
"tenanglah Ana, mungkin itu salah paham,,," Ana menghapus air matanya mencoba menenangkan dirinya. 'heh! lalu bagaimana dia akan menjelaskan fotonya bersama Weni yang setengah telanjang itu? lalu apa dia juga akan membiarkan tangannya dipegang wanita lain?' batin Ana yang membuatnya kembali menangis, dia tak tahu apa yang harus dilakukan, dia bahkan belum bisa berhasil menghubungi suaminya. Ana menenggelamkan wajahnya diantara lutut yang ditekuk. Sulit untuk tak menangis, hatinya terasa panas dan perih.
Kriiiinnngggg,,,
Ana melihat ponselnya dengan cepat, seperti yang dia duga, matanya melebar saat melihat nama yang tertera "tenang Ana, tenang," dengan cepat Ana menghapus air matanya lalu mengangkat telepon dari suaminya.
Andre terlihat terkejut saat wajah istrinya yang terlihat seperti habis menangis, mata sembab dengan hidung berwarna merah.
"sayang kamu kenapa?" Andre terlihat cemas, Ana tak menjawab dia justru memperhatikan suaminya dengang lekat, dia melihat sekeliling ruanganan yang ada dalam frame kamera ponsel suaminya. 'gak keliatan, bukan dari sudut ini,' batinnya. Ana ingin memastikan background di foto itu benar-benar adalah kamarnya dan suaminya, dia masih tak percaya jika suaminya akan selingkuh darinya, terlebih dengan wanita sering dia sebut sebagai adiknya, lebih tepatnya dia mencoba mencari alasan untuk menenangkan hatinya.
"ada apa?" Andre menengok ke belakang saat melihat mata Ana yang lebih fokus ke sekitarnya. Kamera ponsel Andre bergerak Ana berpikir suaminya sedang berjalan, dan dilihat dari sekitar dia menuju tempat tidur, Andre masih memakai bathrobe dan rambut yang masih basah.
"tunggu!" Ana tiba-tiba bereaksi saat dia merasa sudut kamera Andre sama seperti di dalam foto yang ada di Instagram Weni.
"sayang, kenapa? ada apa?" Andre terkejut karena suara Ana yang sedikit berteriak lalu ngengerutkan keningnya dan kembali bertanya, dia terlihat duduk di atas tempat tidur menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang, lalu kameranya kembali bergerak, sepertinya dia sedang menyelimuti sebagian tubuhnya.
Lagi-lagi Ana hanya menjawab dengan menggelengkan kepala. Ana menghela nafasnya, tak terlihat lagu karena kamera ponsel suaminya bergerak dengan cepet .
"kenapa matamu merah? kamu habis nangis, katakan ada apa, sayang?"
"bisakah pindahin kamera nya ke deket nakas sebelah kananmu," Andre mengerutkan keningnya, tapi dia masih melakukan apa yang istrinya minta.
"ke sini maksudnya?" Andre mengalihkan kamera nya ke tempat yang Ana maksud, foto yang ada disana masih berdiri seperti biasanya. 'apa foto itu ditangkupkan saat mereka bersama saja?' batin Ana panas.
"sudah? kamu mau lihat apa? apa ada yang salah?" Andre mengembalikan kameranya ke mode selfi, memperlihatkan wajahnya.
__ADS_1
"tunggu! biarkan seperti tadi, coba tangkupkan frame fotonya,"
"hah? begini?" dengan cepat Andre mengikuti apa yang istrinya minta. Hati Ana berdenyut keras, 'yah seperti itu,' batinnya tanpa bisa dia ucapkan langsung, Ana mencoba menahan air matanya.
"kenapa dengan fotonya? ada yang salah? apa mau di ganti dengan foto lain?" Andre melontarkan banyak pertanyaan, dia mengembalikan posisi frame fotonya yang sempat ditangkupkan.
"gak!" jawab Ana dengan suara yang ditahan, 'kenapa dia masih terlihat seperti tak ada apa-apa, apa dia pikir aku masih tak tau,' batin Ana.
