
"Cul, pangnempokeun ges bareres makan can?" (Cul, tolong liatin, pada udah belum makannya?") Ana.
"Ker ngarobrol, maneh laparnya?!" (Lagi pada ngobrol, laper ya?) Stela.
"Huuh," Ana
"ceuk urang ge, tadi bareng, maneh mah era-era wae," (aku bilang juga apa, tadi barengan, kamu malah malu malu terus).
"Urang males Panggih jeng si calon," (aku males ketemu si calon) Ana.
"Maneh mah, kuduna mah calon dahar teh dibarengan, dipangmawakeun sanguna, ieu mah kalah kabur, hadeuuh,,," (kamu tuh harusnya calon mau makan baringin, dilayanin, siapin nasinya, ini mah malah kabur, hadeuuhhh).
Ana membalas guyonan Stella dengan mencebian bibirnya.
"Kumaha atuh, lapar ih!"
"Ke lamun ges kosong ku urang dipangmawakeun" (ntar kalo udah kosong, aku ambilin,)
"Urang ka kamar nya, ek ganti baju, hareudang"
(Aku ke kamar ya, mau ganti baju, gerah).
"Sip!" Stela mengacungkan jempolnya tanda setuju, setelah Ana berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, senyum licik Stela, terlukis indah.
"Heheeeeee,,," Stela berjalan menuju ruang makan dimana para orang tua berkumpul mengobrol dan bercanda.
Stela mengendap-endap mengambil piring dan menyendok nasi.
"Stel, ari Ana mana?" Mama Meti menyapa Stela yang sedang mengendap-endap mengambil nasi.
"Eh! Heheeeeee,,," Stela tersenyum kaku.
"Itu mah, Ana ada di kamarnya, dia minta Stela ambilin nasi buat dia, laper katanya,"
"Astagfirullah,,, eta budak nya, batur pada ngumpul ieu kalah nyempod we di kamar, sini biarin sama mama aja Stel, sekalian pengen mama uyel-uyel gera, ngerakeun pisan!."
"Heheee,,, ga usah mah, tenang aja Stela bantuin mama buat nguyel-nguyel Ana,"
"Hah? Maksudna?!" Stela mendekati mama Meti membisikan sesuatu.
"ih entong ah, ngke duduan atuh di kamar,!" (ih gak ah, ntar berduan di kamar donk!)
"tenang aja mah, gak akan kejadian apa-apa kok, percaya deh, Ana itu anak baik-baik, ini mah cuma buat bikin dia deg-degan aja, heheeeeee,,," Stela mencoba meyakinkan mama Meti agar menyetujui rencana menjahili sahabatnya itu.
"Hadeuuuuhhhh,,, enyalah kumaha kamu we, tapi Kade tong kamalinaan," (hadeuuuuhhhh, iyalah gimana kamu aja, asal jangan keterlaluan,)
"Siap! mah!"
Kamar Ana
"Stela lama amat sih, lapar pisan"
Toktoktok
__ADS_1
"Masuk!" Ana menyuruh Stela, yang sebenarnya bukan Stela untuk masuk ke kamarnya, Ana tak menyadari bahwa yang masuk bukan Stela karena saat ini Ana sedang merapikan gaun yang tadi dia pakai untuk dicuci di laundry, Ana duduk di tepian tempat tidur yang memunggungi pintu sambil melipat dan memasukkan gaun ke dalam paper bag.
"Lila ih, lapar nyaho," Ana menggerutu sambil berbalik menatap orang yang dikira Stela.
Deg!
Mata Ana membesar kaget, dia bahkan menjatuhkan paper bag yang dipegangnya.
"Nih, katanya laper," Andre yang dikira Stela itu menyodorkan piring berisi menu lengkap dan segelas air putih pada Ana.
'Astagfirullah,' batin Ana.
"kok kamu bisa masuk kesini?"
"Hm?" Andre sedikit bingung dengan pertanyaan Ana.
"Tentu saja lewat pintu,"
"Astaga, om! Ini tuh kamar perempuan, kamu masuk seenaknya, gak sopan tau?!"
"Gak sopan?" Andre mengerutkan keningnya.
"Barusan aku mengetuk pintu, kamu yang suruh aku masuk," lanjutnya.
'sial, aku pikir Stela yang masuk,' Ana menepuk keningnya dan mengambil piring dengan cepat, menyimpannya di meja rias.
"Udah, sekarang om bisa keluar, ok! Terimakasih kasih," ana mengangkat sebelah tangannya menunjukan jalan keluar pada Andre. Sementara Andre berpura-pura tidak mengerti apa maksud Ana.
