Suamiku Bukan Gay!

Suamiku Bukan Gay!
Upaya terakhir, gagal!


__ADS_3

Beberapa hari yang lalu, di kantor Andre.


Brak!


Andre membanting sebuah map yang dipegangnya ke atas meja.


"Sial!" Mengusap wajahnya dengan kasar.


'kenapa jadi begini?! Kenapa dia harus membuat aku merasa bersalah?!'


Andre menyandarkan punggung ke kursi kerjanya, menengadah memandang langit-langit.


'seandainya aku bisa mundur,,,' batin Andre.


Toktoktok


"Masuk,!" kembali Andre menegakkan badannya.


Sakti masuk membawa beberapa map ditangannya.


"Huft" Andre membuang nafasnya dengan kasar, saat dia tahu map apa yang dibawa Sakti.


"Kenapa, bos, ada masalah,,,?!"


"Kau ingin membunuhku?"


"What?"


"Aku hanya meminta cuti setengah hari dan pekerjaanku bertambah tiga kali lipat"


"Hei, sejak kapan bos kita yang gila kerja ini mengeluh dengan kerjaannya?!"


Sakti memiringkan kepalanya menilik wajah bosnya yang terlihat tidak bergairah, lalu dia mengangkat sebelah alisnya.


"Apa kabar Bandung?"


Andre menghela nafas panjang. Sepertinya benar dugaan Sakti.


"Dia tau, dia tau semuanya,," Andre berbicara sambil membuka dokumen yang harus dia pelajari.


"Siapa?" Sakti pura-pura tidak tahu.


Andre kembali mengambil nafas panjang lalu membuangnya perlahan, mencoba menyingkirkan rasa gelisahnya, lalu menutup dokumen yang tadi ingin dibacanya.


"Dia tau alasan kenapa gue mau nikahin dia,," sambungnya.


"Ah! Bocah itu?!" Duduk di depan meja kerja Andre dan menyerahkan dokumen yang harus diperiksa oleh bosnya itu.


"Sepertinya hanya dia yang bisa membuat bos kita ini gelisah?!" Lanjut Sakti, menyunggingkan sebelah bibirnya.


"Bukan begitu, gue hanya merasa bersalah,"


"Tunggu! Maksud bos dia tau alasan bos menikahinya hanya karena syarat untuk menerima warisan,"


"Hem,,," jawab Andre.


"Dari mana dia tau?"

__ADS_1


"Entahlah,"


"Bos tau dari mana kalo dia tahu?"


"Dia yang mengatakan sendiri,"


"Wah, informasinya cepat juga!"


"Lalu, dia menolakmu?"


"Tidak! Sebaliknya, dia menerimanya, dia mengajukan beberapa syarat,"


Sakti mengerutkan keningnya, mencoba berpikir.


"Dia minta bercerai setelah tujuan utama tercapai," Andre melanjutkan.


"Hanya itu?"


"Tidak! Dia bilang dia tidak ingin gue menyentuhnya"


"What??? Ckckck, pantas saja bos kita ini jadi gelisah, heheeeeee,,,"


"Ck! Otak lu itu, kalo urusan mesum, pasti nomor satu!"


"Hei bos, jangan lupa 90%, otak laki-laki itu ada di bagian bawah, heheeeeee,,, jangan lupakan itu!


"Lu itu!" Andre sedikit membentak karena merasa tidak setuju dengan pernyataan Sakti.


"Wkwkwkwk,,, bos mempertahan hak waris itu wajib, tapi mempertahankan keperjakaan itu namanya menyia-nyiakan kenikmatan dunia, hahaaaaa,,,"


"Yang dihalalinnya yang gak mau, ckckck,,,"


Andre menatap Sakti dengan tatapan dingin.


"Ehem!" Sakti membenarkan duduknya saat menerima tatapan dingin dari bosnya yang sedang kesal.


"Aku bingung, kenapa dia meminta cerai? Bukankah itu akan merugikan dia?! Setidaknya boskan dapat warisan, sementara dia! Dia bahkan akan menyandang status janda, di usianya yang masih muda"


"Itu yang gue pikirin, gue gak tega,"


"Oiya bos, kenapa gak gagalkan aja perjodohan ini, gue rasa lu gak perlu khawatir masalah hak waris, lu itukan anak satu-satunya, siapa lagi yang akan mewarisi kekayaan mereka jika bukan lu, iyakan?!"


