiii,,,' Ana mencium baju suaminya, dia menyukai wangi itu, wangi maskulin milik suaminya.


Ceklek


Tanpa pikir panjang Ana berjalan keluar kamar mandi mendekati kopernya yang ada di dekat pintu dengan terburu-buru. Sedangkan Andre yang sejak tadi melihat istrinya berjalan keluar kamar mandi mulai tersenyum saat menyadari baju yang dipakai istrinya adalah miliknya, membuatnya terlihat sangat seksi.


Saat dia berbalik hendak kembali ke kamar mandi, Ana kaget karena dia baru menyadari tempat tidur tempat suaminya berbaring ternyata kosong yang akhirnya membuat dia hanya mematung di tempatnya 'astaga dimana orangnya?!' batin Ana gelagapan.


"kamu terlihat seksi sayang,,," Bisik Andre tepat di telinga Ana.

__ADS_1


"aaaahhhhh,,," Ana menjerit sambil berlari menuju kamar mandi, sudah jelas mukanya memerah. Dan lagi-lagi Ana meninggalkan apa yang seharusnya dia bawa.


__ADS_2