"silahkan, om," Ana kembali mengangkat tangan kanannya menyuruh Andre keluar dengan sopan. Andre memiringkan kepalanya sambil tersenyum,
'beuh, berat amat sih!' batin Ana saat mencoba mendorong tubuh Andre.
"Tunggu! Ana!"
"Gak boleh, laki-laki dan perempuan gak boleh ada di ruangan yang sama," Ana terus mendorong Andre.
"Sampai kapan kamu akan memanggilku om?"
"Gak tau!" Ketus Ana yang masih berusaha mendorong Andre dengan sekuat tenaga. Andre bergerak capef membalikan badan, itu membuat tubuh Ana menjadi oleng dan jatuh ke dalam pelukan Andre, sesaat Ana terpaku masih mencerna apa yang terjadi.
Andre merengkuhkan tubuhnya mendekatkan wajahnya hingga bibirnya berada tepat di samping telinga Ana, lalu berbisik.
"Hei, kita masih belum halal, lho!"
Deg!
Rasa panas menjalar di sekujur tubuh Ana.
Spontan Ana melepaskan pelukannya, dia berbalik dengan kedua tangan memegangi pipinya,
Andre tersenyum melihat kelakuan calon istrinya,
Dia malangkah satu langkah mendekati Ana yang sedang memunggunginya, lagi-lagi dia merengkuh kan badannya, mensejajarkan kepala mereka.
__ADS_1
"Kamu makan dulu gih, nanti kita lanjut pelukannya, em, maksudnya,,, ngobrolnya,"
Bisikan Andre yang lagi-lagi membuat Ana salah tingkah.
"Aaahhhh,,, keluar!" Ana membalikan badannya dengan menutup mata dan mendorong Andre dengan sekuat tenaga agar keluar dari kamarnya. Membuat Andre sedikit terkejut, namun membuatnya tersenyum puas.
Brak!
Suara pintu ditutup dengan kasar sesaat setelah Andre berada diluar kamar Ana.
'ah! Sepuas inikah rasanya membuat orang kegeeran,?!' batin Andre yang kemudian berjalan menjauhi kamar Ana.
'aaarrrgggg!' Ana mengepalkan kedua tangannya.
'sekali lagi dia bikin aku ngerasa jadi orang konyol didepannya, kenapa aku gak bisa mengontrol diriku sendiri didepannya, selalu aja aku keliatan bego?' batin Ana.
"Dia sengaja! Pasti sengaja!" Ana mendudukkan dirinya di tepi tempat tidur dengan kasar.
"Liat aja! Akan aku balas!"
'tenang Ana, tenaaaang,,, huuuufh' Ana menghembuskan nafas menenangkan dirinya.
Sementara itu di ruang utama.
"Astagfirullah! Sora naon eta?!" (Astagfirullah! suara apa itu?) Mama Meti kaget mendengar suara kencang yang tak lain suara pintu kamar Ana.
Stela terlihat pucat, ' aduh! jangan-jangan terjadi apa-apa?!' batin Stela.
mama Meti menatap tajam Stela, dia lalu menggedikkan dagunya meminta penjelasan.
Stela menelan salivanya.
"tenang mah tenang, Stela liat dulu ya," Stela mencoba menenangkan mama Meti, dia harus tanggungjawab karena kelakuan dia yang berniat menjahili Ana malah membuat orang-orang di ruang utama kaget.
"Aya naon mah?" tanya ayah Agus yang sudah curiga dengan kelakuan istrinya dan Stela saat mereka saling menatap.
"gak tau, itu lagi nyuruh Stela buat liat ke atas, kayanya dari kamar Ana." mama Meti menjawab.
Stela bergegas menaiki tangga menuju kamar Ana, di ujung tangga dia berpapasan dengan Andre.
"eh a Andre ada apa? gak ada apa-apa kan?!"
tanya Stela, merasa tidak enak karena dialah yang menyuruh Andre mengantarkan makanan ke kamar Ana.
Andre melihat sekilas sahabat dari calon istrinya yang terlihat gelisah.
"gak apa-apa, tadi pintunya gak sengaja kedorong, jadi suaranya kenceng," jawab Andre santai dan kembali melanjutkan langkahnya.
begitu pula dengan Stela, dia melangkahkan kakinya pelan sambil berpikir, mencerna apa yang dikatakan calon suami dari sahabatnya itu.
Stela membuka pintu saat tiba di depan kamar Ana
"astagfirullah, Ana!"
__ADS_1
eng ing eng, apa yang terjadi dengan Ana???