"sayang, katakan, kenapa kamu nangis? apa ada masalah?" Andre semakin cemas, dia bingung dengan apa yang istrinya lakukan.
"gak apa-apa, aku nangis karena kamu gak mengangkat telepon ku sejak tadi," Andre terkejut mendengar jawaban Ana, 'kamu?' batinnya, sudah sejak lama Ana tak menggunakan panggilan itu padanya membuat Andre terasa asing.
"maaf sayang, kamu tahu sendiri selama kerja ponsel ku selalu di mode silent, aku baru selesai dengan pekerjaanku lalu langsung mandi, jadi aku baru lihat ponselku sekarang, jangan berpikir yang aneh-aneh, oke?!" Andre masih mencoba untuk terlihat biasa saja, mungkin istrinya sedang marah karena dia terlambat mengabari, pikirnya.
"heh! memangnya aku bisa berpikir apa? aku tau suamiku baik, dia tak mungkin selingkuh dibelakang ku kan?!" Ana tersenyum hambar, dia berusaha menstabilkan suaranya.
"apa kamu selingkuh?" tanya Ana tanpa basa-basi, Andre benar-benar terkejut saat mendengar pertanyaan Ana.
"apa maksudmu?"
"apa kamu tidak mendengar ku atau kamu gak ngerti bahasa manusia?" Ana berucap dengan sedikit emosi dalam suaranya, Andre membulatkan matanya, lagi-lagi dia mendengar kata 'kamu' dari mulut istrinya, mimik muka hangat yang hanya diperlihatkan di depan istrinya berubah dingin, hatinya terasa sedikit sakit.
"Ana, aku lelah bekerja dan kamu malah menuduhku yang bukan-bukan?"
"menuduh? heh! aku rasa kamu lebih tau apa yang aku bicarakan?!" Lagi-lagi apa yang diucapkan istrinya membuat hatinya berdenyut.
__ADS_1
"aku tak tau apa maksud mu Ana, aku lelah, sebaiknya kamu juga istirahat, ini sudah malam," Andre mematikan video call nya. Hiks, huhuhu,,, Ana kembali menangis setelah video call mati, "kenapa kamu tak menjawab pertanyaannya saja? aku hanya minta jawaban ya atau tidak, lalu jika kamu seperti ini apa artinya kamu benar-benar selingkuh atau tidak?" Suara Ana terdengar sangat kacau dia berbicara disela tangis dan sesenggukannya.
Ana menenggelamkan diri dalam tangisnya, dia ingin mengeluarkan semua isi hatinya yang sedang kacau, kecewa, sakit, marah semua perasaan itu bercampur.
Tring,,,
Sebuah pesan masuk.
Andre : aku hanya bekerja, jangan berpikiran yang aneh-aneh, tidurlah.
Pesan singkat itu tak membuat Ana tenang, dia malah merasa semakin buruk.
*******
Andre merebahkan tubuhnya setelah mengirim pesan pada Ana. Kini tubuhnya terasa sangat lelah, biasanya dia mem-video call istrinya untuk sekedar bercanda atau mendengarkan omelan juga melihat wajah istrinya, itu sudah kebiasaan baginya mungkin bisa dibilang sebagai obat penghilang lelahnya.
"apa Ana menangis karena berpikir aku selingkuh? darimana dia bisa berpikir seperti itu?" gumam Andre, dia memiringkan tubuhnya ke sebelah kanan. Tangannya menggapai frame yang sempat diminta oleh istrinya untuk ditangkupkan.
"ada apa dengan foto ini?" Andre menghela nafasnya, "Ada apa sebenarnya?" gumamnya sambil mengusap wajah istrinya dalam foto, hatinya tak tenang terlebih dia melihat keadaan istrinya yang kacau.
********
Makasih reader semuanya yang masih setia baca novelku yang masih amburadul ini 😄🙏
Jangan lupa like, vote, sama subscribe nya ya,,,
__ADS_1
kalau sempat tinggalin jejak juga, buat penyemangat, hehe,,,
Makasih sekali lagi,,,