"lu gak salah, yang gue permasalahkan bukan hak waris semua kekayaannya, tapi, mereka mengancam dengan saham MF, mereka bilang jika gue gak nikahin Ana maka saham milik mereka akan diberikan pada Om Nathan, lu tau seperti apa om Nathan dulu, saat ingin menguasai MF, dia bahkan hampir membunuh bokap." Jawab Andre menerangkan.


"Hei, bukankah itu hanya isu,,,"


"Tidak!" Andre menggelengkan kepalanya,


"Kasus itu ditutup sebagai kecelakaan, tapi gue terus menyelidikinya tanpa sepengetahuan mereka, tidak disangka ternyata orang tua gue bahkan mengetahuinya, bahwa penyebab Dady kecelakaan dan mengalami koma adalah om Nathan,"


"What? Jadi selama ini mereka tau dan sengaja menutupinya,"


"Ya, ada sesuatu yang membuat mereka terpaksa menutupinya, sayangnya mereka tak ingin gue tau, mereka hanya bilang untuk membayar utangnya,"


"Astaga, ini bukan cerita novelkan?!" Jawab Sakti tak percaya. "Oiya bos, apa nyokap lu tau kalo Ana sudah setuju dengan perjodohan ini,"


"Gue belum bilang sih, gue masih mikir gaimana cara untuk menggagalkannya,"

__ADS_1


"Eemmm,,, gue punya ide bos," Sakti angkat bicara setelah berpikir beberapa saat.


Andre menautkan kedua jarinya, menyimpan sikunya di atas meja dan menempelkan tautan jarinya di bibirnya. Bersiap mendengarkan ide sahabatnya.


"Bos lu bilang aja sama mommy, Ana minta dilamar Sabtu ini, kalo pihak kita tidak bisa menyanggupi maka perjodohan akan batal, kalo sampai mereka gak bisa datang dan perjodohan batal, itu bukan salah lu, salah orang tua lu, kewajiban lu kan udah terpenuhi, Ana setuju nikah sama lu bos, jadi masalah saham mereka gak bisa mengganggu gugat, bener gak?! Cemerlang gak ide gue?!"


"Maksud lu, mereka gak akan bisa datang ke sini Sabtu ini,?"


"Hei bos, walaupun dady Steve sudah bukan CEO PT MF, tapi dia masih pimpinan cabang di Australi, lu tau sendiri kan seperti apa kerjaan bokap lu, gua yakin gak mungkin mereka datang bahkan menyiapkan semuanya dalam 5 hari,"


"Masuk akal,!"


"Coba dulu aja, anggap aja main lotre, lu menang dapet saham tapi gak dapet bini, lu kalah dapet saham juga dapet bini tapi gak bisa ditidurin, hahaaaaa,,,," seperti biasa Andre hanya menanggapinya dengan sikap dingin.


"Ehem!" Sakti kembali berdehem. 'sial! Sampai kapan bos bakalan bersikap dingin seperti ini, sepertinya dia bahkan lupa cara tersenyum, apalagi tertawa, ckckck,,, kasian sekali sobat gue yang satu nih!' batin Sakti.


"Gue coba hubungi mommy,,,"


Tuuurrrrrrtttt,,, tuuurrrrrrtttt


"hey boy, don't you know it's rush hour in the office?!" Mommy Ambar.


"Im sorry! But i have something important to say,"


"You have 30 seconds"


"Ana udah setuju dengan pernikahan ini, tapi dia minta dilamar Sabtu ini, jika tak bisa maka pernikahan batal,"


"What???"


"Wait mom, if it gets canceled it's not my fault, so mom can't interfere with the stock, ok?!"


....


"I call you later"


Tut Tut Tut tut


"Gimana?" Tanya Sakti setelah Andre terlihat selesai menelepon.


Andre menjawab dengan mengangkat kedua bahunya.


"Dia kan menelepon lagi nanti,"


Beberapa jam kemudian


mommy calling,,,


Andre melihat layar ponselnya menyala, dia mengangkat tangannya, untuk meminta break meeting sesaat, lalu berjalan ke luar ruangan miting.


"mom" Andre mengangkat teleponnya setiba di luar ruangan.


"get ready, this saturday we will propose ana,"


Andre menundukkan kepala lesu.


Upaya terakhir, gagal!

__ADS_1


__ADS_2